Belajar jadi Guru

Archive for July 2010


Seorang supir udah beberapa tahun ikut boss seorang bule yg berprinsip TIME IS MONEY… Tentu aja supirnya kecewa sama bule itu, makanya si supir bilang : “little little me, little little me, salary is not up up… (dikit dikit gue, dikit dikit gue, gaji kagak naik-naik, enak aja).

Si sopir lagi nungguin si bule koq nggak nongol2 akhirnya dia tinggal pulang. Lalu ketika si bule marah2, si sopir bilang: “I go look look, mister no. I come back come back there, mister no. So I go home…” (saya pergi lihat lihat, tuan nggak ada. Saya kembali kembali kesana, tuan nggak ada. Jadi saya pulang kerumah)

=========================================
Gue kaget banget kemaren ini pas lewat di depannye kelurahan, ngebace spanduk nyang isinye: “SAVE THE COUNTRY, HANG TNI…. SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI” Usut punye usut, ternyate nyang dimaksud ialah: “Keselametan negare, tergantung TNI… keselametan rakyat, tergantung POLRI”. Bujubuneng, rupenye si Lurah nyang baru ikutan kursus bahase Inggris tapi udah nekat buat tampil beda!

=========================================
Seorang supir lagi nyetirin boss bule Amrik, kebetulan lagi sial. Mobilnya nyodok kendaraan di depannya karena mendadak berhenti. Dengan terbata2 ia minta maaf kpd si boss :
“Sorry Sir, I brake brake, do not eat. After I check the wheel no flower again.” (maaf pak, saya rem-rem nggak makan, setelah saya cek rodanya nggak ada kembangannya lagi)

Begitu si Boss mau ikutan ribut sama yg ditabrak si supir bilang :
“Don’t follow mix, Sir! The bring that car if not wrong is the children fruit from manager moneys, he stupid doesn’t play! Let he know taste.”

Nggak usah ikut campur Pak! Yg bawa mobil itu kalo nggak salah anak buah dari manajer keuangan, dia emang gobloknya bukan main! Biar dia tahu rasa.”)

Besoknya si supir gak masuk kerja, terus pas lusanya dia masuk.
Si boss bule nanya, “Why you’re not coming?”
Supir: “I am sorry boss, my body is not delicious, my body taste like enter the wind.” (maaf boss, badan saya tidak enak, badan saya rasanya seperti masuk angin)
=========================================

Suatu hari ada bule kehilangan sepeda motornya yg dia parkir didepan toko di sekitar jalan Malioboro, Yogya. Lalu dia bertanya ke Paijo, yg saat itu kebetulan berada di tempat parkir, apakah dia ngeliat org yg ngambil sepeda motornya.

Paijo: “Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without any wet expire.” (Iya, dia pakai ke-meja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi).

Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati si bule tadi :
Sir, different river, if park bicycle motor liver-liver, yes?”
(Tuan, lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya?”).

Si bule itu diam saja karena nggak tau mau jawab apa, sehingga Paijo jadi ngedumel, “Basic bule!” (“Dasar bule!”)

Karena tambah nggak tau harus ngomong apa lagi, si bule trus ngeloyor pergi, dan dengan PD-nya Paijo bilang, “Breasttttt!” sambil melambaikan tangannya. Maksudnya: “Dadaaaaa”…………………

Sumber : anonim


KUIS KREATIF

KUIS KREATIF

1. Mengubah Satu Huruf

PERINTAH : Jawablah pertanyaan di bawah ini pada kotak yang berada di sampingnya. Ingatlah, jawaban itu harus mengubah satu huruf dari kata yang ada di atasnya.

P A S I R Kerikil yang halus sekali
Tempat pembayaran di toko
Alas tidur
Lawan kata halus
Tempat jual beli
Yang membatasi halaman rumah
Memperbaiki kembali sebuah bangunan
Berjalan berkeliling
Suram, pucat warnanya
Cekungan di tengah-tengah perut
Tempat yang terletak di bagian tengah
Maju sekali
Tidik licin
Jengkel
Tahan penyakit
Makanan khas Turki
Alat musik gesek dari Jawa
Karena

2. Siapakah Saya

Pertanyaan : Siapakah saya? Tebaklah saya berdasarkan keterangan di bawah ini.

a.

Sebagai pemain sepak bola saya dikenal dengan tendangan bebas saya yang keras dan akurat. Kalau kamu ingat saya, pernah lo saya menciptakan gol dari tengah lapangan di kompetisi liga Inggris. Saya juga mampu memberi umpan silang yang akurat buat teman-teman saya yang mau mencetak gol. Di tim nasional Inggris kini saya dipilih menjadi kapten tim. Oya, kamu kenal kan grup Spice Girls? Nah, istri saya adalah anggota Spice Girls. Siapakah saya?

b.

Saya seorang artis cilik. Saya bisa menyanyi, bermain musik, dan tari balet. Saya juga pernah main film layar lebar. Di film itu saya berperan sebagai anak baru di sekolah dan dimusuhi oleh sekelompok anak nakal. Sebagai penyanyi, lagu saya yang terkenal adalah Kembali ke Sekolah. Siapakah saya?

3. Melanjutkan suku kata

Buatlah kata sebanyak mungkin dengan cara melanjutkan suku kata berikut ini MENJADI KATA.

a. ba ….

b. pu ….

4. Membentuk kata dari huruf yang ada

Buatlah kata sebanyak-banyaknya

berdasarkan huruf yang ada pada kata berikut ini.

a. Pelatihan      : PEL, APEL

b. Penataran     : ANTARA, NANAR

5. Membuat kalimat berdasar pola tertentu.

Buatlah sebanyak mungkin kalimat terdiri

tiga kata yang   dimulai dari:

a. S – d : Saya datang.

Sudah dua?

Sabar, dong!

Sulit dibaca.

Sebaiknya dicoba!

b. S – m – s : IBU

c. K –  b – k : BAPAK

6. Menuliskan manfaat lain suatu alat

Sebutkan manfaat / kegunaan lain :

  1. sapu ijuk, selain untuk menyapu!
  2. topi baja, selain untuk pelindung kepala!

7. SEANDAINYA AKU PUNYA UANG 1 MILYAR. APA YANG AKAN KAU LAKUKAN? (IBU)

SEANDAINYA INDONESIA TERJADI HUJAN SALJU. APA YANG AKAN TERJADI? (BAPAK)


Handout Listening and Speaking for SMK

Listening and Speaking Handout

Prepared for:

The training of SMK Sekolah Standard Nasional English Teachers

Jawa Tengah

2006

By

Dra. Maria Regina Dyah Pramesti

ONE

Asking for and giving directions

A. Indoor

1. What do you know?

1.1. Look at the map of the Wellington Hotel ( picture 1 ). What would you say if you were at the Front Desk and someone ask you these question:

  • Where’s the coffee shop?
  • Where are the hotel shops?
  • Where’s the Roof Garden?
  • Where’s the Manager’s Office?
  • Where’s the Napoleon Restaurant?

2. Listening

2.1. Listen to 5 enquiries about where things are in the Wellington Hotel. Then answer these questions:

  1. At which end of the coffee shop is the Terrace Café?
  2. What are the tennis courts part of? What are they next to?
  3. What other bar does the clerk mention? Where is it?
  4. According to the clerk, the souvenir shop is the ………. shop on the right, and it is …………..  the barber’s.
  5. How will the guest recognize the disco? What does the clerk say?

2.2. Listen again and complete the enquiries.

  1. How can I ………… to the Terrace Café please? It’s on ……………… floor.

Go  ……………… through the coffee shop, and you’ll ……………. it just              .………. of you.

  1. Could you possibly …………… me to the tennis court, please?

If you go …………… through the main door you’ll see them on the left …………….. you go out.

  1. We’re ……………… for the bar.

The lobby bar is just ……………… there, …………. you madam.

  1. Is this the right ……………. for the souvenir shop?

Just go along to the ………………. of the ………………… You’ll see it ………………… the bank.

  1. Can you ………………… me the ……………….. to the disco please?

Yes. Just go ……………. These stairs and follow the corridor along to your right.

3. Points for practice

3.1. Work with a partner. Look at the plan of the Wellington Hotel again. Complete the enquiries below with these words:

the conference rooms                the lecture theatre                     Mr. Johnson

the manager                              a public pay phone                    a taxi

  1. A         : Excuse me. I’m trying to find ………………

B          : They’re all facing the open lounge. Along to your left, and straight on,

past the lifts.

2.  A          : which way are ……………………………?

B          : Along there to your left, madam. Past the cloakroom and the ladies’

room, next to the lift.

3.  A          : Can you tell me where I’ll find ………………? I have an appointment.

B           : Upstairs, on the first floor, sir. I’ll just give a ring to make sure he’s in.

4.  A          : Where can I get ……………………………….?

B           : They’re on your right as you go outside the main entrance. The Hall

Porter will find one for you.

5.   A         : Excuse me. Am I going the right way for ……………………?

B          : Yes. Through the open lounge and then turn right.

It’s next to the conference rooms.

3.2. Imagine you are standing near the reception desk. Ask and answer questions about any place on the hotel plan, like this:

A         :  – Where’s ……………………….?

– I’m looking for …………………

– Can you tell me the way to ……………………….?

– Can you tell me where ………… is?

– Can you tell me where I’ll find …………………….?

– Could you direct me to …………………?

– Am I going the right way for ……………………..?

B          :  – It’s on this floor / in the basement / over there / next to …… / on your right as

You go out, etc.

– ( Go ) along the corridor / downstairs / through the lounge / to your left, etc.

You’ll see it just in front of you, etc.

B. Outdoor

1. Listening

1.1. Take a look at the map ( picture 2 ). As you listen, follow the guests’ routes on the map. What places of interest do they pass?

1.2 Look at the map ( picture 3 ) and listen to the tape. A waitress in the Boston Restaurant is giving directions on the telephone to a customer who is coming from the Grand Theatre. Write in the names of the landmarks, streets, etc., which the waitress mentions.

When you leave the teatre, turn left,  and go along Hay Street. Go straight on as far as

…………………, then turn left into …………………… Go past the …………………

on your left , and go straight on, in the direction of ……………….. You’ll cross …………………. , and just after that, the road forks. Take the right fork, you’ll now be in ………………….. Then take the third turning on your right, that’s ……………………

You’ll see the restaurant on your left. It’s just after the …………………… and just before the …………………..

2. Point for practice

With a partner, plan and write down directions for someone who wants to get from the hospital to the Gourmet Restaurant. Begin with: When you leave the hospital ……………

Mention these places in your directions:

a. New Road                                        f. Green Square

b. Corn Bridge                                     g. The Eden Roundabout

c. Park Street                                       h. Hay Street

d. Eden                                                i. Sussex Street

e. The Post Office                                 j. Sidney Street

Then, with your partner, join another pair of students. Read aloud and compare your directions and theirs, for each stage of the journey, one stage at a time. Discuss the different sets of directions and decide which is better.

LANGUAGE REFERENCE

Enquiring about where things / places are:

–         Where’s …………………?

–         I’m looking for / trying to find ………………..

–         Can you tell me the way to ……………………

–         Could you direct me to ……………………….?

–         Am I going the right way for …………………?

–         How can I get to ………………..?

–         Which way is ……………………?

Giving directions

a. Location

It’s on the first floor / in the basement / over there / beside … / next to … /

opposite … / on your left / in ( Am. E = on ) Duke street, not far from, just before

– after ……. / on the corner of ………..

b. Movement

Go along ….. / through ….. / left / to your left / downstairs ….. / straight ahead.

Turn right ( at the end of the corridor )

Follow the sign to …….

Take the second turning

c. Recognition

You’ll see it ( right in front of  you / on your left )

You can’t miss it.

Two

Using the Telephone

1. What do you know?

If you are a Telephone Operator or a Receptionist what do you say to a Caller:

  • if you want the caller to wait a few second?
  • if you cannot hear what the Caller says?
  • if you tell the Caller you are going to connect the call?
  • if the guest does not answer?
  • if the guest is already using the telephone?
  • if you invite the Caller to leave a message?

2. Listening

2.1. Listen to conversation 1. Is the call successful? Now answer these questions.

1. How does the Operator answer the phone?

_____________________________________________________________

2. How does the caller ask for the person he wants?

_____________________________________________________________

3. How does Mr. Krantz answer the phone?

_____________________________________________________________

4. How does the caller introduce himself?

_____________________________________________________________

2.2. Listen to conversation 2. Is the call successful? Now answer these questions.

1. What does the Operator say when she does not hear the name?

_____________________________________________________________

2. How does the Caller make the name clear?

_____________________________________________________________

3. How does the operator tell the Caller to wait?

_____________________________________________________________

4. What does the Operator say when the Guest does not answer?

_____________________________________________________________

2.3. Listen to conversation 3. Is the call successful? Now answer these questions.

1. What does the Operator say when she is trying to connect the call?

a. Just hold __________________________________________ , please.

b. I’ll _______________________________________________

c. I’m still ___________________________________________

2. What does the Operator say when she finds the number is engaged?

a. I’m sorry, _______________________________________

b. Would you like __________________________________

3. What does the Caller say?

a. No, it’s ______________________________

b. I’ll _________________________________

3. Points for practice

3.1. In the listening section you heard phrases spoken by the Caller, Operator and the Guest.

Read the situation below. Write what the people say. You can see a full list of the phrases in Language Reference at the end.

  1. It is 09.15 a.m. The Operator at the Paradise Hotel answers the telephone.
  2. Tom Feng wants to speak to Mr. Cox who is staying in Room 247.
  3. The line is bad, so the Operator does not hear the name and room number clearly.
  4. Tom makes the name and room number clear.
  5. The Operator tells Tom Feng to wait, and promise to make the connection.
  6. Bill Cox answers the telephone.
  7. Tom introduces himself. He is phoning about the meeting they arranged. He wants to change the time of the meeting to 3 p.m. instead of 2.30.
  8. Bill Cox says there is no problem about changing the time.

3.2. Work with your partner. Act out these situations:

  1. The caller wants to speak to the Assistant manager, but the line is engaged. The Caller does not want to hold. The Operator offers to ask the assistant manager to call back, and writes down the caller’s name and telephone number.
  1. The caller, Mr. Leconte wants to speak to Miss Offroy in Room 201. The Operator calls the number, but there is no reply. The caller leaves a message that he will meet Miss Offroy  at the usual place, tomorrow. The Operator promises to tell Miss Offroy the message.
  1. The Caller, Mr. Dupont, wants to speak to George Stakis. The line is bad, so the Operator does not hear the name very clearly. The Caller makes it clear. The Operator asks the Caller the room number but he does not know. The Operator checks the guest list and put the call through. Mr. George Stakis answers the call.
  1. You want to telephone someone in the room. The Operator calls the number, but there is no answer. Leave any message you like. The Operator repeats the message and promise that your friend will get the message as soon as he arrives.

LANGUAGE REFERENCE

Expressions used by the Operator:

  • When answering the phone: Good morning, etc. NAME OF OFFICE. May I help        you? ( May I help you is optional )
  • On hearing who the caller wants: Hold the line please, I’ll put you through.
  • When the number starts ringing: ( It’s ) ringing for you now.
  • After failure to connect first time: ( I’m ) still trying to connect you.
  • If the person doesn’t answer: I’m sorry, there’s no reply / answer. I’m sorry I’m            not getting any reply / answer.
  • If the person is using the telephone: I’m sorry, the number is engaged / busy.
  • Offering to take a message: Would you like to leave a message?  Can I take a   message? Can I give him a message?
  • Offering to arrange a return call: Shall I ask him to call you back?

Expressions used by the caller:

  • Can I speak to NAME, please?
  • Hello, is that NAME?
  • This is NAME.
  • Could you give him a message?
  • Could you ask him to call me at TELEPHONE NUMBER?
  • Could you tell him I called, please?

Spelling on the phone and phone numbers

When a letter is doubled in a name, British people usually say ‘ double N ‘. Thus Anne would be spelt A – double N – E. Similarly for numbers: 5772 would be said five – double seven – two. Americans would probably say the same letter or number twice.

The number 0 is usually said as ‘oh’ in Britain but ‘ zero’ in America.

Some further expressions in British and American English.

British English                                                American English

A long distance call                                           a trunk call

A reverse charge call                                        a collect call

Area code                                                        routing number

Directory Enquiries                                           Directory Assistance

Engaged                                                           busy

Three

Reservations

1. What do you know?

  1. What do guests usually say when they make a reservation?
  2. What information does the Reception Clerk need?
  3. How can the Reception Clerk do these things?
    • Find out what type of room the guest need
    • Find out when the guest wants the room
    • Find out how long the guest plans to stay
    • Offer a room
    • Say the room rate
    • Find out the guest’s name
    • Finish the conversation politely

2. Listening

2.1. Look at this table. It shows some things a Reception Clerk might do. Listen to conversation 1. Try to match parts of the conversation with the ticks in the table below.

Ask about the type of room Ask about the date of arrival Ask about the length of stay Offer a room Say the room rate Ask if suitable Ask the guest’s name Finish politely
v v v v v v

2.2. Listen again. Fill in the sentences from the conversation.

GUEST            : Do you _________ a __________ for __________ __________, please?

CLERK           : Would that be a __________ ___________, madam?

GUEST            : Yes, a ___________ __________ .

CLERK           : And how long __________ you be _____________ ?

GUEST            : I’d be ____________ two ___________ .

CLERK           : Two nights. I can give you a _____________ room at ________ a night,

Including breakfast. ___________ that be _____________ ?

GUEST            : Yes, that would be _________________ . The _____________ is White,

Mrs. Margaret White.

CLERK           : Very ________ Mrs. White. We _______ _________   to seeing you.

2.3. Now listen to conversation 2 and 3. Tick the correct boxes.

Ask about the type of room Ask about the date of arrival Ask about the length of stay Offer a room Say the room rate Ask if suitable Ask the guest’s name Finish politely
2.
3.

2.4. Listen to the dialogue. Then fill the table below.

RESERVATION FORM

Name of customer: ________________________ Room type: _____________________

Date of arrival: ___________________________ Room rate: ______________________

Length of stay: ___________________________ Time of arrival: __________________

2.5. Listen to the three dialogues on the tape. Match the expressions you hear in the dialogues with the ideas below. Write down the expressions you hear.

The customer wishes to reserve a room.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The clerk asks about the type of room needed.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The clerk asks about length of stay.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The clerk offers a particular type of room.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The clerk asks about suitability.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The clerk talks about the room rate.

Dialogue 1 __________________________________________________________

Dialogue 2 __________________________________________________________

Dialogue 3 __________________________________________________________

The asks the customer’s name

Dialogue 1___________________________________________________________

Dialogue 2 ___________________________________________________________

Dialogue 3 ___________________________________________________________

The clerk repeats the reservation details, welcomes the customer, etc.

Dialogue 1 ___________________________________________________________

Dialogue 2 ___________________________________________________________

Dialogue 3 ___________________________________________________________

3. Point for practice

3.1. Work with a partner.

A : Telephone B to make a reservation. Be ready to give details of the dates and the type of room you need. Find out what B can offer you. Decide whether to make a firm reservation or not.

B : You are a Reservation Clerk. You are unable to give A exactly what he/she wants, but you can offer an alternative. For example, you can offer:

a. the dates he/she wants, but with a different type of room

b. the room type he/she wants, but for different dates

LANGUAGE REFERENCE

The customer says:

Requesting a reservation

Have you got a room … ?, I’d like to reserve / book a room …, Can I reserve a           room …?

The Reception Clerk says:

  • Asking about room type

For how many?;  Is that a single room, sir?;  Single, double, or twin room?;

Would you like a room with bathroom?

  • Asking about length of stay

( For ) how many nights?; How many nights are you planning to stay?; How             many nights will you be staying?

  • Offering a room

We can give you a ( single ) room at ( $ 125 ) a night.

  • Asking about suitability

Would that be suitable?; would that suit you?

  • Asking about the name

( And ) the name, please?; And your name is ….?; What was the name. please?; And could I have your name, please?

  • Asking about time of arrival

What time will / would you be arriving?; Do you know what time you’ll be arriving?

  • Expressing agreement, willingness or understanding

( rather formal ) very good, sir; ( less formal ) That’s fine, sir.

  • Confirming reservation

Thank you, sir / madam.; I’ve reserved Room 113 for you.; The room number is 456.; That’s a ( single ) room at6 ( $ 125 ) a night.

  • Welcoming to the hotel

We look forward to seeing you.; We look forward to having you with us.

  • Apologizing and offering an alternative

I’m sorry. We don’t have a ( single room with bathroom) from the ( third to the fifth  of May ), but we do have a ( single room with shower ) at ( $ 110 ) a night.

Four

Check-in

1. What do you know?

  • What happens when a guest checks in?
  • What must the guest fill in?
  • What personal details must the guest give?
  • If you have to ask the guest for personal details, what questions can you ask?

For example: – Can I have your surname?

– How do you spell that please?

2. Listening

2.1. Listen to the conversation once through. Answer these questions.

  1. What is the name of the guest?
  2. What kind of room is he going to stay in?
  3. What is the room number?

2.2. Listen again. Answer these questions.

a. How does the receptionist confirm the reservation?

Ah, here we are. That’s a ____________ room, for ______ ______________

b. What does the receptionist say about the room?

I’ve __________ you in _______ _______ . That’s on the _________ _________

c. How does the receptionist ask the guest to fill in the registration card?

If _________ ___________ __________ __________ __________ __________

___________ the registration card.

d. What will happen when the guest fills in the card? What does the receptionist say?

And then the ____________ will ________ _________ _______ _________

__________ room.

2.3. Listen to part of another conversation. This time, the receptionist is filling in the registration card for the guest. Fill in the card below.

REGISTRATION CARD

Surname :_________________________       Room Number : __________________

Other names : _____________________        Occupants : Adults ____________

Children ___________

Nationality : ______________________        Arrival date : ____________________

Address : _________________________       Departure date : __________________

_________________________

_________________________

_________________________

Occupation : ______________________

Place of birth : _____________________

ID no. : __________________________

Next destination : __________________
Method of payment : ________________

3. Point for practice

Act out check-in conversations with one or more partners. One of you is a guest, the other is a receptionist. Notice these stages:

THE GUEST : wants to check in

AS NECESSARY, THE RECEPTIONIST

  • Checks the guest’s name
  • Finds the reservation form
  • Confirms the type of room
  • Checks the length of stay
  • Checks how the guests is going to pay
  • Tells the guest where the room is
  • Gives the guest the registration form to fill in
  • Gives the guest the key to the room
  • Mentions the porter / luggage

To make the conversation more realistic, you could make a registration card for an imaginary hotel. You give the guest the card to fill in. Or perhaps you can get a REAL registration card for a REAL hotel.

LANGUAGE REFERENCE

Phrases when the guest checks in

  • What was the name, please?
  • One moment, please.; Just a moment, please. ; Just a moment till I find it.
  • Here we are. ; I’ve got it here.
  • That’s fine.
  • I’ve put you in Room ( 234 ), it’s on the ( second ) floor.
  • The porter will take you up to your room.
  • I’ll get the porter to take your luggage up for you.

Polite requests or suggestions to guest

  • If you’d ( just ) like to … ( fill in this form, follow the porter, etc.)
  • If I could just ask you to … ( fill in this form, etc. )

Note:

  • The if-clause can stand on its own:

If you’d like to fill in this form. ( this is enough as a request )

  • But it can also be followed by a clause with will:

If you’d like to fill in this form, I’ll give you the key.

Responding to requests by guests

  • Yes, of course
  • Yes indeed
  • Certainly
  • No problem

Questions to help fill in forms

  • Can I have    you ( surname, etc. ) ?
  • How do you spell that?
  • And your ( nationality, etc. ) ?
  • Can you tell me your ( next destination, etc. ) ?
  • Where are you going after this?
  • How are you going to pay?

Download:

Proposal PTK Pkn

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KOMPETENSI DASAR HAKEKAT NEGARA MELALUI PENERAPAN METODE KONTEKSTUAL PADA SISWA

KELAS X-1 SMA NEGERI JENAWI SEMESTER I

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh :

TARKO, S.Pd.

NIP : 19700110199903 1 004

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI JENAWI

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

KABUPATEN KARANGANYAR

TAHUN 2009


BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Sekolah memiliki peranan dan tanggung jawab yang sangat penting dalam mempersiapkan warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan adalah menyelenggarakan program pendidikan yang memberikan berbagai kemampuan sebagai seorang warga negara melalui berbagai mata pelajaran termasuk salah satunya Pendidikan Kewarganegaraan.

Kemampuan dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar yang dicantumkan dalam Standar Nasional merupakan bahan minimal yang harus dikuasai siswa. Oleh karena itu, daerah, sekolah atau guru dapat mengembangkan, menggabungkan, atau menyesuaikan bahan yang disajikan dengan situasi dan kondisi setempat Realitanya hasil belajar siswa dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan belum menunjukkan hasil yang diinginkan.

Kondisi rendahnya hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara tercermin juga dalam hasil belajar siswa pada siswa kelas X-1 SMA Negeri Jenawi. Hal itu dapat diketahui dari rata-rata nilai harian siswa. Pada tiga kali ulangan harian yang diadakan guru dengan kompetensi dasar hakekat negara menunjukkan rata-rata kurang dari nilai 70. Dari ulangan harian yang pernah dilakukan, + 60 % siswa mendapatkan nilai dibawah 70,00. Angka-angka tersebut dapat diartikan, bahwa pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tersebut relatif masih rendah. Dengan kata lain, pemahaman siswa SMA Negeri Jenawi terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diajarkan mencapai baru tercapai sekitar 40 persen.

Secara tidak disadari, karena rutinitas tugasnya mengakibatkan guru tidak begitu menghiraukan/peduli apakah siswanya telah atau belum memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Sejauh mana siswa telah mengerti (understanding) dan tidak hanya sekedar tahu (knowing), tentang konsep Pendidikan Kewarganegaraan yang sudah disampaikan dalam proses pembelajaran? Rutinitas yang dilakukan para guru tersebut meliputi penggunaan metode pembelajaran yang cenderung monoton yaitu kapur dan tutur (chalk-and-talk), kurangnya pelaksanaan evaluasi selama proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM) berlangsung, serta kecenderungan penggunaan soal-soal bentuk pilihan ganda murni pada waktu ulangan harian maupun ulangan sumatif tiap akhir semester.

Sebelum penelitian dilakukan guru memang belum mengoptimalkan metode kontekstual. Guru baru sebatas memanfaatkan metode ceramah serta penugasan (PR) kepada siswa. Kalaupun ada penugasan, siswa hanya di beri pekerjaan rumah yang dinilai secara individual oleh guru tanpa didiskusikan di kelas. Secara operasional, guru menjelaskan materi kepada siswa kemudian memberikan contoh-contoh di papan tulis. Setelah selesai menerangkan materi, guru menyuruh siswa untuk mengerjakan soal.

Kenyataan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara yang rendah tersebut perlu diperbaiki sebab Pendidikan Kewarganegaraan termasuk mata pelajaran inti dengan nilai minimum ketuntasan belajar 70. Disamping itu, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas juga dinyatakan bahwa salah satu tujuan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah agar siswa menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat.

Melalui tindakan yang akan dilakukan guru, hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan akan meningkat. Nilai rata-rata ulangan harian yang diharapkan setelah penelitian adalah 70 atau mencapai nilai batas ketuntasan belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Guna meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara siswa, guru perlu melakukan tindakan kelas yakni dengan memperbaiki proses pembelajaran dengan memodifikasi pola pembelajaran yang selama ini hanya monoton pembelajaran kelas dengan ceramah menjadi pembelajaran mandiri atas dasar inisiatif siswa..

Berdasarkan uraian di atas nampak adanya kesenjangan antara kondisi nyata dengan harapan. Kesenjangan pokok dari subyek yakni pada kondisi awal hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara yang rendah sedangkan kondisi akhir yang diharapkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara meningkat. Kesenjangan pokok dari peneliti yakni pada kondisi awal peneliti masih menyampaikan materi menggunakan model pembelajaran konvensional sedangkan kondisi akhir peneliti menggunakan metode kontekstual. Jadi, upaya untuk memecahkan masalah dari kesenjangan yang terjadi adalah guru perlu menerapkan metode kontekstual. Kegiatan kontekstual dilakukan secara mandiri, artinya siswa sesuai prosedur kerja diberi kebebasan untuk berkreasi sendiri dan tidak berada di bawah dikte guru.

Dari uraian di atas muncul kerangka pemikiran bahwa rendahnya nilai mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikarenakan siswa kurang memahami konsep hakekat negara yang selama ini hanya diajarkan guru melalui metode ceramah. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah pelaksanaan kegiatan tindak lanjut berupa pengajaran dengan menerapkan metode kontekstual. Hal itu dimaksudkan agar siswa dapat mudah memahami dan menerima materi yang disampaikan guru yang secara tidak langsung memberi penekanan agar siswa memperhatikan penjelasan guru dan pada akhirnya siswa akan lebih memahami konsep hakekat negarayang dipelajarinya. Dengan demikian adanya pemahaman konsep tersebut maka akan dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa dan akhirnya akan dapat mengatasi rendahnya hasil belajar siswa.

B.   Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Metode yang dipergunakan guru dalam pembelajaran cenderung monoton yakni ceramah dan diskusi.
  2. Belum tercapainya hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan pengajaran.
  3. Proses pembelajaran cenderung bersifat teacher centered atau terpusat pada guru dan guru mendominasi seluruh kegiatan pembelajaran.

C.       Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah berkenaan dengan tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

  1. Variabel dalam penelitian ini hanya ada dua yaitu hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara (Y) dan penerapan metode kontekstual (X).
  2. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas X-1 semester I SMA Negeri Jenawi tahun pelajaran 2009/2010 dalam kompetensi dasar hakekat negara.
  3. Metode kontekstual yang dilaksanakan dalam penelitian ini dilakukan secara kelompok berdasarkan prosedur kerja yang telah ditentukan. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Siswa melakukan diskusi antar kelompok kemudian menarik kesimpulan sendiri. Tindakan ini akan dilakukan pada tahun pelajaran 2009/2010.

D.      Rumusan Masalah

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman di lapangan terungkap bahwa guru belum memberdayakan seluruh metode pembelajaran yang ada. Hal ini disebabkan karena dalam mengajar mereka yang terpenting adalah materi pelajaran dapat disampaikan secara keseluruhan sesuai dengan alokasi waktunya. Dengan demikian penulis merumuskan masalah sebagai berikut : apakah melalui penerapan metode kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara ?

E. Tujuan Penelitian

1.    Tujuan Umum

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Jenawi.

2.    Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara melalui penerapan metode kontekstual bagi siswa kelas X-1 semester I Sekolah Menengah Atas Negeri Jenawi tahun pelajaran 2009/2010.

F.    Manfaat Penelitan

Dalam mengadakan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam menjawab masalah yang dihadapi di sekolah dalam mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh sebab itu penulis secara rinci mengemukakan manfaat penelitian ini adalah mendorong guru untuk menggunakan metode kontekstual dengan manfaat:

1.    Manfaat Teoritis

a. Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara melalui penerapan metode kontekstual bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Jenawi.

b.    Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

2.    Manfaat Praktis

a.    Manfaat bagi Siswa

Meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara bagi siswa kelas X-1 Sekolah Menengah Atas Negeri Jenawi

b.    Manfaat bagi Guru

Melatih guru dalam memodifikasi sekaligus menerapkan berbagai metode pembelajaran sekaligus dalam pembelajaran PKn.

c.   Manfaat bagi Sekolah

Memberikan pengetahuan umum tentang penerapan metode kontekstual dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas sehingga dapat dijadikan pedoman guru lain.

d.    Manfaat bagi Perpustakaan Sekolah

Menambah khasanah perpustakaan sekolah tentang upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hakekat negara melalui penerapan metode kontekstual.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.   Kajian Teori

1.    Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan

a.    Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan

Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Mata pelajaran Kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana untuk membentuk warga negara cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945. Tujuan mata pelajaran Kewarganegaraan adalah untuk memberikan kompetensi-kompetensi sebagai berikut:

(1)   berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan,

(2)   berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,

(3)   berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.

(4)   berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

b.    Hakekat Belajar

Pengertian belajar menurut para ahli memiliki definisi yang berbda-beda. Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan (Slameto, 1998:6)

Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan/aktifitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran yang sifaknya sedikit banyak permanen (The Liang Gie, 2000 : 6).

Pengertian belajar seperti yang dikemukakan oleh Ahmadi (1978 : 36) adalah :

Belajar adalah perubahan murid dari usahanya sendiri dalam bidang material, formil, serta fungsionil pada umumnya dan pada bidang-bidang intelek khususnya. Singkatnya belajar adalah berusaha mengadakan perubahan situasi dalam proses perkembangan dirinya mencapai tujuan.

Belajar adalah suatu aktivitas mental dan psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap (Winkel, 2001: 36). Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

Pendapat Winkel di atas dikuatkan Winarno Surachmad (1996: 57) sebagai berikut :

Belajar dapat dipandang sebagai proses dimana guru terutama melihat apa yang terjadi selama murid menjalani pengalaman-pengalaman edukatif untuk mencapai suatu tujuan. Yang diperhatikan adalah pola-pola perubahan tingkah laku selama pengalaman belajar itu berlangsung. Karena itulah ditekankan pula daya-daya yang mendinamisir proses itu.

Pendefinisian tentang pengertian belajar yang bermacam-macam menunjukkan bahwa dijumpai konsep-konsep tentang belajar yang menimbulkan corak khas uraian dan pembicaraan mengenai belajar, namun semua itu tergantung sudut pandang dan penekanannya. Sumadi Suryabrata (1993:249) tidak memberikan batasan secara langsung tentang belajar, melainkan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang disebut belajar.

Pertama    :    belajar itu membawa perubahan (dalam arti Behavioral Changes, aktual maupun potensial).

Kedua      :    perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru.

Ketiga       :    bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja)

Mengacu pada batasan-batasan yang telah disampaikan di atas maka dapat disimpulkan mengenai pengertian belajar yaitu :

1)      Aktivitas yang dilakukan secara sadar dan aktif, sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku pada diri individu yang mengalami belajar.

2)      Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari sesuatu yang dikuasai baik berupa pengetahuan, kemampuan, atau kecakapan yang sifatnya relatif lama.

Dalam uraian di atas telah disebutkan batasan-batasan tentang belajar. Apabila siswa benar-benar merasa tahu gunanya belajar, merasa butuh belajar, merasa dapat belajar, dan merasa senang belajar maka dari siswa tersebut akan timbul motivasi diri yang kuat untuk melakukan kegiatan belajar secara mandiri. Keputusan untuk melakukan kegiatan belajar pada tiap-tiap individu tidak sama, tergantung pada kekuatan motivasi diri, sebab jika motivasi kekuatan motivasi diri kuat maka keputusan utuk melakukan kegiatan belajar juga tinggi. Hanya kekuatan motivasi yang berasal dari dalam diri sendirilah yang merupakan faktor pendorong untuk melakukan belajar mandiri karena belajar mandiri menekankan pada autoaktifitas siswa dalam belajar yang penuh dengan tanggung jawab atas keberhasilan belajarnya.

c.    Hasil Belajar

Menurut Chaplin, pengertian hasil belajar atau hasil belajar adalah : “Hasil belajar merupakan suatu tingkatan khusus yang diperoleh sebagai hasil dari kecakapan kepandaian, keahlian dan kemampuan di dalam karya akademik yang dinilai oleh guru atau melalui tes prestasi” (1992: 159).

Pendapat Chaplin di atas mengandung pengertian bahwa prestasi itu hakikatnya berupa perubahan perilaku pada individu di sekolah, perubahan itu terjadi setelah individu yang bersangkutan mengalami proses belajar mengajar tertentu.

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia ingin menerima pengalaman belajar atau yang optimal yang dapat dicapai dari kegiatan belajar di sekolah untuk pelajaran. Hasil belajar seperti yang dijelaskan oleh Poerwadarminta (1993 : 768) adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan). Pengertian hasil belajar menurut pendapat Mochtar Buchari (1986 : 94) adalah hasil yang dicapai atau ditonjolkan oleh anak sebagai hasil belajarnya, baik berupa angka atau huruf serta tindakannya yang mencerminkan hasil belajar yang dicapai masing-masing anak dalam periode tertentu.

Nasution (1972:45) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan anak didik berdasarkan hasil dari pengalaman atau pelajaran setelah mengikuti program belajar secara periodik. Dengan selesainya proses belajar mengajar pada umumnya dilanjutkan dengan adanya suatu evaluasi. Dimana evaluasi ini mengandung maksud untuk mengetahui kemajuan belajar atau penguasaan siswa atau terhadap materi yang diberikan oleh guru.

Dari hasil evaluasi ini akan dapat diketahui hasil belajar siswa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai atau angka. Dengan demikian hasil belajar merupakan suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar dari aktifitas yang berlangsung dalam interaksi aktif sebagai perubahan dalam pengetahuan, pemahaman keterampilan dan nilai sikap menurut kemampuan anak dalam perubahan baru. Dalam proses belajar mengajar anak didik merupakan masalah utama karena anak didiklah yang diharapkan dapat menyerap seluruh materi pelajaran yang diprogramkan didalam kurikulum.

Berdasarkan pengertian tentang hasil belajar maupun faktor-faktor yang mempengaruhinya maka harus diperhatikan faktor-faktor tersebut supaya berpengaruh menguntungkan bagi belajarnya sehingga hasil belajar sebagai suatu hasil yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan baik berupa angka atau huruf dapat meningkat.

d.    Hasil Belajar PKn

Hasil belajar PKn adalah kemampuan siswa dalam menguasai materi PKn berdasarkan hasil dari pengalaman atau pelajaran setelah mengikuti pembelajaran secara periodik dalam kelas. Dengan selesainya proses belajar mengajar diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui kemajuan belajar atau penguasaan siswa atau terhadap materi PKn terutama kompetensi dasar hakekat negara yang diberikan oleh guru. Dari hasil evaluasi ini akan dapat diketahui hasil belajar siswa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai atau angka.

2.    Metode Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

a.    Pengertian Metode Pembelajaran

Menurut Seels and Richey (1994 : 32) metode pembelajaran adalah spesifikasi untuk menyeleksi dan mengurutkan peristiwa atau langkah-langkah dalam sebuah pembelajaran. Snelbecker (1982 : 115) mengemukakan metode pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh guru untuk melaksanakan suatu proses pembelajaran dengan memahami perbedaan karakteristik dan kemampuan siswa, sehingga diharapkan guru dapat membantu kesulitan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa harus diusahakan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran, artinya guru harus mampu memahami bahwa di antara siswa terdapat perbedaan-perbedaan karakteristik. Hal itu karena siswa berasal dari kondisi ekonomi dan kemampuan orang tua yang berbeda, sehingga dalam mengikuti proses pembelajaran terdapat perbedaan pula.

Dengan memahami perbedaan karakteristik siswa, dalam proses pembelajaran, oleh guru dapat menentukan dan memilih metode pembelajaran yang sesuai, guru dapat memberikan suatu perlakuan, dan penilaian, serta keputusan yang tepat kepada siswa, sehingga siswa merasa dirinya dihargai dan diperhatikan dalam proses pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa komponen seperti siswa, guru, dan metode, serta materi pembelajaran yang saling berinteraksi datam mencapai tujuan. Dalam menyajikan materi pembelajaran guru perlu menentukan dan memilih metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Metode pembelajaran yang tepat adalah metode yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa.

Menurut Muhibbin Syah (1995 : 190) metode pembelajaran adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Semakin baik metode pembelajaran maka semakin efektif pula pencapaian tujuan. Untuk menetapkan lebih dahulu apakah suatu metode pembelajaran disebut baik, diperlukan ketentuan yang bersumber dari beberapa faktor. Adapun faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang akan dicapai. Metode pembelajaran di dalam kelas selain faktor tujuan, juga faktor murid, faktor situasi, dan faktor guru ikut menentukan efektif tidaknya suatu metode pembelajaran.

Menurut Wasty Soemanto (1998 : 102) metode pembelajaran merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan komunikasi dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran. Oleh karena itu, peranan metode pembelajaran sebagai alat untuk menciptakan proses pembelajaran. Dengan metode pembelajaran diharapkan terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru harus dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa, serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

b.    Metode Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning

Contextual Teaching and Learning (CTL) atau metode kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat monerapkannya daiam kehidupan mereka (Wina Sanjaya, 2006: 109).

Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus dipahami. Pertama, menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks metode kontekstual tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.

Kedua, metode kontekstual mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan.

Ketiga, metode kontekstual mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya metode kontekstual bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran dalam konteks metode kontekstual bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata.

Untuk mencapai kompetensi yang sama dengan menggunakan metode kontekstual guru melakukan langkah-langkah pembelajaran seperti di bawah ini:

a.    Pendahuluan

1)    Guru menjelaskan kompetensi yang hams dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.

2)    Guru menjelaskan prosedur pembelajaran kontekstual:

a)    Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa;

b)    Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi, misalnya kelompok 1 dan 2 mengobservasi kegiatan A, dan kelompok 3 dan 4 mengobservasi kegiatan B;

c)    Melalui observasi siswa ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan pada masing-masing kegiatan tersebut.

3)    Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap siswa

b.    Inti di Lapangan

1)    Siswa melakukan observasi sesuai dengan pembagian tugas kelompok.

2)    Siswa mencatat hal-hal yang mereka temukan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya.

Di dalam Kelas

1)    Siswa mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

2)    Siswa melaporkan hasil diskusi.

3)    Setiap kelompok mynjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain.

c.    Penutup

1)    Dengan bantuan guru siswa menyimpulkan hasil observasi sekitar masalah demokrasi sesuai dengan indikator hasil belajar yang harus dicapai.

2)    Guru menugaskan siswa untuk membuat rangkuman tentang pengalaman belajar mereka dengan materi demokrasi.

Hal yang dapat ditangkap dari pembelajaran dengan menggunakan metode kontekstual adalah pada metode kontekstual untuk mendapatkan kemampuan pemahaman konsep anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru, akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan.

  1. B.      Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir dalam penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut :


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.   Setting Penelitian

1.     Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 yaitu minggu 1 dan 2 bulan Agustus 2009.

  1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Jenawi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas X-1 semester I tahun pelajaran 2009/2010. Alasan penelitian dilaksanakan di sekolah tersebut karena peneliti merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas X-1 di sekolah tersebut. Di samping itu, hasil belajar siswa pada materi hakekat negara di sekolah tersebut rata-rata rendah.

B.   Subjek Penelitian

Mengingat dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti adalah guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, maka subjeknya adalah siswa yakni siswa kelas X-1 SMA Negeri Jenawi semester I tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri atas 40 siswa.

C.   Sumber Data

Sumber data dalam penelitian tindakan kelas ini berasal dari subyek penelitian atau dari siswa yang merupakan sumber data primer yaitu nilai ulangan harian siswa baik nilai ulangan harian sebelum tindakan kelas maupun setelah dilakukanya tindakan kelas oleh guru.

D.   Teknik dan Alat Pengumpulan Data

1.    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dapat berbentuk tes maupun non tes. Namun dalam penelitian tindakan kelas ini yang dipergunakan adalah teknik pengumpulan data berbentuk tes. Pengertian tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi, 1996: 138). Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi atau achievement test yaitu test yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu (Suharsimi Arikunto, 1996: 139).

Tes diberikan sesudah siswa yang dimaksud mempelajari hal-hal sesuai dengan yang akan diteskan yaitu tes ulangan harian. Mengingat penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas maka juga dipergunakan metode pengamatan (observe). Maksudnya bahwa data dikumpulkan dari hasil kegiatan yang dilaksanakan dari satu siklus ke siklus berikutnya.

2.     Alat Pengumpulan Data

Mengingat teknik yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk tes dan observasi, maka alat pengumpulan data yang dipergunakan adalah butir soal tes dan lembar observasi.

E.    Analisis Data

Teknik analisis data dalam PTK ini bersifat deskriptif analitis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data penelitian adalah :

  1. Klasifikasi Data

Klasifikasi data merupakan pengelompokan data berdasarkan kriteria tertentu untuk mencari homogenitas yang diinginkan. Dalam penelitian ini klasifikasi digunakan untuk mengelompokkan hasil belajar siswa dari kegiatan penerapan metode kontekstual.

  1. 2.       Penafsiran Data

Penafsiran data bertujuan untuk mengambil kesimpulan sementara data yang telah diperoleh. Penafsiran merupakan langkah awal untuk pembahasan masalah secara mendalam.

  1. 3.       Evaluasi Data

Data yang telah diklasifikasi kemudian dievaluasi untuk mendapatkan kebenaran antara hasil penafsiran dengan realitas sesungguhnya. Apakah data tersebut dapat dipertanggungjawabkan dalam penelitian atau tidak, apakah penafsiran yang disampaikan sesuai dengan rumusan yang telah ditetapkan dan sebagainya. Hasil evaluasi dapat dipergunakan sebagai feed back (umpan balik) untuk mengukur sejauh mana data yang diperoleh dalam penelitian tersebut merupakan sesuatu yang bermanfaat ataukah tidak. Apabila dirasa kurang dapat mencapai tujuan yang diinginkan, maka prosedur penelitian dapat dilakukan secara berulang.

  1. 4.       Penarikan Kesimpulan

Tujuan akhir dari setiap penelitian adalah mendapatkan kesimpulan mengenai apa yang telah disampaikan dengan hasil penelitian. Kesimpulan merupakan hasil tertinggi dalam suatu penelitian. Dengan diperolehnya kesimpulan, maka masalah yang disajikan, dibahas dan carikan jalan keluarnya akan nampak dengan jelas. Dengan demikian maka kesimpulan merupakan penjabaran sistematis dari seluruh kegiatan penelitian.

F.    Prosedur Penelitian

  1. Tahap Perencanaan

Rancangan-rancangan yang dilakukan pada tahapan ini adalah:

  1. Membuat lembar observasi untuk melihat suasana pembelajaran, aktivitas guru dan aktivitas siwa selama proses belajar mengajar dengan menerapkan metode kontekstual.
  2. Membuat analisa hasil ulangan harian setiap siklus, untuk melihat apakah siswa kelas X-1 dalam proses belajar mengajar ada peningkatan penguasaan materi hakekat negara melalui penerapan metode kontekstual dengan menganalisis hasil belajar siswa.
  3. Tahap Pelaksanaan / Tindakan

Guru melaksanakan tindakan kelas dengan strategi pembelajaran cara belajar siswa aktif melalui optimalisasi metode kontekstual yang diterapkan dengan tugas kelompok menggunakan bantuan berbagai media. Tugas yang telah dilakukan kemudian dipresentasikan di depan kelas, disini guru sebagai fasilitator yang memberi penguat dan simpulan untuk kejelasan materi hakekat negara.

  1. Pemantauan / observing

Pada tahap pemantauan dikumpulkan data dan informasi dari beberapa sumber untuk mengetahui seberapa jauh efektifitas dari tindakan yang dilakukan. Data tentang penguasaan materi hakekat negara diperoleh dari nilai ulangan harian.

  1. Refleksi

Refleksi adalah kegiatan yang mengulas secara kritis (reflective) tentang perubahan yang terjadi pada siswa, suasana kelas dan guru. Guru merefleksi capaian hasil belajar siswa sebelum dan sesudah tindakan kemudian merumuskan keberhasilan maupun kekurangannya untuk ditindaklanjuti dengan langkah-langkah program berikutnya berupa penyempurnaan dan pengembangan.

Rencana tindakan penelitian dilaksanakan atau disusun terperinci setiap siklusnya, sesuai jadwal dan alokasi waktu berdasarkan rancangan penelitian. Bentuk tindakan yang akan dilaksanakan dalam tindakan kelas pada tiap-tiap siklusnya dijelaskan sebagai berikut :

  1. Siklus I
    1. Perencanaan

1)        Mempersiapkan materi pembelajaran

2)        Mempersiapkan sumber belajar yang diperlukan

3)        Mempersiapkan lembar kerja siswa

4)        Mempersiapkan kelas dalam setting pembelajaran klasikal

5)        Membuat lembar observasi tentang aktivitas siwa selama proses belajar mengajar

  1. Tindakan

1)    Pertemuan 1

a)    Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

b)        Kegiatan Inti

(1)     Guru menjelaskan materi dan memberikan contoh-contoh soal.

(2)     Siswa mendengarkan penjelasan guru dan mencatat.

(3)     Siswa berlatih menyelesaikan soal-soal seperti dicontohkan oleh guru.

(4)     Siswa mendiskusikan materi.

c)    Kegiatan Penutup

(1)     Siswa membuat rangkuman

(2)     Guru memberikan tugas pekerjaan rumah

2)        Pertemuan 2

  1. Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

  1. Kegiatan Inti
    1. Guru menjelaskan materi pelajaran
    2. Guru memberikan contoh soal
    3. Siswa mendengarkan penjelasan guru dan mencatat
    4. Siswa berlatih menyelesaikan soal-soal seperti dicontohkan oleh guru
    5. Kegiatan Penutup
      1. Siswa bersama guru menyimpulkan materi
      2. Siswa mengerjakan soal evaluasi
      3. Pemantauan

1)    Mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar agar berjalan seoptimal mungkin

2)    Mengamati dan mencatat tindakan aktifitas siswa

  1. Refleksi

1)    Mengevaluasi hasil pemantauan dan mengolah data hasil evaluasi serta menentukan keberhasilan pencapaian tujuan tindakan.

2)    Mencatat perkembangan kemampuan siswa.

3)    Mengadakan refleksi I dengan meneliti kembali tindakan yang telah dilakukan.

4)    Memberi penguatan dan motivasi kepada siswa agar belajar lebih giat.

Indikator untuk melanjutkan ke siklus berikutnya adalah peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa dengan capaian minimal sekurang-kurangnya 50% siswa telah mencapai nilai tuntas (di atas minimal).

2.    Siklus II

a.    Perencanaan

1)        Mempersiapkan materi pembelajaran

2)        Mempersiapkan sumber belajar yang diperlukan

3)        Mempersiapkan lembar kerja siswa

4)        Mempersiapkan kelas dalam setting pembelajaran kontekstual dengan bantuan media audio berupa rekaman berita melalui tape recorder

5)        Membuat lembar observasi tentang aktivitas siwa selama proses belajar mengajar

b.    Tindakan

1)    Pertemuan 1

a)    Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

b)    Kegiatan Inti

(1) Siswa dibagi menjadi empat kelompok

(2)     Guru memberikan penjelasan teknis pelaksanaan diskusi

(3)     Siswa mendiskusikan materi

c)    Kegiatan Penutup

(1)   Siswa membuat kesimpulan

(2)   Siswa mencatat tugas rumah

2)    Pertemuan 2

a)    Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

b)    Kegiatan Inti

(1)     Siswa dibagi menjadi empat kelompok

(2)     Dalam kelompoknya siswa melakukan diskusi

(3)     Siswa menganalisis hasil diskusi

(4)     Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapinya

c)    Kegiatan Penutup

(1)     Siswa bersama guru menyimpulkan materi

(2)     Siswa mengerjakan soal evaluasi

c.    Pemantauan

1)    Mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar agar berjalan seoptimal mungkin

2)    Mengamati dan mencatat tindakan aktifitas siswa

d.    Refleksi

1)    Mengevaluasi hasil pemantauan dan mengolah data hasil evaluasi serta menentukan keberhasilan pencapaian tujuan tindakan.

2)    Mencatat perkembangan kemampuan siswa.

3)    Mengadakan refleksi I dengan meneliti kembali tindakan yang telah dilakukan.

4)    Memberi penguatan dan motivasi kepada siswa agar belajar lebih giat.

Indikator untuk melanjutkan ke siklus berikutnya adalah peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa dengan capaian minimal sekurang-kurangnya 65% siswa telah mencapai nilai tuntas (di atas minimal)

3.    Siklus III

a.    Perencanaan

1)        Mempersiapkan materi pembelajaran

2)        Mempersiapkan sumber belajar yang diperlukan

3)        Mempersiapkan lembar kerja siswa

4)        Mempersiapkan kelas dalam setting pembelajaran kontekstual dengan bantuan media audio visual berupa pemutaran menggunakan VCD

5)        Membuat lembar observasi tentang aktivitas siwa selama proses belajar mengajar

6)        Membuat angket untuk mengumpulkan data tentang respons siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran dengan penerapan metode kontekstual.

b.    Tindakan

1)    Pertemuan 1

a)    Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

b)    Kegiatan Inti

(1)   Siswa dibagi menjadi sembilan kelompok

(2)   Guru memberikan penjelasan tentang cara menggunakan alat dan cara merangkai

(3)   Siswa mendiskusikan materi

c)    Kegiatan Penutup

(1)     Siswa membuat kesimpulan

(2)     Siswa mencatat tugas rumah

2)    Pertemuan 2

a)    Kegiatan pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

c)         Kegiatan Inti

(1)     Siswa dibagi menjadi sembilan kelompok

(2)     Dalam kelompoknya siswa melakukan diskusi

(3)     Siswa menganalisis hasil diskusi

(4)     Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapinya

d)        Kegiatan Penutup

(1)     Siswa bersama guru menyimpulkan materi

(2)     Siswa mengerjakan soal evaluasi

c.    Pemantauan

1)    Mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar agar berjalan seoptimal mungkin

2)    Mengamati dan mencatat tindakan aktifitas siswa

d.    Refleksi

1)    Mengevaluasi hasil pemantauan dan mengolah data hasil evaluasi serta menentukan keberhasilan pencapaian tujuan tindakan.

2)    Mencatat perkembangan kemampuan siswa.

3)    Mengadakan refleksi I dengan meneliti kembali tindakan yang telah dilakukan.

4)    Memberi penguatan dan motivasi kepada siswa agar belajar lebih giat.

Indikator berakhirnya siklus adalah peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa dengan capaian minimal sekurang-kurangnya 90% siswa telah mencapai nilai tuntas (di atas minimal)

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin Makmum, 2000, Psikologi Kependidikan, Bandung : Remaja Rosda Karya

Bloom, Benyamin S, 1986, Taxonomy of Education Objective, New York : Longman.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Model pengembangan Silabus Mata pelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PKn. Jakarta : Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Rumpun Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Umum. Jakarta : Balitbang Depdiknas.

Djamah Sopah, 2001, Pengembangan dan Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS, http://www.depdiknas.go.id./Jurnal/31/djamah sopah.htm.

JP. Chaplin. 1992. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Pustaka Jaya.

Mochtar Buchari. 1986. Dasar-dasar Kependidikan. Bandung : Tarsito.

Mudhoffir. 1990. Proses Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Formal. Surabaya : Usaha Nasional.

Muhibbin Syah, 1995, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung : Remaja Rosda Karya.

Mulyani Sumantri dan Johar Permana, 1999, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Nana Sudjana, 1996, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru.

Nasution. 1972. Psikologi Pengajaran Nasional. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Ratna Wilis Dahar. 1986. Pengelolaan Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Press.

Rochman Nata Wijaya. 1992. Penelitian untuk Ilmu-ilmu Perilaku. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Sardiman A.M, 1989, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Rajawali Press.

Seels and Richey, 1994, Instructional Technology, New York : Ashton Scholastic Pty Limited.

Slameto. 1998. Didaktik Metodik. Jakarta : Pustaka Jaya.

Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rhineka Cipta.

Sumadi Suryabrata. 1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

The Liang Gie. 2000. Kamus Psikologi. Jakarta : PN. Balai Pustaka.

Toeti Soekamto dan Udin Saripudin Winataputra, 1997, Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran, Jakarta : PAU Ditjen Dikti Depdikbud

Wasty Soemanto, 1998, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta.

Winarno Surakhmad, 1994, Pengantar Interaksi Mengajar Belajar, Bandung : Tarsito.

WS. Winkel. 2001. Psikogi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

30 DVD Conversation Bahasa Inggris, Hanya Rp. 150.000 saja. Ingin informasi lebih lanjut? Klik banner iklan dibawah ini:

BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat


Berikut kami unggah sebuah file yang cukup bagus untuk pemahaman tentang guru dan pembelajaran bahasa Inggris. File ini merupakan softcopy dari  berbagai modul yang dipakai dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru di Universitas Negeri Semarang. Semoga  bermanfaat.

KUMPULAN MODUL PLPG MAPEL BAHASA-INGGRIS RAYON UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008


Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 4,586,717 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 234 other followers