Belajar jadi Guru

Permainan Kartu “Quartet” Sebagai Model Kegiatan Berbicara dalam Bahasa Inggris

Posted on: August 1, 2010


Permainan Kartu “Quartet” Sebagai Model

Kegiatan  Berbicara dalam Bahasa Inggris

Oleh

Joko Susilo Budikarianto, S.Pd.

Disajikan pada simposium guru ke VI tanggal 13 –17 Oktober 2003

Di Batu Malang – Jawa Timur

Abstrak

Permasalahan yang dihadapi siswa SLTPN 2 Kandangserang adalah kesulitan dalam  berbicara Bahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena siswa menganggap Bahasa Inggris sulit dipahami, yang membuat mereka apatis dalam belajar. Lingkungan masyarakat di daerah dimana sekolah itu berada juga tidak mendukung karena mereka di daerah pedesaan. Di samping itu guru belum memakai  strategi yang mendorong siswa untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.

Untuk mengatasi masalah tersebut penulis melatih siswa untuk berbicara dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan strategi permainan kartu `Quartet`. Oleh sebab itu tujuan dari penulisan ini adalah untuk membuktikan apakah permainan kartu ‘Quartet’dapat digunakan sebagai model kegiatan berbicara dalam Bahasa Inggris.

Hasil yang didapat dari penerapan permainan itu adalah bahwa berdasarkan pengamatan guru, siswa aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam bertanya-jawab. Setelah usai pelajaran pun siswa masih menggunakan ungkapan-ungkapan tertentu. Namun masih ada siswa yang menggunakan bahasa jawa, kurang percaya diri dalam berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris sehingga ucapan mereka terbata-bata. Dari hasil wawancara yang dilakukan guru pada beberapa siswa, banyak siswa yang merasa senang dan bangga karena mereka bisa berbahasa Inggris walaupun hanya dengan ungkapan-ungkapan terbatas. Dari kuesioner yang disebarkan pada  50 orang siswa, diketahui sebagian besar dari mereka myatakan bahwa pelajaran bahasa Inggris adalah pelajaran yang mereka sukai. Sedangkan dari hasil belajar siswa yang diperoleh dari ulangan harian yang berupa ulangan berbicara didapat rata-rata diatas 6,5.

Dengan menggunakan permainan kartu `Quartet`siswa aktif bertanya jawab, karena pada saat mereka melakukan aktivitas, mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar Bahasa Inggris. Mereka hanya merasa asyik bermain dan bahasa Inggris yang mereka gunakan berangsur-angsur menjadi lebih familiar bagi mereka.

Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa permainan kartu`Quartet` dapat digunakan sebagai model kegiatan dalam berbicara Bahasa Inggris siswa SLTPN 2 Kandangserang. Sedangkan untuk siswa yang masih kurang percaya diri untuk penelitian yang akan datang siswa dimantapkan ketrampilannya dalam mengekspresikan ide dalam Bahasa Inggris.

  1. PENDAHULUAN
  2. Latar Belakang

Bahasa adalah alat komunikasi. Berkomunikasi berarti mengungkapkan pikiran, pendapat dan perasan secara lisan bukan hanya dalam bentuk tulisan.

Seiring dengan era globalisasi, bahasa Inggris merupakan salah satu alat untuk komunikasi yang sangat diperlukan sebab dengan menguasai Bahasa Inggris seseorang akan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya, yang pada akhirnya akan dapat dijadikan sebagai bekal untuk nemperoleh maupun membuka lapangan kerja. Dengan kata lain, kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris akan membuat seseorang “survive” di era globalisasi ini.

Sebuah kelas pembelajaran bahasa seharusnya menghadirkan suasana kelas yang hidup dengan interaksi dua arah yang baik. Tetapi pada kenyataannya, hal tersebut bertolak belakang dengan keadaan yang ditemui penulis pada pembelajaran Bahasa Inggris kelas 2 SLTP Negeri 2 Kandangserang Kab. Pekalongan dimana para siswa sebagian besar pasif untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.

  1. Identifikasi Masalah
  • Siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris cenderung pasif
  • Siswa ditanya jarang menjawab
  • Apabila ada siswa yang menjawab, bicaranya terbata-bata
  • Ada  beberapa siswa yang apabila menjawab, mereka menuliskan jawaban itu di buku catatan, baru kemudian mereka baca.

Hal – hal tersebut diatas disebabkan oleh faktor- faktor sebagai berikut :

  1. Siswa
  • Siswa belum pernah belajar Bahasa Inggris sebelumnya (di sekolah dasar)
  • Siswa hidup di daerah pedesaan, mereka kurang percaya diri bila berbicara di depan orang banyak.
  • Siswa menganggap Bahasa Inggris sulit dipahami sehingga mereka lama kelamaan cenderung apatis untuk belajar.
  1. Lingkungan Masyarakat
  • Masyarakat tinggal di daerah pedesaan dimana sebagian besar memperoleh penghasilan dari bertani dan berdagang.
  • Lingkungan tidak mendukung pembelajaran Bahasa Inggris (tidak ada buku-buku atau media massa yang berkaitan dengan Bahasa Inggris selain televisi).
  • Keluarga belum  memahami makna dari era globalisasi dan fungsi Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi.
  1. Guru
  • Guru belum memakai strategi yang mendorong siswa untuk berbicara karena memfokuskan pada pembelajaran Bahasa Inggris pasif, mereka hanya mengacu pada pemahaman terhadap soal-soal yang tertulis.
  • Guru tidak terdorong untuk mencari strategi yang mendorong siswa berbicara Bahasa Inggris
  1. Rumusan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah tersebut diatas maka rumusan masalah yang diangkat adalah sebagai berikut :

“ Apakah permainan kartu “Quartet” dapat digunakan Sebagai model kegiatan berbicara dalam Bahasa Inggris  ? ”

  1. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan adalah untuk membuktikan Apakah permainan kartu “Quartet” dapat digunakan Sebagai model kegiatan  dalam Bahasa Inggris.

  1. Manfaat Penulisan
  2. Bagi Siswa

Siswa diharapkan dapat meningkatkan minat dan keberanian mereka dalam berbicara Bahasa Inggris, sehingga diharapkan materi yang diterimapun menjadi lebih mantap dalam ingatan mereka yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara dengan Bahasa Inggris .

  1. Bagi Guru

Dapat memberi sumbangan untuk membangkitkan kembali serta meningkatkan daya kreatifitas  dalam menyajikan materi pembelajaran  sehingga mampu menghilangkan suasana bosan dan monoton di kelas berganti dengan suasana yang hidup dan energik.

c .  Bagi Sekolah

Dengan penulisan ini sekolah diharapkan ikut membantu menumbuhkembangkan kreatifitas guru dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas sekolah.

d.   Bagi Guru-Guru Mata Pelajaran lain

Setelah membaca tulisan ini, diharapkan guru-guru mata pelajaran lain ikut mengembangkan kreatifitasnya sehingga dapat membawa proses pembelajaran dengan suasana yang lebih hidup sehingga siswa lebih berminat dalam mengikuti proses pembelajaran.

  1. KAJIAN PUSTAKA

Berbicara ( Speaking ) dalam pembelajaran bahasa berperan penting.  Sebagaimana tertulis dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran Bahasa Inggris Kurikulum 1994, berbicara merupakan salah satu dari empat kemampuan bahasa yang harus dipelajari siswa. Didalam GBPP tersebut disebutkan  bahwa  tujuan  belajar Bahasa Inggris adalah mengembangkan kompetensi komunikatif Bahasa Inggris yang terdiri atas membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara dengan bobot yang seimbang. Walaupun berbicara  hanya 25 % dari seluruh porsi dari empat kemampuan (membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara) akan tetapi sebenarnya porsinya lebih  karena mendengarkan dan berbicara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut Sukholutskaya (1999) belajar bahasa dengan mengunakan  permainan kartu adalah salah satu strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Permainan kartu “Quartet” cocok untuk semua level kompetensi bahasa.

Tujuan dari alat pembelajaran ini adalah untuk memfasilitasi proses belajar berbahasa dan membangun kosakata. Alat pembelajaran ini juga berguna dalam mengembangkan  kemampuan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara.

Alat pembelajaran ini adalah satu set kartu yang terdiri dari 40 lembar. Kartu ini disusun dalam 10 kategori dengan masing-masing empat kartu, dengan entry yang berbeda pula. Kategori – kategori ini merefleksikan tema yang akan diajarkan pada siswa kelas 2 SLTP semester dua yang antara lain adalah binatang. Contohnya adalah binatang liar, binatang jinak, unggas, serangga, binatang kesayangan, mamalia, burung, binatang  besar, binatang berbulu dan reptil.

Ada empat kartu dengan empat entry dalam bahasa target yang identik dengan masing-masing kategori. Setiap kartu mempunyai entry yang digaris bawahi, yang berbeda dari satu kartu dengan kartu yang lain. Sehingga setiap entry dalam satu kategori digaris bawahi sekali.

Salah seorang pemain mengkocok kartu dan membagikan pada masing-masing pemain empat buah. Sisa kartu diletakkan ditengah meja dengan posisi tertutup. Permainan dilakukan  searah dengan jarum jam. Setelah diundi untuk memperoleh pemain pertama,untuk  memulai permainan, pemain tersebut bertanya pada pemain lain apakah dia mempunyai  kartu dengan kategori tertentu. Jika jawaban “tidak”, pemain tersebut hilang gilirannya, kemudian mengambil sebuah kartu di atas meja dan permainan dilanjutkan ke pemain berikutnya. Jika jawaban “ Ya’ , pemain bertanya lagi dengan tujuan untuk mendapatkan kartu dengan entry yang digarisbawahi yang tidak sama dengan yang dia miliki. Jika jawaban “ Ya “pemain tersebut menerima kartu yang dicari. Dia kemudian melanjutkan bertanya pada pemain lain untuk kategori lain atau entry yang digaruis bawahi lainnya sampai dia mendapatkan jawaban negatif. Permainan kemudian diberikan pada pemain berikutnya. Setelah masing-masing mendapat giliran, para pemain yang kartunya  kurang dari empat buah harus melengkapinya dengan mengambil kartu dari tumpukan kartu diatas meja. Kuartet yang lengkap disisihkan/disimpan untuk di hitung pada akhir permainan. Permainan  berakhir ketika sepuluh kuartet tersebut semuanya telah dikumpulkan oleh para pemain. Kemudian dihitung berapa perolehan kartu yang lengkap dan yang perolehannya terbanyak yang menjadi pemenang.

  1. METODE

Metode yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah permainan kartu Quartet dengan  menggunakan Bahasa Inggris.

Untuk memfasilitasi siswa dalam bermain ini ada 2 unsur yang harus dikuasai  antara lain:

1. Language Function yang akan digunakan.

Misalnya :

  • Do you have………………….?
  • Do you want…………………..?
  • I need………….. who has it ?
  • Who has………………………?
  • Yes, I have
  • No, I haven’t
  • I’m sorry , I don’t have….

2. Kosakata yang terkait dengan tema antara lain yaitu nama nama binatang.

Adapun pelaksanaannya dilakukan dalam langkah-langkah sebagai berikut:

  1. menerangkan tentang language function yang akan digunakan
  2. menerangkan tentang apa permainan kwartet itu dan bagaimana cara bermainnya
  3. salah seorang pemain mengkocok kartu dan membagikan pada msing-masing pemain empat buah.
  4. sisa kartu diletakkan ditengah meja dengan posisi tertutup. Permainan dilakukan  searah dengan jarum jam.
  5. setelah diundi untuk memperoleh pemain pertama,untuk  memulai permainan, pemain tersebut bertanya pada pemain lain apakah dia mempunyai  kartu dengan kategori tertentu.
    1. Jika jawaban “tidak”, pemain tersebut hilang gilirannya, kemudian mengambil sebuah kartu di atas meja dan permainan dilanjutkan ke pemain berikutnya.
    2. Jika jawaban “ Ya’ , pemain bertanya lagi dengan tujuan untuk mendapatkan kartu dengan entry yang digaris bawahi yang tidak sama dengan yang dia miliki.
      1. Jika jawaban “ Ya “pemain tersebut menerima kartu yang dicari. Dia kemudian melanjutkan bertanya pada pemain lain untuk kategori lain atau entry yang digaris bawahi lainnya sampai dia mendapatkan jawaban negatif.
      2. Permainan kemudian diberikan pada pemain berikutnya.
      3. Setelah masing-masing mendapat giliran, para pemain yang kartunya  kurang dari empat buah harus melengkapinya dengan mengambil kartu dari tumpukan kartu diatas meja.
      4. Kuartet yang lengkap disisihkan/disimpan untuk di hitung pada akhir permainan.
      5. Permainan  berakhir ketika sepuluh kuartet tersebut semuanya telah dikumpulkan oleh para pemain.
      6. Kemudian dihitung berapa perolehan kartu yang lengkap dan yang perolehannya terbanyak yang menjadi pemenang.

Dalam bermain, siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang. Masing- masing  kelompok di beri satu set kartu quartet dan diminta untuk memainkannya.

Dengan memainkan permainan ini siswa secara tidak sadar dipaksa harus menggunakan Bahasa Inggris dengan ungkapan tertentu dan dengan kosakata dalam tema tertentu pula.

  1. HASIL
  2. Kinerja siswa di kelas

Pengamatan

Berdasarkan pengamatan guru maka ditemukan bahwa selama proses pembelajaran dengan metode/strategi ini siswa aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam bertanya-jawab. Bahkan setelah usai pelajaran pun siswa masih menggunakan ungkapan-ungkapan tertentu. Akan tetapi dalam pengamatan tersebut, guru juga menemukan beberapa hal negatif antara lain:

  1. Masih ada siswa yang menggunakan bahasa jawa.
    1. Masih ada siswa yang kurang percaya diri dalam berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris sehingga ucapan mereka terbata-bata/ tersendat-sendat, sehingga kalau diberi language function lainnya ada yang terlupa.

Wawancara

Berdasarkan wawancara yang dilakukan guru pada beberapa siswa, banyak siswa yang merasa senang dan bangga karena mereka bisa berbahasa Inggris walaupun hanya dengan ungkapan-ungkapan terbatas.

Dari kuesioner yang disebarkan pada  50 orang siswa, maka didapat hasil sebagai berikut :

a.  40 orang siswa menjawab bahwa pelajaran Bahasa Inggris kelas dua semester dua ini merupakan pelajaran yang disukai,  5 orang menyatakan tidak suka dan 5 siswa ragu-ragu.

b.   Hampir semua siswa mengatakan bahwa pelajaran Bahasa Inggris di kelas dua ini

lebih menarik dibandingkan dengan pelajaran Bahasa Inggris di kelas satu.

  1. Hampir semua siswa merasakan adanya perubahan yang positif dalam berbicara

dengan  Bahasa Inggris setelah pembelajaran dengan kartu yang baru saja

dilaksanakan.

d.   90% siswa merasakan adanya peningkatan dalam berbicara dengan Bahasa

Inggris setelah pembelajaran dengan permainan kartu quartet.

e.   62% siswa mengatakan bahasa inggris penting bagi mereka 18% mengatakan

tidak penting dan sisanya ragu-ragu.

2.   Hasil  belajar siswa

Nilai speaking yang diperoleh siswa rata-rata diatas 6,5 .( lihat :lamp daftar nilai )

Adapun komponen yang dinilai adalah: Composition, vocabulary, accuracy, pronunciation, style and register (fluency).

Masing-masing komponen tersebar antara 1 sampai 4. Skor akhir adalah total dikalikan 5.

Sedangkan kriteria penilaian adalah :

Nilai 4 diberikan bila siswa dapat memberikan respon dengar dan kosa kata yang

tepat, tanpa kesalahan

Nilai 3 diberikan bila siswa dapat menggunakan kosa kata yang tepat, tetapi membuat

beberapa kesalahan.

Nilai 2 diberikan bila siswa dapat memberi respon kadang-kadang tepat tetapi tidak

akurat.

Nilai 1 diberikan bila tidak ada pemahaman, tidak ada produktifitas.

  1. PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan yang didapat yang menyatakan adanya siswa yang menggunakan bahasa Jawa adalah disebabkan bahasa tersebut merupakan bahasa sehari-hari mereka. Secara spontan, bila mereka ingin mengucapkan sesuatu, mereka memakai bahasa tersebut. Untuk itu peranan guru dalam pengawasan kepada siswa sewaktu menggunakan kartu quartet ini diperlukan.  Namun sebagian besar siswa menyukai pelajaran bahasa Inggris sewaktu permainan ini diterapkan, karena usia mereka yang masih belasan tahun masih mempunyai kesukaan bermain. Terlebih lagi permainan ini cukup menantang bagi siswa untuk berusaha memenangkannya. Hal ini didapat dari hasil wawancara siswa serta kuesioner yang mereka isi.

Dari pengalaman menerapkan permainan kartu ini, kami sering melupakan waktu karena terserap dengan kegiatan bermain.

F.   KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan.

Dari  penelitian  ini  diperoleh  kesimpulan bahwa permainan kartu ‘Quartet’ terbukti dapat digunakan sebagai model kegiatan  berbicara dalam Bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan sikap siswa yang sudah mau berbicara menggunakan bahasa Inggris secara spontan dengan language function tertentu, meskipun masih ada beberapa siswa yang menggunakan bahasa Jawa.

Selain daripada itu, permainan quartet di kelas menimbulkan suasana belajar bahasa Inggris yang lebih menyenangkan, sehingga dapat menghilangkan rasa apatis terhadap pelajaran ini karena sebelumnya mereka menganggap Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit.

2.    Saran

Berhubung masih adanya siswa yang cenderung menggunakan bahasa Jawa secara spontan sewaktu bermain kartu, maka untuk kegiatan mendatang guru berusaha meminimalkan atau bahkan menghilangkannya sama sekali dengan cara:

  1. memberikan pengertian kepada siswa tujuan permainan ini
  2. memberikan pre-activity yang berupa pemberian beberapa language function dengan lebih efektif sehingga keterampilan berbicara yang dibutuhkan oleh siswa dalam permainan ini memadai, sehingga penggunaan bahasa lain selain bahasa Inggris dapat diminimalkan.
  3. Untuk memperkaya kosa kata siswa, guru perlu mendesain kartu-kartu lain sehingga kegiatan ini dapat berlanjut, tidak hanya untuk satu atau dua tema saja.
  4. Untuk mengatasi waktu yang banyak digunakan, guru selanjutnya         membatasi waktu yang dipakai dan menghentikan permainan meskipun siswa belum menyelesaikan permainan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Harris, David P. (1969). Testing English as a Second language. United States of America :          Mc. Graw – Hill Inc.

Depdikbud. (1993) Kurikulum Bahasa Inggris 1994. Jakarta : Depdikbud

Echols, John and Hasan Shadily. (1976). English – Indonesian Dictionary. Jakarta : Gramedia.

Indrotomo. (1999). Improving Students’ learning Achievement Through Creative Efforts.

Sukholutskaya. (1999). Quartet : A language learning card game. Ada, Oklahoma : Quartet, Inc. P.O. BOX 653.

Depdiknas : Dikmas (2002). Marking Criteria of English Speaking Test.

Underhill. N (1987). Testing Spoken English; A Handbook of Oral Testing Techniques.Cambridge: Cambridge University Press.

About these ads

16 Responses to "Permainan Kartu “Quartet” Sebagai Model Kegiatan Berbicara dalam Bahasa Inggris"

pak klo improving vocabulary by using quartet card gmn?
help me please????
thank a lot

pak klo improving vocabulary by using quartet card gmn?
thanks a lot

Bisa…..silahkan dicoba …..

contoh kartu na seperti apa?
apa di buat seperti kartu remi?
mohon pencerahan pak

Di google, klik gambar, ketik : kartu kuartet…….contohnya banyak pak……….

pak punya teori yang mendukung tentang kwartet cards?

maaf,…..tidak punya …

pak sya tertarik metode ini tapi blm begitu maksud,,,,,,,,

search and read more…

pak tolong carikan saya buku tentang quarttet game bisa pak?

Maaf, kami belum bisa membantu

gimanacara menemukan info
kalau tentang penemu quartet game,,,

saya kesulitan mencari buku tentang quartet game pak,,,

pak kalau boleh tahu, dimana saya bisa mendapatkan buku Quartet : A language learning card game karangan Sukholutskaya yang bapak gunakan dalam PTK ini?

Maaf, PTK tersebut bukan karya saya. Saya menggungahnya sebagai referensi

Sangat membantu pak trimakasih, saya berniat menggunakan metode ini utk bahasa lain juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 1,636,010 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: