Belajar jadi Guru

Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMP

Posted on: November 1, 2010


Link unduhan:

Cover

DAFTAR ISI

Penilaian BAB I

Penilaian BAB II

Penilaian BAB III

BAHAN PELATIHAN ING-D

PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP

penulis :

DRA. MUTIARA O. PANDJAITAN, M.Pd.

Bahan Pelatihan Terintegrasi Guru SMP

Jam Pertemuan: 10 x 45 menit

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DIREKTORAT PENDIDIKAN LANJUTAN PERTAMA

2004

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pendahuluan

Perubahan kurikulum yang terjadi sekarang ini sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan global. Perubahan itu adalah dari kurikulum yang memberikan penekanan pada materi ke kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan proses pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi tertentu. Dengan demikian penyelenggaraan proses pembelajaran diharapkan dapat menjamin terkuasainya kompetensi oleh siswa sesuai dengan konteks lingkungannya. Dengan kata lain, pertanyaan tentang apa yang harus diajarkan bergeser ke pertanyaan tentang apa yang harus dikuasai anak, sehingga guru didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). Oleh karena itu, penilaian yang dilakukan juga terfokus pada penilaian kompetensi siswa, dalam hal ini kompetensi berkomunikasi  dalam bahasa Inggris.

Ketepatan penilaian yang dilakukan akan mempengaruhi pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran, di samping mampu mengungkapkan hasil belajar siswa dalam lingkup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Ranah kognitif berkaitan dengan kegiatan intelektual siswa yang mencakup: pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkaitan dengan sikap siswa yang mencakup: penerimaan (receiving), responsi (responding), acuan nilai (valuing), organisasi, dan karakterisasi. Ranah psikomotor berkaitan dengan motorik halus dan kasar yang meliputi: gerakan refleks, gerakan dasar (basic fundamental movements), gerakan persepsi (perceptual abilities), gerakan kemampuan fisik (physical abilities), gerakan terampil (skilled movements), dan gerakan indah dan kreatif (non-discursive communication). Uraian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (Pedoman penilaian kelas, Pusat Kurikulum, 2004).

B. Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk membangun pemahaman peserta tentang penilaian kelas dan mengembangkan kemampuannya dalam membuat dan melaksanakan penilaian pembelajaran bahasa Inggris sesuai Kurikulum 2004 Bahasa Inggris.

C. Cakupan

Sesuai tujuan di atas, bahan pelatihan ini mencakup:

  1. Pengertian Penilaian
  2. Pengertian Penilaian Kelas otentik
  3. Kompetensi Bahasa Inggris
  4. Pengembangan metode penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang ditargetkan dalam penciptaan berbagai jenis teks, baik bahasa lisan maupun tulis
  5. Pengembangan instrumen penilaian serta penskorannya yang mampu mengukur pencapaian kompetensi yang ditargetkan

 

BAB II

PENILAIAN KELAS

A. Pengertian

Banyak orang mencampuradukkan pengertian Evaluasi, Penilaian (assessment), Pengukuran (measurement), dan Tes. Evaluasi merupakan suatu kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan bagaimana tingkat efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Penilaian merupakan penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi sejauh mana ketercapaian hasil belajar atau kompetensi siswa (Pusat Kurikulum, pedoman penilaian kelas,2003). Jadi penilaian menjawab pertanyaan sebaik apa hasil atau prestasi belajar seseorang. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan dengan kata-kata) maupun kuantitatif (berupa angka). Pengukuran merupakan proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik sejauh mana siswa telah mencapai suatu tingkatan. Pengukuran berhubungan dengan penentuan nilai kuantitatif. Tes merupakan alat penilaian yang dirancang dan dilaksanakan pada waktu dan tempat tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan guru, baik yang mencakup aktivitas penilaian untuk mendapatkan nilai kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian kelas dilakukan terutama untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa yang dapat digunakan sebagai diagnosis dan masukan dalam membimbing siswa serta menetapkan tindak lanjut yang perlu dilakukan guru dalam rangka meningkatkan pencapaian kompetensi siswa. Penilaian dilakukan tidak hanya untuk mengungkap hasil belajar ranah kognitif tetapi juga mengungkap hasil belajar ranah afektif dan psikomotor.

Penilaian kelas mengacu kepada kriteria atau patokan, artinya interpretasi hasil penilaian bergantung pada sejauh mana siswa mencapai atau menguasai kriteria atau patokan yang telah ditentukan. Kriteria atau patokan itu dirumuskan dalam kompetensi pada kurikulum berbasis kompetensi (2004). Dengan demikian orientasi penilaian berubah dari berorientasi diskriminasi siswa – yang membandingkan siswa dengan siswa lain, menentukan ranking prestasi siswa dalam satu kelas atau mengelompokkan siswa dalam satu kelas berdasarkan prestasi belajar – kepada yang berorientasi diferensiasi siswa – menentukan apakah atau sejauh mana siswa sudah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulumdan, memberikan remedial atau pengayaan bagi siswa tertentu berdasarkan hasil penilaian diagnostik.

Penilaian kelas harus bersifat otentik, artinya penilaian terintegrasi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metoda dan teknik yang sesuai dengan tujuan dan proses serta pengalaman belajar siswa agar tujuan dan fungsi penilaian lebih efektif bagi perbaikan belajar siswa.

Penilaian kelas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, dan tingkah laku.

Agar diperoleh hasil yang obyektif guru harus berupaya untuk:

  1. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari sejumlah penilaian yang dilakukan dengan berbagai cara dan alat penilaian.
  2. Membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi siswa dengan mempertimbangkan hasil kerja yang dikumpulkan.

Guru menetapkan tingkat pencapaian siswa berdasarkan hasil belajarnya pada kurun waktu tertentu. Pada akhir satuan waktu (semester atau tahun), guru perlu membuat keputusan akhir tentang kemampuan yang telah dikuasai siswa dilihat dari indikator pencapaian yang telah ditetapkan secara nasional dalam kurikulum.

Penilaian kelas dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini berarti suatu aktivitas penilaian dapat dilakukan setelah siswa mempelajari suatu kompetensi. Pelaporan dilakukan dengan menggunakan informasi yang telah diperoleh melalui penilaian untuk masing-masing kompetensi.

B. Kompetensi Bahasa Inggris SMP

Kompetensi yang diinginkan pada kurikulum Bahasa Inggris SMP adalah Kompetensi Wacana (Discource Competence), yaitu kemampuan menyusun atau menghasilkan teks lisan maupun tertulis  berdasarkan konteks budaya dan situasi yang melingkupinya. Ketika seseorang bercakap-cakap atau berpidato, orang tersebut menciptakan teks yang maknanya dapat difahami oleh  pihak lain sesuai konteks budaya dan situasi yang melingkupi percakapan atau pidato tersebut. Wacana adalah peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal antara pengguna bahasa, dan jalur komunikasi (lisan atau tertulis) yang digunakan dalam satu konteks budaya. Ketiga faktor ini menentukan pemilihan berbahasa, seperti apakah seseorang memilih berbahasa formal/informal, akrab/tidak akrab. Dengan demikian siswa mampu berkomunikasi sesuai konteks yang dihadapinya (Halliday, 1978).

Kompetensi wacana hanya dapat diperoleh jika siswa memperoleh kompetensi pendukungnya, yaitu:

  • Kompetensi Tindak Bahasa (Actional Competence), tindak tutur untuk bahasa lisan atau retorika untuk bahasa tulis. Ketika orang berkomunikasi lisan orang tersebut melakukan berbagai tindak tutur, dan ketika berkomunikasi secara tertulis orang itu melakukan langkah-langkah retorika. Kompetensi tindak bahasa meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
  • Kompetensi Linguistik (Linguistic Competence), berkaitan dengan pengetahuan tentang bunyi, kata, kalimat, dan sebagainya
  • Kompetensi Sosiokultural (Sociocultural Competence), berkaitan dengan pemilihan berbahasa yang dipengaruhi oleh pengetahuan sosial budaya si pembicara, hubungan interpersonal antara pengguna bahasa dalam satu konteks budaya, apakah berbahasa formal/informal, akrab/tidak akrab, dsb.
  • Kompetensi Strategis (Strategic Competence), yaitu kompetensi yang diperlukan untuk mengkompensasi atau mengatasi masalah-masalah yang timbul ketika belajar bahasa atau dalam proses komunikasi seperti: mengulang, rephrase (mengatakan dengan cara lain), menjelaskan, paraphrasing. dan
  • kompetensi Pembentuk Wacana, yaitu kompetensi yang diperlukan untuk menciptakan sejenis teks , lisan atau tertulis, seperti pemilihan, pengurutan dan penataan kata, struktur, dan kalimat/ucapan (penggunaan struktur wacana, kohesi, deiksis, koherensi).

Jadi pada kurikulum Bahasa Inggris kompetensi dasar mencakup kompetensi Tindak Bahasa, kompetensi Linguistik, kompetensi Sosiokultural, kompetensi Strategis, dan kompetensi Pembentuk Wacana. Dengan demikian pembelajaran harus diarahkan untuk mencapai kompetensi tersebut.

Sebagai contoh untuk keterampilan berbicara pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kompetensi siswa melakukan tindak tutur seperti: membuka percakapan, mempertahankannya, menutup percakapan, meminta tolong, menyapa, mengungkapkan kegembiraan, meminta maaf, mengundang dan sebagainya dalam konteks tertentu. Untuk keterampilan menulis  pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kemampuan siswa melakukan langkah-langkah komunikasi (retorika), seperti: mengelaborasi, menambah, mempertajam gagasan, menyimpulkan. Dengan pembelajaran berfokus pada pengembangan kompetensi berbahasa , penilaian pembelajaran bahasa Inggris juga harus terfokus pada penilaian kompetensi :Tindak Bahasa, Linguistik, Sosiokultural, Strategis, dan Pembentuk wacana.

Di samping kompetensi-kompetensi yang telah disebutkan, pada kurikulum tercantum aspek sikap. Sikap merupakan bentuk reaksi positif siswa terhadap bahasa Inggris yang perlu ditanamkan sejak dini sehingga pelajaran bahasa Inggris terasa menyenangkan bagi mereka. Aspek sikap ini dirumuskan sebagai hasil belajar yang dapat diamati berdasarkan apa yang dilakukan siswa selama menjalani proses pembelajaran bahasa Inggris.

Penilaian pembelajaran Bahasa Inggris

Dalam pembelajaran bahasa Inggris penilaian kelas adalah penilaian yang dilakukan guru terhadap siswanya untuk membantu mereka belajar bahasa, membantu mereka meningkatkan pembelajaran melalui penilaian diagnostik, atau tes hasil belajar (Brown,1992)

Dalam pembelajaran bahasa Inggris kita tidak hanya perlu menilai pengetahuan siswa tentang sintaksis dan kosakata serta kemampuan mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tetapi lebih dari itu yaitu bagaimana siswa menciptakan dan menginterpretasikan makna, tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbahasa mereka tetapi juga mengenai pengetahuan dan pengalaman mereka. Kita juga perlu menilai kemampuan siswa dalam menganalisis teks dan konteks.

Penilaian dilakukan tidak perlu menunggu sampai pertengahan atau akhir semester, tetapi selama proses pembelajaran berlangsung  guru sudah mulai memonitor perkembangan siswa secara terus menerus dengan menggunakan format pengamatan. Sepanjang proses ini guru dapat mengamati pengetahuan siswa, cara mereka menyelesaikan tugas, sampai pada hasil akhir. Dengan pengamatan yang terus menerus guru segera dapat mengetahui mana siswa yang cepat dan yang lambat serta perlu mendapat perlakuan khusus. Hasil pengamatan yang terus menerus ini dapat disampaikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui akan kekuatan dan kelemahannya dan selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki kinerjanya. …

(Untuk penjelasan yang lebih detail dapat di unduh di link yang telah disediakan di atas.)


 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 1,465,225 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 151 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers

%d bloggers like this: