Belajar jadi Guru

PEDOMAN PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL GURU

Posted on: November 18, 2011


Download :

Profil Kompetensi Guru Mapel dan BK

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN

Kompetensi Pedagogik
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosialemosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosialbudaya.
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.3 Mengidentifikasi bekalajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
2.2. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
3.4 Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen

penilaian.

4. Menyelenggarakan pembelajaran

yang mendidik.

4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan

pembelajaran yang mendidik.

4.2 Mengembangkan komponenkomponen

rancangan pembelajaran.

4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang

lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas,

laboratorium, maupun lapangan.

4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan

standar keamanan yang dipersyaratkan.

4.5 Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.
5. Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk

kepentingan pembelajaran.

5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.

6. Memfasilitasi pengembangan

potensi peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai

potensi yang dimiliki.

6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal
6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.
7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan

dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.
8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasilbelajar untuk berbagai tujuan.
8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
Kompetensi Kepribadian
11. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat istiadat,  daerah asal, dan gender.
11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, dan kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
12. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi.
12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.
12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
13. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa 13.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.

 

13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
14. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.

 

14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.
14.3 Bekerja mandiri secara profesional.
15. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru.

 

15.2 Menerapkan kode etik profesi guru.

 

15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru.
Kompetensi Sosial

 

16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran
16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosialekonomi.
17. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga

kependidikan, orang tua, dan masyarakat.

17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan

Komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.

17.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan

kemajuan peserta didik.

17.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
18. Beradaptasi di tempat bertugas

di seluruh wilayah Republik

Indonesia yang memiliki

keragaman sosial budaya.

18.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik.
18.2 Melaksanakan berbagai program dalam

lingkungan kerja untuk mengembangkan dan

meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.

19. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan

tulisan atau bentuk lain.

19.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
19.2 Mengkomunikasikan hasil hasil Inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan maupun bentuk lain.
Kompetensi Profesional

 

20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  Pendidikan Agama:
  1. Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/ Budha/Konghuchu).
  2. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Budha/Konghuchu).
  PKn
  1. Memahami materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
  2. Memahami substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi pengetahuan
  3. 3.          kewarganegaraan (civic knowledge), nilai dan sikap kewarganegaraan (civic disposition), dan keterampilan kewarganegaraan (civic skills).
  4. Menunjukkan manfaat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
  Seni Budaya
  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (mencakup materi yang
  2. bersifat konsepsi, apresiasi, dan kreasi/rekreasi) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya (seni rupa, musik, tari, teater) dan keterampilan.
  3. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Seni Budaya.
  Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
  1. Menjelaskan dimensi filosofis pendidikan jasmani termasuk etika sebagai aturan dan profesi.
  2. Menjelaskan perspektif sejarah pendidikan jasmani.
  3. Menjelaskan dimensi anatomi manusia, secara struktur dan fungsinya.
  4. Menjelaskan aspek kinesiologi dan kinerja fisik manusia.
  5. Menjelaskan aspek fisiologis manusia dan efek dari kinerja latihan.
  6. Menjelaskan aspek psikologi pada kinerja manusia, termasuk motivasi dan tujuan kecemasan dan stress, serta persepsi diri.
  7. Menjelaskan aspek sosiologi dalam kinerja diri, termasuk dinamika sosial; etika dan perilaku moral, budaya, suku, dan perbedaan jenis kelamin.
  8. Menjelaskan teori perkembangan gerak, termasuk aspek-aspek yang mempengaruhinya.
  9. Menjelaskan teori belajar gerak, termasuk keterampilan dasar dan kompleks dan hubungan timbal balik di antara domain kognitif, afektif dan psikomotorik.
  Matematika
  1. Menggunakan bilangan, hubungan di antara bilangan, berbagai sistem bilangan dan teori bilangan.
  2. Menggunakan pengukuran dan penaksiran.
  3. Menggunakan logika matematika.
  4. Menggunakan konsep-konsep geometri.
  5. Menggunakan konsepkonsep statistika dan peluang.
  6. Menggunakan pola dan fungsi.
  7. Menggunakan konsep-konsep aljabar.
  8. Menggunakan konsep-konsep kalkulus dan geometri analitik.
  9. Menggunakan konsep dan proses matematika diskrit.
  10. Menggunakan trigonometri.
  11. Menggunakan vektor dan matriks.
  12. Menjelaskan sejarah dan filsafat matematika.
  13. Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, piranti lunak komputer, model matematika, dan model statistika.
 

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  1. Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya.
  2. Merakit, menginstalasi, mensetup,memelihara dan melacak serta memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal.
  3. Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek.
  4. Mengolah kata (word processing) dengan komputer personal.
  5. Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer personal.
  6. Mengelola pangkalan data (data base) dengan komputer personal atau computer server.
  7. Membuat presentasi interaktif yang memenuhi kaidah komunikasi visual dan interpersonal.
  8. Membuat media grafis dengan menggunakan perangkat lunak publikasi.
  9. Membuat dan memelihara jaringan komputer (kabel dan nirkabel).
  10. Membuat dan memelihara situs laman (web).
  11. 11.     Menggunakan sarana telekomunikasi (telephone, mobilephone, faximile).
  12. Membuat dan menggunakan media komunikasi, termasuk pemrosesan gambar, audio dan video.
  13. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam disiplin atau materi pembelajaran lain dan sebagai media komunikasi.
  14. Mendesain dan mengelola lingkungan pembelajaran/sumber daya dengan memperhatikan standar kesehatan dan keselamatan.
  15. Mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak pendukung pembelajaran
  16. Memahami EULA (End User Licence Agreement) dan keterbatasan serta keluasan penggunaan perangkat lunak secara legal.
  IPA
  1. Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta penerapannya secara fleksibel.
  2. Memahami proses berpikir IPA dalam mempelajari proses dan gejala alam
  3. Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam.
  4. Memahami hubungan antar berbagai cabang IPA, dan hubungan IPA dengan matematika dan teknologi.
  5. Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum alam sederhana.
  6. Menerapkan konsep, hukum, dan teori IPA untuk menjelaskan berbagai fenomena alam.
  7. Menjelaskan penerapan hukum-hukum IPA dalam teknologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Memahami lingkup dan kedalaman IPA sekolah.
  9. Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan IPA.
  10. Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium IPA sekolah.
  11. Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas, laboratorium, dan lapangan.
  12. Merancang eksperimen IPA untuk keperluan pembelajaran atau penelitian
  13. Melaksanakan eksperimen IPA dengan cara yang benar.
  14. Memahami sejarah perkembangan IPA dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.
  IPS
  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir mata pelajaran IPS baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun global.
  2. Membedakan struktur keilmuan IPS dengan Ilmu-ilmu Sosial.
  3. Menguasai konsep dan pola pikir keilmuan dalam bidang IPS.
  4. Menunjukkan manfaat mata pelajaran IPS.
  Bahasa Indonesia
  1. Memahami konsep, teori, dan materi berbagai aliran linguistik yang terkait dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa.
  2. Memahami hakekat bahasa dan pemerolehan bahasa.
  3. Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
  4. Menguasai kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Memahami teori dan genre sastra Indonesia.
  6. Mengapresiasi karya sastra secara reseptif dan produktif.
  Bahasa Inggris
  1. Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Inggris (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).
  2. Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulis, reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).
21. Menguasai standar kompetensi

dan kompetensi dasar mata

pelajaran yang diampu.

 
22. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.  
23. Mengembangkan keprofesionalan

secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

23.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri

secara terus menerus.

 

23.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka

peningkatan keprofesionalan.

23.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk

peningkatan keprofesionalan.

23.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
24 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi dalam berkomunikasi.

24.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi untuk pengembangan diri

 

 

 


 

Lampiran-2.1.  Kompetensi Guru Mata BK SMP/MTs

 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSI GURU SMP/M.Ts

Kompetensi Pedagogik
Menguasai teori dan praksis pendidikan 1.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya sebagai makhluk individual, sosial, susila, bekerja dan berkeTuhanan Yang Maha Esa yang dikembangkan melalui pendidikan.

1.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa belajar berpusat pada individu, aktif, kreatif dan mandiri.

1.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa sasaran layanan pada dasarnya memiliki keberagaman budaya.

1.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling merupakan upaya pendidikan.

1.5    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memberikan contoh tentang aturan pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan.

 

Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta prilaku konseli 2.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengidentifikasi karakteristik tahap dan  tugas perkembangan sasaran layanan dalam pelaksanan bimbingan dan Konseling

2.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan tentang upaya penyaluran bakat, minat, dan kemampuan belajar sasaran layanan dalam bimbingan dan konseling.

2.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan penggunaan data tentang karakteristik dan keberagaman perilaku sasaran layanan bimbingan dan konseling.

2.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling berguna untuk memelihara kesehatan mental.

.

Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan 3.1     Memiliki wawasan tentang jalur pendidikan formal, non formal dan informal serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

3.2    Memiliki wawasan tentang jenis pendidikan umum, khusus, kejuruan, keagamaan dan kedinasan serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

3.3    Memiliki wawasan tentang jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan menengah, dan pendidikan tinggi serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

KOMPETENSI KEPRIBADIAN
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 4.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor menampilkan kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor menghormati, menghargai, dan membantu sesama yang sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing-masing

4.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam berbicara, berpenampilan, dan berbuat baik (jujur, sabar, ramah, dan ikhlas) terhadap sesama, sasaran layanan, orangtua, pimpinan, dan teman sejawat.

4.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor  memiliki emosi yang stabil dan dapat mengendalikan diri dalam berperilaku sehari-hari  dan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

4.5    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki kepekaan, empati dan toleransi tinggi terhadap individu yang mengalami stres dan frustasi dan berusaha membantu sasaran layanan.

4.6    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memberikan contoh tentang keberagaman serta perubahan pada individu.

Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih 5.1     Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi dalam pelayanan bimbingan dan konseling

5.2     Menghargai dan mengembangkan potensi positif individu pada umumnya dan sasaran layanan pada khususnya

5.3     Peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan sasaran layanan pada khususnya

5.4     Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya, yang meliputi komponen/unsur berikut:

5.5     1) Hakikat manusia, yaitu sebagai makhluk yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, paling sempurna dalam penciptaannya, paling tinggi derajatnya, khalifah di muka bumi, dan penyandang HAM. 2) Dimensi kemanusiaan, yaitu dimensi kefitrahan, keindividualan, kesosialan, kesusialaan, dan keberagamaan. 3) Pancadaya kemanusiaan, yaitu daya takwa, cipta, rasa, karsa dan karya

5.6     Toleran dan berempati terhadap permasalahan sasaran layanan

5.7     Bersikap demokratis dan memperlakukan orang lain sesuai hak-hak demokrasi mereka

Menunjukkan integritas dan stabilitas keperibadian yang kuat 6.1     Menampilkankepribadian dan perilaku yang terpuji (seperti berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten)

6.2     Menampilkan emosi yang stabil.

6.3     Peka, bersikap empati, serta menghormati keragaman dan perubahan

Menampilkan kinerja berkualitas tinggi 7.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor bertindak responsif/tanggap terhadap permasalahan sasaran layanan,memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara efisien untuk keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling

7.2     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki semangat, disiplin, dan mandiri dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling

7.3     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berpenampilan menyenangkan dan komunikatif dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelayanan bimbingan dan konseling.

7.4     Guru BK dapat berkomunikasi secara efektif

KOMPETENSI SOSIAL
Mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat kerja 8.1     Memahami dasar, tujuan, organisasi, dan peran pihak-pihak lain (guru, wali kelas, pimpinan sekolah/madrasah,komitesekolah/madrasah) di tempat bekerja

8.2     Mengkomunikasikan dasar, tujuan,dan kegiatan pelayanan bimbingan dankonseling kepada pihak-pihak lain di tempat bekerja

8.3     Bekerja sama denganpihak-pihak terkait di dalam tempat bekerja (seperti guru, orang tua, tenaga administrasi)

Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling 9.1     Memahami dasar, tujuan, dan AD/ART organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri dan profesi

9.2     MenaatiKode Etik profesi bimbingan dan konseling, terutama dalam hal:

9.2.1      Asas kerahasiaan dan kesukarelaan

9.2.2      Konselor tidak pernah memihak, kecuali kepada kebenaran

9.2.3      Motivasi altruistik, yaitu layanan diberikan pertama-tama untuk kepentingan dan kebahagiaan sasaran yang dilayani

9.2.4      Keputusan tentang apa yang hendak dilakukan diambil oleh sasaran layanan sendiri

9.2.5      Pelayanan prima untuk sasaran layanan

9.3     Aktif dalam organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri danprofesi

Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi 10.1  Mengkomunikasikan aspek-aspekprofesional bimbingan dan konseling kepada  organisasi profesi lain

10.2  Memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling

10.3  Bekerjadalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional profesi lain.

10.4  Melaksanakan referalkepada ahli profesi lain sesuai dengan keperluan

KOMPETENSI PROFESIONAL
Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli 11.1     Menguasai hakikat asesmen, terutama berkaitan dengan penilaian hasil belajar dan pengungkapan masalah yang dialami sasaran layanan

11.2     Memilihteknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling

11.3     Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dankonseling

11.4     Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dialamisasaran layanan, seperti instrumen AUM (Alat Ungkap Masalah), ITP (Inventory Tugas Perkembangan)

11.5     Memilihdan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapankemampuan dasar dan kecenderungan pribadisasaran layanan, seperti teknik sosiometri, instrumen pengungkatan bakat dan minat, instrumen locus ofcontrol , self esteem

11.6     Memilihdan mengadministrasikan instrumen

11.7     untuk mengungkapkankondisi aktualsasaran layanan berkaitan dengan lingkungan, seperti angket tentang kondisi fisik dan kondisi sosio-emosional dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah

11.8     Mengakses data dokumentasi tentang sasaran layanan dalam pelayanan bimbingan dan konseling, terutama data dari himpunan data (cumulative record)

11.9     Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat

11.10  Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen

Menguasai kerangka teoritik dan praksis bimbingan dan konseling 12.1     Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu bahwa pelayanan bimbingan dan konseling adalah untuk:

1.1.   pengembangan KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari) sasaran layanan dan;

1.2.   penanganan KES-T (Kehidupan Efektif Sehari-hari yang Terganggu) sasaran layanan

12.2     Mengaplikasikan arahprofesi bimbingan dan konseling, yaitu arah pengembangan KES dan penanganan KES-T

12.3     Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu terutama bahwa pelayanan bimbingan dan konseling didasarkan pada:

12.3.1    Kondisi diri dari pribadi sasaran layanan yang unik

12.3.2    Pengaruh lingkungan dan budaya terhadap sasaran layanan

12.3.3    Penerapan prinsip dan asas yang tepat

12.3.4    Penggunaan pendekatan, metode dan teknik yang tepat

12.3.5    Motivasi altruistik dan kode etik profesi

12.4     Mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja, terutama berkenaan dengan

12.4.1    Landasan, tujuan dan struktur lembaga

12.4.2    Aturan tata kerja yang diberlakukan

12.4.3    Tata aturan nilai dan moral yang digunakan

12.4.4    Prasarana dan sarana yang dapat dimanfaatkan

12.4.5    Hubungan kesejawatan yang perlu dibina

12.5     Mengaplikasikan pendekatan /model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu terutama:

12.5.1    Jenis-jenis layanan (layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konsultasi, mediasi, dan advokasi)

12.5.2    Jenis kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alihtangan kasus)

12.6     Mengaplikasikan dalam praktik  format pelayanan bimbingan dankonseling, yaitu format individual, kelompok, klasikal, lapangan, kolabiratif, dan jarak jauh

Merancang program bimbingan dan konseling 13.1  Menganalisis kebutuhan sasaran layanan, yaitu kebutuhan dalam bidang pengembangan:

13.1.1   Kemampuan pribadi

13.1.2   Kemampuan sosial

13.1.3   Kemampuan belajar

13.1.4   Kemampuan persiapan karir

13.1.5   (No.13. 1.1. s.d. No.13. 1.4. untuk peserta didik prasekolah, pendidikan dasar dan menengah)

13.1.6   Kehidupan berkeluarga

13.1.7   Kehidupan beragama

13.1.8   Kehidupan berkewarganegaraan

13.1.9   (No.13.1.1. s.d. No.13. 1.7. untuk peserta didik s.d. perguruan tinggi dan orang dewasa/warga masyarakat luas)

13.2  Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didiksecara komprehensif dengan pendekatan perkembangan, yaitu :

13.2.1   Program tahunan

13.2.2   Program semesteran

13.2.3   Program bulanan

13.2.4   Program mingguan

13.2.5   Program harian

13.3  Menyusun rencana pelaksanaanprogram bimbingan dan konseling, yaitu program harian yang dilengkapi dengan:

13.3.1   Satuan layanan (SATLAN)

13.3.2   Satuan pendukung (SATKUNG)

13.3.3   Laporan pelaksanaan program (LAPELPROG)

13.4  Merencanakansarana dan biaya penyelenggaraan programbimbingan dan konseling, terutama untuk:

13.4.1   Penyelenggaraan administrasi instrumen dalam rangka need assessment

13.4.2   Pelaksanaan pelayanan kelompok di luar jam pembelajaran terjadwal

13.4.3   Kunjungan rumah

13.4.4   Penyelenggaraan kantor dan kegiatan administrasi

13.4.5   Pengembangan profesional Guru BK atau Konselor

Mengimplementasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif 14.1     Melaksanakan program bimbingan dan konseling, yaitu program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian

14.2     Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dankonseling, yaitu konsultasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat memberikan fasilitas bagi kepentingan sasaran layanan, tanpa mencederai kode etik profesi

14.3     Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dansosial sasaran layanan, yaitu dalam bidang-bidang pelayanan untuk sasaran layanan pada satuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar dan menengah

14.4     Mengelola sarana dan biaya  programbimbingan dan konseling, yaitu sebagaimana telah direncanakan terlebih dahulu untuk berbagai keperluan pelayanan

14.5     Melayani sasaran layanan di luar kegiatan yang telah diprogramkan, yaitu sasaran layanan di luar siswa asuh yang telah ditetapkan dan datang sewaktu-waktu di luar perencanaan

Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling 15.1     Melakukan evaluasi hasil, proses,dan program bimbingan dan konseling, dengan arah pokok:

15.2     Penilaian hasil dengan fokus AKURS, yaitu dikuasainya : A (Acuan), K (Kompetensi), U (Usaha), R (Rasa) dan S (Kesungguhan) untuk berperilaku KES

15.3     Penilaian proses, yaitu dicapainya kualitas P (planing=perencanaan), O (organizing=pengorganisasian), A (actuating=pelaksanaan), C (controlling=penilaian), dan T (tindak lanjut) yang memenuhi kriteria

15.4     Penilaian program, yaitu dicapainya kualitas program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian yang memenuhi kriteria

15.5     Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu:

15.5.1       Penyesuaian pelayanan bimbingan dan konseling terhadap permasalahan dan kebutuhan sasaran layanan

15.5.2       Penyesuaian pelayanan bidang bimbingan dan konseling terhadap pelayanan bidang lainnya, seperti bidang pengajaran

15.5.3       Penyesuaian terhadap hasil penilaian, berupa kegiatan tindak lanjut

15.6     Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dankonseling kepada pihak terkait, yaitu:

15.6.1         Hasil penilaian hasil layanan diinformasikan kepada sasaran layanan

15.6.2         Hasil penilaian program dan proses diinformasikankepada sejawat dalam bidang bimbingan dan konseling

15.6.3         Prospek tindak lanjut diinformasikan kepada pihak terkait tanpa melanggar kode etik profesi

15.7     Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling, yaitu untuk peningkatan mutu program, proses, dan hasil pelayanan, serta untuk peningkatan kerjasama antar sejawat personil lembaga, dan profesi

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika professional 16.1     Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasanpribadi dan profesional

16.2     Menyelenggarakan pelayanansesuai dengan kewenangandan kode etikprofesionalkonselor, yaitu hanya menangani individu normal, tidak menangani penyakit, peristiwa kriminal, keabnormalan akut, ilmu sihir, dan pengedaran narkoba

16.3     Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut  dengan masalah konseli

16.4     Melaksanakan referalsesuai dengan keperluan

16.5     Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi, terutama tentang kemartabatan profesi, yaitu terlaksananya:

16.5.1    Pelayanan yang bermanfaat

16.5.2    Pelaksana yang bermandat

16.5.3    Pengakuan yang sehat dari pemerintah dan masyarakat

16.6     Mendahulukan kepentingan sasaran layanandaripada kepentinganpribadi konselor (motivasi altruistik)

16.7     Menjagakerahasiaan sasaran layanan

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling 17.1     Memahami berbagai jenis dan metode penelitian

17.2     Mampu merancang penelitian  bimbingan dan konseling

17.3     Melaksaanakan penelitian bimbingan dan konseling

17.4     Memanfaatkan hasil penelitian  dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 1,462,119 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 151 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers

%d bloggers like this: