Belajar jadi Guru

Archive for the ‘English Teaching Methods’ Category


Berikut kami unggah Modul Suplemen KKG  BERMUTU  untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Sebagian materi telah kami cuplikan pada postingan sebelumnya. Ini adalah file-nya yang lengkap

Metodologi pembelajaran bahasa Indonesia

Sumber : docstoc.com


Berikut kami unggah sebuah modul yang sangat bagus yang berisi pengetahuan dasar  yang harus dikuasai oleh guru bahasa khususnya bahasa Indonesia. Semoga modul ini bermanfaat bagi rekan rekan semua.

Modul PLPG Mapel Bahasa-Indonesia Smp Rayon 12 Unnes Semarang 2008

Sumber : http://www.scribd.com


Aplikasi  Metode dan Teknik-Teknik Pembelajaran Bahasa (Indonesia)

1. Pembelajaran Mendengar

Metode pengajaran mendengarkan yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Audiolingual; b. Metode Komunikatif; c. Metode Integratif.  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran mendengarkan yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Mendengarkan Cerita

Tujuan:

Siswa dapat memaknai dengan cermat, cepat, dan tepat tentang cerita yang didengarnya. Siswa mendengarkan cerita yang diputar atau dilisankan.

Alat yang digunakan:

Kaset cerita dan tape recorder. (Kegiatan teknik pembelajaran ini dapat dilaksanakan secara persorangan maupun kelompok)

Cara pelaksanaan:

(1) guru memberikan pengantar singkat tentang pelaksanaan teknik pembelajaran hari itu,

(2) putarkanlah kaset cerita yang cocok dengan siswa,

(3) siswa mendengarkan cerita yang diputar tersebut,

(4) siswa secara berkelompok mengidentifikasikan cerita berdasarkan tempat, pelaku (siapa dengan siapa), waktu, tentang apa, mengapa, bagaimana, dan bermakna apa, (5) siswa mendiskusikan hasil identifikasi ke dalam kelompok,

(6) siswa melaporkan hasil diskusi tersebut di depan kelas dan kelompok lain memberikan penilaian,

(7) siswa menyimpulkan dan merefleksi pembelajaran yang mereka lakukan pada hari itu.

b) Mendengarkan Berantai

Tujuan:

Siswa dapat memahami informasi yang dibisikkan oleh temannya dengan cermat, cepat, dan tepat. Siswa mendengarkan informasi yang disampaikan teman kemudian menyampaikan informasi yang didengar ke teman sebelahnya secara berantai dalam kelompok.

Alat yang digunakan:

Catatan informasi singkat, panjang, dan tidak beraturan (ada tiga catatan informasi yang direkayasa). (Kegiatan teknik pembelajaran ini dapat dilaksanakan secara kelompok)

Cara pelaksanaan:

(1) guru memberikan pengantar singkat tentang pelaksanaan teknik pembelajaran hari itu,

(2) siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan anggota per kelompok sama jumlahnya,

(3) siswa dalam kelompok diatur dengan berjajar ke samping atau ke belakang,

(4) setelah posisi siswa sesuai dengan yang diharapkan, guru memanggil siswa yang paling depan atau paling kanan/kiri untuk membaca catatan informasi yang ditunjukkan guru secara rahasia,

(5) siswa yang menerima informasi tersebut secara cepat membisikkan informasi ke teman belakangnya atau sampingnya (berdasarkan posisi kelompok),

(6) secara berantai siswa membisikkan ke teman berikutnya secara bergantian,

(7) siswa yang paling belakang mengucapkan dengan keras informasi yang diterimanya dari teman depannya,

(8) siswa depan mencocokkan dengan informasi yang asli

(9) berikutnya, guru dapat mengulang dengan informasi yang berjenis-jenis (beberapa informasi) ke dalam satu kelompok secara bertahap,

(10) siswa menyimpulkan tentang kegiatan yang baru mereka laksanakan dan merefleksi pembelajaran yang mereka lakukan pada hari itu.

2.  Pembelajaran Berbicara

Metode Pengajaran berbicara yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain:

a. Metode Audiolingual;

b. Metode Produktif;

c. Metode Langsung;

d. Metode Komunikatif;

e. Metode Integratif;

f. Metode Partisipatori.

Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran berbicara yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Bermain Peran

Tujuan:

Siswa dapat memerankan tokoh tertentu dengan ucapan yang tepat. Siswa menirukan gaya tokoh yang diidentifikasikan dengan ucapan yang mirip atau sama.

Alat yang diperlukan:

Lembar folio kosong. (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa membagi diri ke dalam kelompok,

(3) siswa mengidentifikasikan tokoh yang akan diperankan,

(4) siswa memerankan tokoh di depan kelompok lain,

(5) kelompok lain memberi komentar tentang peran dari anggota kelompok lain,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu

b) Cerita Berangkai

Tujuan:

Siswa dapat melanjutkan cerita yang disampaikan temannya dengan tepat dan dalam lingkup topik yang sama. Satu kelompok (5 orang) berdiri di depan kelas kemudian bercerita tentang topik tertentu yang diawali dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.

Alat yang diperlukan:

Buku catatan (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa membagi kelompok,

(3) kelompok menentukan topik yang akan dibawakan di depan kelas,

(4) siswa bercerita secara berangkai di depan kelas,

(5) kelompok lain memberi komentar tentang cerita berangkai temannya,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

c) Menerangkan Obat/Makanan/Minuman/Benda Lainnya

Tujuan:

Siswa dapat menjelaskan sesuatu secara runtut dan benar. Siswa menerangkan sebuah benda yang sudah mereka kenal. Dalam waktu singkat mereka menerangkan mengenai karakter benda tersebut. Benda dapat berupa minuman, obat-obatan, makanan, tas, sepatu, dan lain-lain.

Alat yang diperlukan:

Botol obat, botol minuman, makanan instant, tas, bolpoint, dan lain-lain. (Kegiatan dilakukan secara kelompok).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu,

(2) siswa mengambil benda yang mereka kenal,

(3) dalam waktu dua menit, secara bergantian siswa menerangkan karakteristik benda yang mereka bawa ke dalam kelompok,

(4) siswa lain memberi komentar tentang penjelasan temannya,

(5) siswa merefleksikan proses pembelajaran yang mereka alami,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

3.  Metode Pembelajaran Membaca

Metode pengajaran membaca yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Membaca b. Metode Komunikatif c. Metode Integratif d. Metode Tematik e. Metode Kuantum f. Metode Partisipatori  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran membaca yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Mengubah Bacaan ke dalam Gambar

Tujuan:

Siswa dapat memaknai bacaan dengan cara membuat gambar menurut persepsinya. Siswa membaca sebuah bacaan. Kemudian, siswa membuat gambar yang dapat menampung isi bacaan.

Alat yang digunakan:

Teks bacaan dan alat tulis menulis. (Kegiatan tersebut dapat dilakukan perseorangan maupun kelompok).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan pengantar mengenai teknik pembelajaran mengubah bacaan ke dalam gambar,

(2) guru membagikan teks bacaan kepada masing-masing siswa,

(3) siswa mulai membaca, setelah itu langsung menuangkan ke dalam gambar,

(4) siswa memberikan makna gambar tersebut,

(5) siswa mempresentasikan hasil pemaknaan yang mereka buat,

(6) siswa lain mengomentari presentasi temannya,

(7) guru memberikan refleksi hasil pembelajaran hari itu.

b) Membaca Bergantian

Tujuan:

Tujuan teknik pembelajaran membaca bergantian adalah agar siswa dapat membaca bersuara sesuai dengan intonasi dan lafal dengan tepat. Siswa dengan bersuara membaca tiap paragraf secara bergantian dengan pasangannya.

Alat yang diperlukan:

Teks bacaan. (Kegiatan ini dilakukan secara berpasangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan penjelasan singkat tentang pembelajaran hari itu,

(2) guru mengajak siswa untuk berpasangan,

(3) siswa membuka buku bacaan dan membaca pada bab yang sudah ditentukan dengan bersuara,

(4) siswa (pasangannya) menyimak dan memberikan penilaian kepada pasangannya yang sedang membaca,

(5) siswa saling berdiskusi mengenai kekurangan masing-masing baik intonasi dan lafal dalam membaca,

(6) siswa mengomentari hasil pembelajaran tersebut,

(7) guru merefleksikan kegiatan hari itu.

c) Membaca Memindai

Tujuan:

Siswa dapat menemukan secara cepat kata, nomor, lambang, dan apa saja yang dibutuhkan dari daftar panjang, pengumuman, iklan, daftar telepon, dan nomor acak. Siswa dalam melakukan kegiatan membaca disuruh menemukan nomor, gambar, atau kata yang dianggap penting.

Alat yang digunakan:

Daftar kata, nomor, gambar, atau simbol. (Kegiatan dilakukan secara perorangan).

Cara menerapkan:

(1) guru memberikan sedikit pengantar tentang teknik membaca memindai,

(2) guru memberikan daftar kata, nomor, atau simbol (pilih salah satu),

(3) siswa mengidentifikasi daftar sambil memberi tanda garis bawah pada yang dianggap penting berdasarkan pertanyaan yang diberikan, misalnya

cari nomor telepon 4266532,

(4) siswa melaporkan hasilnya di depan kelas,

(5) siswa lain mengomentari hasil presentasi temannya,

(6) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

d) Membaca Ekstensif

Tujuan:

Siswa dapat mengintegrasikan isi bacaan dari berbagai bacaan dalam topik yang sama. Siswa menjelaskan inti bacaan menurut persepsinya masing-masing setelah membaca topik yang sama dari berbagai bacaan (koran, majalah, buku teks, dan buku pengetahuan tentang topik yang sama).

Alat yang digunakan:

Berbagai macam bacaan yang berbeda-beda dalam topik yang sama.

Cara menerapkannya:

(1) guru memberikan penjelasan mengenai teknik pembelajaran membaca ekstensif,

(2) guru memberikan masing-masing siswa bacaan dengan topik yang sama, antara siswa yang satu dengan yang lain tetapi berbeda sumber (ada yang dari koran, majalah, dsb),

(3) dalam waktu tertentu bacaan secara bergilir saling dipertukarkan,

(4) siswa memberikan penjelasan inti dari masing-masing bacaan yang mereka baca,

(5) siswa lain memberikan tanggapan mengenai penjelasan temannya,

(6) guru memberikan refleksi kegiatan hari itu.

4. Metode Pembelajaran Menulis

Metode pengajaran menulis yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Produktif b. Metode Komunikatif c. Metode Integratif d. Metode Tematik e. Metode Kuantum f. Metode Partisipatori g. Metode Konstruktif.  Dari metode di atas ada beberapa teknik pembelajaran berbicara yang dapat diterapkan di SD, antara lain:

a) Menulis dari Gambar

Teknik pembelajaran menulis dari gambar bertujuan agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan gambar yang dilihat. Misalnya, guru menunjukkan gambar kebakaran yang melanda sebuah desa. Dari gambar tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan gambar. Alat yang dibutuhkan adalah gambar-gambar yang bervariasi sesuai dengan tema pembelajaran, yang berukuran sama dengan kalender besar. Teknik ini dapat dijalankan secara persorangan maupun secara kelompok

Cara menerapkan:

(1) guru menyampaikan pengantar,

(2) guru menempelkan beberapa gambar di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat gambar tersebut, siswa mulai mengidentifikasi gambar dan dari identifikasi itu siswa membuat tulisan secara runtut dan logis,

(4) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya, dan

(5) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.  Upayakan gambar yang disajikan sesuai dengan tema pembelajaran yang dipelajari pada minggu itu. Guru dapat memilih gambar yang cocok dengan karakteristik kelas. Gambar yang telah digunakan siswa dapat ditarik kembali untuk bahan pembelajaran berikutnya.

b) Menulis Objek Langsung

Tujuan:

Agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan objek yang dilihat. Guru menunjukkan objek kepada siswa di depan kelas, misal boneka, vas bunga, mobil-mobilan, dan lain-lain. Dari objek tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarka objek yang dilihatnya. Alat yang dibutuhkan adalah objek-objek yang bervariasi sesuai dengan tema pembelajaran. Teknik ini dapat dijalankan secara perseorangan maupun secara berkelompok.

Cara menerapkan:

(1) guru menyampaikan pengantar,

(2) guru memajang beberapa objek di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat objek tersebut, siswa mulai mengidentifikasi objek,

(4) siswa membuat tulisan secara runtut dan logis,

(5) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya, dan

(6) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.

c) Pembandingan Objek Langsung

Teknik pembelajaran ini bertujuan agar siswa dapat menulis perbandingan berdasarkan objek yang dilihat. Misalnya, guru menunjukkan dua benda (objek) yang sama tetapi berbeda bentuk, warna, fungsi, dan lain-lain. Siswa menulis dengan cara membandingkan dua objek yang telah diidentifikaikannya. Dari objek tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan objek yang dilihat.

Alat yang dibutuhkan

adalah benda-benda yang bervariasi sesuai denga tema pembelajaran. Teknik ini dapat dijalankan baik perorangan maupun kelompok.

Cara menerapkan:

(1) Guru menyampaikan pengantar,

(2) guru memajang dua benda  (objek) yang sama namun lain warna, fungsi, bentuk, dan lain-lain di depan kelas,

(3) setelah siswa melihat objek tersebut, siswa mulai mengidentifikasi objek,

4) siswa menulis perbandingan secara runtut dan logis,

(5) guru bertanya kepada siswa tentang alasan tulisan yang dibuatnya.

(6) guru merefleksikan pembelajaran tersebut.

d) Meneruskan Tulisan

Dari teknik pembelajaran meneruskan tulisan, diperoleh kemampuan siswa dalam melengkapi ide atau gagasan secara baik dalam sebuah tulisan melalui penambahan beberapa paragraf. Dalam proses melengkapi tersebut, siswa berada dalam kondisi senang, ceria, dan penuh dengan tantangan dalam komunitas belajar yang kompetitif.

Alat yang digunakan adalah lembaran fotokopi tulisan yang belum selesai gagasannya, (tulisan tersebut semestinya 10 paragraf tetapi yang 3 paragraf terakhir dibuang) kemudian siswa menambahkan paragraf sesuai dengan idenya. Fotokopi sesuai dengan jumlah siswa. Pelaksanaan teknik ini dapat berupa persorangan atau kelompok.  Biasakan sebelum memulai, siswa dikondisikan melalui kegiatan persepsi lewat berbagai cara, misalnya nyanyian, puisi, permainan, dan gerakan. Dalam pelaksanaan teknik ini :

(1) guru memberikan persepsi atau pengantar,

(2) bagi kelompok (kalau penerapannya dalam kelompok),

(3) guru memberikan rambu-rambu pelaksanaan,

(4) guru memberikan lembar fotokopi kepada siswa,

(5) setelah diberi waktu dan aba-aba, siswa mengerjakan tugas berupa meneruskan tulisan yang belum selesai dengan idenya sendiri

(6) setelah waktu yang diberikan habis, siswa melaporkan hasilnya di depan kelas,

(7) guru bertanya kepada siswa alasan tulisan tersebut, dan

(8) guru merefleksikan hasil kegiatan tersebut.

Sumber : Modul KKG BERMUTU  Bahasa Indonesia SD


1) Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Pembelajaran langsung adalah istilah yang sering digunakan untuk teknik pembelajaran Ekspositoris , atau teknik penyampaian semacam kuliah (sering juga digunakan istilah “chalk and talk ”).  Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam staretgi ini guru memegang peran yang sangat dominan. Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur. Diharapkan apa yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Metode pembelajaran dengan kuliah dan demonstrasi merupakan bentuk-bentuk strategi pembelajaran langsung.

2) Strategi Pembelajaran Cooperative Learning

Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Strategi pembelajaran  Cooperative Learning  mulai populer akhir-akhir ini. Melalui Cooperative Learning   siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling bantu. Yang cepat harus membantu yang lambat karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan  kelompok. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok, dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan kelompok. Oleh karena itu, setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. Beberapa penulis seperti Slavin, Johnson, & Johnson, mengatakan ada komponen yang sangat penting dalam strategi pembelajaran cooperative  yaitu kooperatif dalam mengerjakan tugas-tugas dan kooperatif dalam memberikan dorongan atau motivasi.  Slavin, Abrani, dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa perspektif, yaitu perspektif sosial, perspektif perkembangan kognitif dan perspektif elaborasi kognitif. Perspektif motivasi, artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya.  Perspektif sosial artinya bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok, merupakan iklim yang bagus, di mana setiap anggota kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan

Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. Elaborasi kognitif, artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya.

3) Strategi Pembelajaran Problem Solving

Mengajar memecahkan masalah berbeda dengan penggunaan pemecahan masalah sebagai suatu strategi pembelajaran. Mengajar memecahkan masalah adalah mengajar bagaimana siswa memecahkan suatu persoalan, misalkan memecahkan soal-soal matematika. Sedangkan strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah teknik untuk membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan masalah. Dengan demikian perbedaan keduanya terletak pada kedudukan pemecahan masalah itu. Mengajar memecahkan masalah berarti pemecahan masalah itu sebagai isi atau content  dari pelajaran, sedangkan pemecahan masalah adalah sebagai suatu strategi. Jadi, kedudukan pemecahan masalah hanya sebagai suatu alat saja untuk memahami materi pembelajaran.  Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah:

Pertama , siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil;

Kedua , pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mendukung persoalan-persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara pemecahanya;

Ketiga , siswa mnggunakan banyak pendekatan dalam belajar;

Kempat , hasil dari pemecahan maslah adalah tukar pendapat (sharing ) di antara semua siswa.

4) Strategi Mengulang

Strategi mengulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi tertentu untuk menghafal saja. Contoh lain dari strategi sederhana adalah menghafal nomor telepon, arah tempat, waktu tertentu, daftar belanjaan, dan sebagainya. Memori yang sudah ada di pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek, seketika, dan sederhana.   Penyerapan bahan belajar yang lebih kompleks memerlukan strategi mengulang kompleks. Menggarisbawahi ide-ide kunci, membuat catatan pinggir, dan menuliskan kembali inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari mengulang kompleks. Strategi tersebut tentunya perlu diajarkan ke siswa agar terbiasa dengan cara demikian.

5) Strategi Elaborasi

Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Dengan strategi elaborasi, pengkodean lebih mudah dilakukan dan lebih memberikan kepastian. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada.  Beberapa bentuk strategi elaborasi adalah pembuatan catatan, analogi, dan PQ4R. Pembuatan catatan adalah strategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dipunyai sebelumnya dengan informasi baru yang didapat melalui proses mencatat. Dengan mencatat, siswa dapat menuangkan ide baru dari percampuran dua informasi itu.  Analogi merupakan cara belajar dengan pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan persamaan antara ciri pokok benda atau ide, misalnya otak kiri mirip dengan komputer yang menerima dan menyimpan informasi.  P4QR merupakan strategi yang digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. P4QR singkatan dar Preview (membaca selintas dengan cepat), Question (bertanya), dan 4R singkatan dari read, reflect, recite, dan review atau membaca, merefleksi, menanyakan pada diri sendiri, dan mengulang secara menyeluruh. Strategi PQ4R merupakan strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi bacaan.

6) Strategi Organisasi

Strategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru. Strategi organisasi terdiri atas pengelompokan ulang ide-ide atau istilah menjadi subset yang lebih kecil. Strategi tersebut juga berperan sebagai pengindentifikasian ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Bentuk strategi organisasi adalah Outlining, yakni membuat garis besar. Siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama.  Mapping, yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep, dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai satu strategi, elaborasi atau organisasi. Mnemonics membantu dengan membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan informasi menjadi memori kerja. Strategi Mnemonics terdiri atas pemotongan, akronim, dan kata berkait.

Sumber: Modul KKG BERMUTU Bahasa Indonesia SD

DVD Conversation Bahasa Inggris berformat MP3 dan PDF, bisa diputar di HP dan Komputer. Cukup Rp. 150.000,- saja. Info lebih lengkap, klik iklan dibawah ini:

BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat


1) Metode Audiolingual

Metode audiolingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). Metode itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Padahal untuk kepentingan tertentu, perlu penguasaan bahasa dengan cepat. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu, bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata, dan pelatihan pola-pola kalimat berkali-kali secara intensif. Guru meminta siswa untuk mengulang-ulang sampai tidak ada kesalahan.  Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah :

(a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca,

(b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya,

(c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan,

(d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas, dan

(e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan

2) Metode Komunikatif

Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami, ditulis, diutarakan, atau disajikan ke dalam nonlinguistis. Sepucuk surat adalah sebuah produk. Demikian pula sebuah perintah, pesan, laporan, atau peta, juga merupakan produk yang dapat dilihat dan diamati. Dengan begitu, produk-produk tersebut dihasilkan melalui penyelesaian tugas yang berhasil.  Contohnya menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan itu dapat dipecah menjadi:

(a) memahami pesan,

(b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan,

(c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi,

(d) membuat catatan,

(e) menyusun catatan secara logis, dan

(f) menyampaikan pesan secara lisan. Dengan begitu, untuk materi bahasan penyampaian pesan saja, aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik, mendalam, dan membuat siswa lebih intensif.

3) Metode Produktif

Metode produktif diarahkan pada berbicara dan menulis. Siswa harus banyak berbicara atau menuangkan gagasannya. Dengan menggunakan metode produktif diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan yang terdapat dalam pikirannya ke dalam keterampilan berbicara dan menulis secara runtun. Semua gagasan yang  disampaikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Yang dimaksud dengan komunikatif di sini adalah adanya respon dari lawan bicara. Bila kita berbicara lawan bicara kita adalah pendengar, bila kita menulis lawan bicara kita adalah pembaca.

4) Metode Langsung

Metode langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. Tujuan metode langsung adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat.  Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi, peragaan, gerakan, serta mimik secara langsung.

5) Metode Partisipatori

Metode pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Dengan berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator.  Dalam metode partisipatori siswa aktif, dinamis, dan berlaku sebagai subjek. Namun, bukan berarti guru harus pasif, tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi belajar siswa dengan suara, gambar, tulisan dinding, dan sebagainya. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi, pandai berperan sebagai moderator dan kreatif. Konteks siswa menjadi tumpuan utama.

6) Metode Membaca

Metode membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar siswa.  Berikut langkah-langkah metode membaca:

(1) pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Hal ini diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat

(2) Penyajian bacaan di kelas. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit (untuk mempercepat waktu, bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya)

(3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab

(4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru

(5) Pembicaraan kosakata yang relevan

(6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah, skema, diagram, ikhtisar, rangkuman, dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan.

7) Metode Tematik

Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas, kontemporer, konkret, dan konseptual.  Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Begitu pula isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Apa yang terjadi sekarang  di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. Tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman.

8) Metode Kuantum

Quantum Learning (QL) merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov. QL mengutamakan kecepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Gaya belajar mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatu dapat berarti setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi, serta sejauh mana guru mengubah lingkungan, presentasi, dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan landasan dan kerangka untuk belajar. Dengan begitu, pembelajar dapat mememori, membaca, menulis, dan membuat peta pikiran dengan cepat.

9) Metode Diskusi

Diskusi adalah proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. Setiap anggota kelompok saling bertukar ide tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah,menjawab suatu pertanyaan, menambah pengetahuan atau pemahaman, atau membuat suatu keputusan. Apabila proses diskusi melibatkan seluruh anggota kelas, pembelajaran dapat  terjadi secara langsung dan bersifat student centered  (berpusat pada siswa). Dikatakan pembelajaran langsung karena guru menentukan tujuan yang harus dicapai melalui diskusi, mengontrol aktivitas siswa serta  menentukan fokus dan keberhasilan pembelajaran. Dikatakan berpusat kepada siswa karena sebagian besar input  pembelajaran berasal dari siswa, mereka secara aktif dan meningkatkan belajar, serta mereka dapat menemukan hasil diskusi mereka.

10)  Metode Kerja Kelompok Kecil (Small-Group Work)

Mengorganisasikan siswa dalam kelompok kecil merupakan metode yang banyak dianjurkan oleh para pendidik. Metode ini dapat dilakukan untuk mengajarkan materi-materi khusus. Kerja kelompok kecil merupakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Siswa dituntut untuk memperoleh pengetahunan sendiri melalui bekerja secara bersama-sama. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. Yang ingin diperolah melalui kerja kelompok adalah kemampuan interaksi sosial, atau kemampuan akademik atau mungkin juga keduanya

Sumber : Modul KKG BERMUTU  Bahasa Indonesia SD


Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 1,319,678 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers