Belajar jadi Guru

Pembuatan Diktat

Posted on: September 2, 2010


PEMBUATAN DIKTAT

1. Latar belakang

P

enjaminan mutu telah menjadi kata kunci dalam dunia pendidikan kita dewasa ini. Hal ini menandakan mulai terjadinya kesadaran bersama akan pentingnya mutu dalam layanan penyelenggaraan pendidikan formal maupun non-formal. Fenomena ini sudah sepatutnya ditanggapi secara positif oleh lembaga-lembaga yang terkait dengan upaya serius dan sistemik dalam peningkatan mutu pendidikan pada semua aspeknya. Salah satu faktor yang sangat penting dalam upaya penjaminan mutu pendidikan adalah memastikan bahwa para pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar kompetensi dan melakukan pengembangan profesional yang berkelanjutan agar dari waktu ke waktu dapat meningkatkan mutu pembelajaran bagi peserta didik. Pemelajaran peserta didik merupakan salah satu hal paling penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan karena semua kegiatan pendidikan harus bermuara pada terjadinya peningkatan mutu lulusan.

Lembaga diklat formal dapat mempunyai peran cukup sentral untuk meningkatkan mutu para pendidik dan tenaga kependidikan sejauh lembaga tersebut mau berbenah untuk melakukan penjaminan mutu layanan diklatnya.

Adapun untuk penjamin mutu pendidikan salah satunya dengan tercukupinya sumber belajar berupa buku buku sumber bacaan, namun dengan semakin mahalnya buku pelajaran  dan literature yang berkualitas , tenaga fungsional yang bergerak dalam jasa layanan diklat dituntut untuk merumuskan buku buku sebagai bahan ajar

Apalagi Widyaiswara adalah pegawai negeri sispil yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas`dan, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar dan atau melatih pegawai negeri sipil, untuk melakukan  tupoksinya dalam mendidik mengajar dan melatih  seorang widyaiswara dituntut untuk mampu membuat bahan diklat yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, maka dari itu seorang widyaiswara harus mahir membuat karya tulis ilmiah baik itu berupa karangan sendiri, hasil penelitian maupun saduran, banyak sekali jenis karya tulis ilmiah, namun pada uraian dibawah ini akan  diuraikan tentang pembuatan diktat.

2. PENGERTIAN DIKTAT

Pengertian diktat  menurut  Purwadarminta dalam Kamus Besar Indonesia adalah pegangan yang dibuat guru berupa ketikan maupun stensilan, pengertian lain menurut Totok Djuroto Diktat adalah buku pelajaran yang  termasuk kelompok karangan ilmiah  hanya saja dibuatnya bukan berdasarkan hasil penelitian, tetapi materi pelajaraan atau mata kuliah dari suatu  ilmu

Diktat biasanya dibuat oleh guru , dosen  atau widyaiswara  untuk mata kuliah, mata diklat  yang diajarkannya, bisa jadi seorang guru ,  dosen dan widyaiswara membuat buku pelajaran atau diktat yang tidak diajarkannya

Dalam bagian lain diktat adalah unit terkecil dari suatu mata pelajaran yang dapat berdiri sendiri dan dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat Bantu diklat yang disusun secara sistematik dari yang mencakup tujuan dan uraian materi

3. PRINSIP PRINSIP PEMBUATAN DIKTAT

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan diktat  antara lain prinsip relevansi, konsistensi dan kecukupan

Prinsip relevansi artinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai

Prinsip konsistensi artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada diktat juga harus meliputi empat macam

Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya

4. KETENTUAN KETENTUAN PEMBUATAN DIKTAT

Sampai saat ini belum ada aturan baku tentang pembuatan diktat yang khusus, namum mengingat diktat  merupakan bagian kecil dari buku paket maka ketentuan  pembuatan diktat hampir sama dengan pembuatan buku paket , antara lain

4.1 persyaratan yang berkaitan dengan i

a. Memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik.

b. Diktat relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai

c. Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan

d. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

e. Sesuai dengan jenjang dan sasaran

f. Isi dan bahan mengacu pada kompetensi dalam kurikulum

4.2  Persyaratan dengan cara penyajian

a.  Uraian teratur

b.  Saling memperkuat dengan bahan lain

c.   Menarik minat dan perhatian peserta

d.   Menangtang dan merangsang peserta didik untuk mempelajari

e.   Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor

f.    Hindari penyajian yang bertele tele

4.3  Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa

a.  Menggunakan bahasa Indonesia yang benar

b. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan peserta

c.  Menggunakan istilah, kosakata, symbol yang mempermudah pemahaman

d.  Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan

4.4  Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi

a. Relevan dengan  bahan ajar yang dibuat

b. Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraf.

c. Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar

d. Jelas, baik dan merupakan hal hal esensial yang membantu memperjelas materi

5. Bagian Bagian dari Diktat

Diktat sama seperti buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :

5.1 Bagian awal yang berisi :

a. Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul, dan lingkup penggunaan diktat ( biasanya digunakan untuk lingkungan sendiri ), nama departemen, tahun terbit.

b. Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul, lingkup penggunaan, tahun terbit, nama depertemen

c. Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman

d. Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.

5.2   Bagian isi

Bagian ini berisi pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah diktat dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uraian dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain

5.3 Bagian akhir

Pada bagian akhir diktat berisi antara lain :

a. Lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab

b. Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca

c. Kepustakaan, ada beberapa cara menuliskan kepustakaan, namun demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :

1.  Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu

2.    Kepustakaan disusun dengan urutan  abjad,  urutannya sebagai berikut :

Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung

3.. Indeks : pencantuman  indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :

1)  Entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut

2). Entri diawali dengan huruf kecil , kecuali berupa nama

3)   Entri diikuti dengan tanda koma dan nomor halaman tempat entri berada,

Contoh :  alkohol, 12

formalin, 35

.

6. SISTIMATIKA PENULISAN DIKTAT

Penulisan diktat hendaknya didahului dengan penyusunan kerangka penulisan. Kerangka penulisan disusun berdasarkan kosep dasar ilmu yang bersangkutan, sesuai dengan tema dan judul yang akan ditulis.

Penulis diktat hendaknya berpedoman pada kerangka penulisan yang telah disusun , oleh karena itu kerangka harus lengkap dan rinci untuk mempermudah penulisan, isi naskah terdiri dari bab atau unit,setiap bab diberi nomor urut dengan angka romawi dan dilengkapi dengan judul bab. Pecahan bab yang disebut subbab ditulis dengan nomor huruf arab.

Cantoh :

1. KLASIFIKASI MATERI

A. UNSUR UNSUR MATERI

1. PARTIKEL ATOM

1] ELEKTRON

a).

7. PENGGUNANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN DIKTAT

Penulisan diktat hendaknya menggunakan bahasa jelas, tepat formal dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas`dan tepat, kalimat yang tidak berbelit belit dan struktur alinea yang runtut,kelugasan dan keformalan gaya bahasa digunakan dengan menggunakan kalimat fasif, hindarilah pengunaan kata kata sepeti saya kami,  kemudian tuliskan kegiatan yang dilakukan penulis, seperti penulis atau peneliti tapi inipun hindari sesedikit mungkin.dalam menggunakan bahasa Indonesia baku hendaknya memperhatikan :

7.1  Kaidah  Bahasa Indonesia yang digunakan adalah ejaan yang   disempunakan (EYD)

7.2  Penerapan kaidah Ejaan

7.3  Pemakaian tanda baca

8. PENGETIKAN NASKAH DIKTAT

Dalam pengetikan naskah diktat ada beberapa hal yang harus diperhatikan

Kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS putih, ukuran kuarto atau polio tergantung selera tetapi umunya ukuran kuarto, bidang pengetikan pun berjarak  4 cm dari tepi kiri, dan 3 cm tepi atas, tepi kanan dan tepi bawah, sebuah alinea tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari tiga baris.

Diktat ditulis dengan computer yang baku baik jenis huruf maupun ukuran hurufnya, pengetikan dengan menggunakan rata kanan dan tidak boleh mengorbankan aturan spasi atarkata dalam teks.

Awal alinea diketik pada ketukan keenam dari batas kiri bidang pengetikan . sesudah tanda baca titik, titik dua, titik koma, dan koma hendaknya diberi satu ketikan kosong. Istilah tertentu yang belum lazim ditulis digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring. Dalam pengetikan juga harus diperhatkan antara lain :

8.1 Jenis dan ukuran huruf

8.2  Modus huruf

8.3 Spasi

8.4  Tablel dan gambar

9. ILUSTRASI DAN PERWAJAHAN

Diktat walaupun dibuat oleh seorang guru, maupun widyaiswara yang pada zaman computer belum banyak dipergunakan ilustrasi belum banyak digunakan, tetapi setelah computer banyak digunakan karena fasilitas untuk pemakaian ilustrasi ada pada komputer , iluntrasi biasa ditulis dan diatur sendiri, karena pengeditan dan perancangan wajah sudah ada fasilitasnya dalam hal ilisutrasi seorang penulis diktat haris memperhatikan masalah masalah :

9.1    Format diktat agar enak dibaca

9.2 Tata letak untuk mempermudah pemahaman isi buku dan     mendapatkan kenyamanan membaca.

9.3   Tipografi yang menyangkut nama dan jenis huruf, panjang baris,

9.4  Ilustrasi agar sajian visual yang tidak mungkin disampaikan dengan kata dapat disajikan dengan gambar, ilustrasi snagat menarik jika berupa foto foto yang berwarna..

10. PETUNJUK TEKNIS PENULISAN DIKTAT

Untuk melakukan penulisan diktat, dibawah ini ada beberapa    petunjuk praktis yang dapat dijadikan pedoman penulisan antara lain

10.1 Hal hal yang harus diperhatikan :

a. Berilah jarak 3 spasi antara table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya

b. Judul table atau gambar diketik pada haaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan table……atau gambar

c. Tepi kanan teks tdak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya

d. Tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.

e. Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.

f.  Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara konsisten

10.2 Hal Hal yang tidak boleh dilakukan :

a. Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir bab

b. Tidak boleh memotong table atau gambar

c. Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa

d. Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab

e. Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman

f. Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.

g. Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan

h. Daftar rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir

11. PENUTUP

Demikian sedikit informasi yang berkaitan dengan teknik pembuatan diktat, diharapkan para widyaiswara mampu memotivasi diri untuk menuangkan ide idenya dalam bentuk diktat yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yang sudah barang tentu dapat digunakan sebagai bahan perolehan angka kredit dalam pengembangan profesi. Serta sebagai sumbangsih dalam meningkatkan kualitas  pendidikan bangsa Indonesia.

Sumber : Materi Diklat Pengembangan Bahan Ajar

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 1,576,996 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 162 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 162 other followers

%d bloggers like this: