Belajar jadi Guru

Pengembangan Modul Pembelajaran

Posted on: August 31, 2010


PENGEMBANGAN MODUL

PENGEMBANGAN MODUL

Oleh:

Drs. Nono Supriyatno, M.Pd

Disampaikan dalam Diklat Pengembangan Bahan Ajar  Tahun 2006

PENDAHULUAN

Modul  dapat diartikan sebagai materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. Dengan kata lain sebuah modul adalah sebagai bahan  belajar  dimana pembacanya dapat belajar mandiri.

Pengembangan bahan belajar mandiri atau biasa disebut modul, langkah-langkah yang ditempuh adalah: (1) perencanaan; (2) penulisan; (3) review dan revisi, dan (4)  finalisasi.  Penulis yakin bahwa Anda telah memiliki pengalaman di dalam tulis menulis, apakah menulis artikel, menulis diktat, menulis buku, menulis modul. Namun secara khusus dalam penyajian ini saya ingin mengajak Anda untuk lebih  memahami dan terampil dalam hal penulisan bahan ajar dalam bentuk modul. Oleh sebab itu modul ini diharapkan akan dapat membantu Anda dalam meningkatkan pengetahuan tentang proses pengembangan bahan belajar mandiri (modul).

Tujuan modul ini secara umum untuk memandu Anda dalam merencanakan dan mengembangkan modul sebagai bahan belajar mandiri. Dengan demikian isi modul ini lebih bersifat praktis dan lebih banyak memberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam menulis modul.

Modul ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama   mengenai tahap perencanaan  menulis  modul, bagian kedua  tentang tahap penulisan, bagian tentang tahap review, uji coba dan revisi, dan bagian empat tentang tahap finalisasi dan penggandaan/pencetakan. Untuk memahami tahapan tersebut, coba Anda ikuti petunjuk belaja berikut:

  • Bacalah secara cermat setiap penjelasan yang disajikan tahap demi tahap.
  • Kerjakan soal-soal atau latihan pada setiap akhir unit sajian.
  • Ulangi mempelajari uraian yang tersaji, fokuskan pada bagian yang kurang Anda pahami.
  • Praktekkan kegiatan-kegiatan yang Anda pelajari, maksudnya jika Anda diminta untuk menulis, lakukan penulisan modul sesuai dengan materi bidang studi yang Anda kuasai.

Pembelajaran 1.

TAHAP PERENCANAAN PENULISAN MODUL

A. TUJUAN

Setelah  mempelajari uraian pada bagian ini, diharapkan Anda dapat:

  1. menjelaskan pentingnya perencanaan dalam proses mengembangkan modul (bahan belajar mandiri).
  2. menjelaskan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merencakan penulisan modul.
  3. menjelaskan jenis-jenis informasi tentang  peserta didik (pebelajar) yang relevan terkait dengan perencanaan penulisan modul.
  4. merumuskan tujuan pembelajaran khusus.
  5. menetapkan isi dan urutan materi pelajaran relevan dengan tujuan pembelajaran khusus.
  6. menjelaskan faktor-faktor penting dalam memilih media yang akan digunakan.
  7. menjelaskan pentingnya penilaian ditentukan sejak tahap perencanaan

penulisan modul.

B. URAIAN

Jenis kegiatan apapun, perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Kegiatan pengembangan bahan ajar modul juga harus diawali dengan menyusun perencanaan penulisan. Untuk menghasilkan modul yang lebih baik, biasanya pada tahap perencanaan penulisan bahan ajar modul melibatkan para ahli. Tenaga ahli dalam hal ini yaitu ahli materi pelajaran, ahli pembelajaran atau setidaknya orang yang berpengetahuan dan berpengalaman dalam bidang metodologi pembelajaran dan kurikulum, serta ahli media atau sedikitnya orang yang berpengetahuan tentang media pembelajaran.

Perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul adalah sangat penting, karena dengan perencanaan yang baik dalam penulisan modul, maka modul yang dihasilkan akan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, serta kedalaman materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik/peserta diklat.

Modul yang kita kembangkan jika memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi serta sesuai dengan kemampuan peserta didik/peserta diklat, maka akan dapat membantu peserta didik/peserta diklat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Demikian pentingnya perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul yang baik.

Bagi para penulis modul, ketika akan menulis modul hendaknya mulai fokus menulis sejak perencanaan, sehingga ia mengetahui dan memahami tujuan yang ingin dicapai dan materi pelajaran yang disajikan dalam pembelajaran melalui modul. Dalam merencanakan penulisan modul, terlebih dahulu penulis harus menyusun Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM yang dihasilkan selanjutnya dijadikan pedoman dalam menulis modul bahan ajar.

Ketika Anda menyusun GBIM, hendaknya Anda memikirkan faktor-faktor yang melandasi kegiatan penyusunan GBIM tersebut, sebagai berikut:

  1. Siapakah yang menjadi peserta didik/peserta diklat yang akan memanfaatkan modul yang akan ditulis?
  2. Apakah tujuan umum dan tujuan khusus yang akan dicapai dalam pembelajaran?
  3. Materi pelajaran apakah yang akan disampaikan atau disajikan dalam modul itu?
  4. Bagaimana sistematika atau urutan penyajian materi pelajaran itu?
  5. Apa metode dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran?
  6. Bagaimanakah penilaian terhadap peserta didik/peserta diklat yang akan dilakukan?
  7. Bagaimanakah alokasi waktu pada setiap materi pelajaran yang disajikan?
  8. Bagaimanakah modul bahan ajar tersebut akan dinilai dan direvisi?

Agar modul yang Anda susun sesuai dengan kebutuhan peserta didik/peserta diklat, tersaji dengan baik, serta memiliki kebenaran dan kebermaknaan materi, maka hendaklah Anda ketahui informasi penting tentang peserta didik dalam melaksanakan tahap perencanaan menulis modul.  Coba Anda simak faktor-faktor yang melandasi perencanaan penulisan modul tersebut, sebagai berikut:

  1. Peserta didik/peserta diklat

Ketika Anda akan menulis modul, jauh sebelumnya Anda  harus memilki informasi sejelas mungkin untuk siapa modul yang akan ditulis, siapa sasaran pembacanya. Faktor-faktor apa yang harus diketahui dan relevan untuk mengembangkan modul bahan ajar tersebut?

Coba anda simak sedikitnya ada empat faktor penting berkaitan dengan peserta didik/peserta diklat berikut ini.

  • Keadaan peserta didik, berapa jumlah peserta didik/peserta diklat yang menjadi sasaran belajar? Berapa rata-rata usianya? Apa jenis pekerjaannya? Bagaimana lingkungan sosial budayanya?
  • Motivasi, mengapa mereka mengikuti pembelajaran dengan modul? Bagaimana hubungan kegiatan pembelajaran dengan pekerjaan mereka sehari-hari? Mengapa mereka memilih belajar dengan modul? Apa keinginan mereka dari kegiatan pembelajaran ini?
  • Kemampuan belajar, bagaimana kemampuan belajar mereka sebagai pebelajar? Apakah mereka telah memiliki pengalaman belajar sebelumnya? Apakah mereka memiliki cukup waktu dan fasilitas untuk belajar?
  • Latar belakang bidang studi, kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) apakah yang telah mereka kuasai sesuai dengan bidang studi/materi  yang akan dibelajarkan? Apakah mereka memiliki pengalaman yang sesuai?

Demikian informasi tersebut sangat penting ketika anda menyajikan materi pembelajaran dalam modul.

2.  Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus

mempertimbangkan dan menentukan tujuan (umum dan khusus) sejak awal proses penulisan modul tentunya sangat penting, karena sangat bermanfaat dalam upaya untuk menghasilkan modul yang lebih baik.

Sekedar untuk mengingatkan kembali tentang perbedaan tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus, mari kita simak penjelasan mengenai perbedaan kedua jenis tujuan pembelajaran tersebut sebagai berikut.

  • Tujuan Pembelajaran Umum, sering disingkat TPK (goal, general instructional objective) merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik  setelah selesai pembelajaran/setelah menyelesaikan suatu modul bahan ajar. Tujuan Pembelajaran Umum tersebut dapat pula menggambarkan tentang apa yang ingin disampaikan oleh pengajar/ modul.
  • Tujuan Pembelajaran Khusus, sering disingkat TPK (behavioral objective /specific instructional objective), merupakan pernyataan pernyataan yang menginformasikan apa yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran, mengandung tentang kemampuan-kemampuan (kompetensi) khusus (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang dapat terukur. Kemampuan-kemampuan yang dicerminkan dalam TPK dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur.

Tujuan Pembelajaran (khususnya TPK), sangat bermanfaat dalam pengembangan bahan ajar modul, karena:

  1. Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda untuk memperjelas arah dan penekanan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik/peserta diklat.
  2. Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan materi penting dan materi pendukung yang akan disajikan.
  3. Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan media dan aktivitas belajar yang  sesuai.
  4. Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan alat dan metode penilaian dalam mengukur efektivitas modul.

Selanjutnya, coba Anda ingat kembali kriteria dalam merumuskan tujuan pembelajaran khusus, dan coba rumuskan beberapa contoh tujuan pembelajaran khusus berdasarkan kriteria yang telah anda pahami.

3.  Menentukan isi dan urutan materi pembelajaran

Langkah yang Anda tempuh  dalam tahap perencanaan, setelah menentukan tujuan pembelajaran, Anda menentukan isi pelajaran dan urutannya. Cara yang  dilakukan adalah: (1) identifikasikan topik utama, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang akan disajikan dalam modul, (2) uraikan pokok bahasan ke dalam sub-sub pokok bahasan.

Pertimbangan penting yang perlu anda lakukan dalam menentukan isi dan urutan materi pembelajaran, adalah:

ü      Apakah materi yang akan disajikan relevan dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan?

ü      Apakah rasional  sesuai untuk dapat dipelajari dalam waktu yang ditetapkan?

ü      Apakah materi akan disajikan mencakup secara keseluruhan apa yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran?

ü      Apakah materi itu benar, sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik?

ü      Apakah masih terdapat materi yang kurang sesuai serta tidak  diperlukan oleh peserta didik?

ü      Apakah terdapat kesinambungan  antara materi sekarang dengan materi yang selanjutnya?

ü      Apakah urutan materi sudah sesuai dan tepat?

4.  Memilih dan mentukan media

Sekalipun pembelajaran menggunakan modul, media sebagai pendukung dalam belajar dengan modul tetap diperlukan, seperti misalnya kaset audio, film strip, ataupun media cetak lainnya untuk mendukung pembelajaran melalui penggunaan modul, khususnya untuk memperkuat pembelajaran yang memerlukan praktek.

Pertimbangan yang perlu kita lakukan dalam memilih media pendukung pembelajaran dengan modul, diantaranya:

ü      Apakah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai tepat menggunakan media?

ü      Apakah perlu digunakan media atau peralatan praktek sebagai media penunjang?

ü      Apakah sarana dan prasarana yang tersedia dalam kelompok memungkinkan untuk menggunaqkan suatu media?

5. Menentukan strategi penilaian

Sejak perencanaan, penentuan strategi penilaian hasil belajar  peserta didik/peserta diklat, kiranya sangat penting dipikirkan sejak awal dalam menyusun perencaan pengembangan modul mengenai: siapa yang akan menilai, kapan penilaian dilakukan, mengapa mereka perlu dinilai, dan bagaimana cara penilaiannya.

Tahap perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul seperti yang telah diuraikan di atas, dapat Anda simak lebih praktis melalui bagan sebagai berikut.

Gambar 1.1  Perencanaan menulis modul

C. LATIHAN 1

Silahkan Anda jawab soal-soal berikut ini!

  1. mengapa perencanaan yang baik diperlukan dalam mengembangkan modul sebagai bahan belajar mandiri?
  2. faktor-faktor apa saja yang harus diketahui tentang peserta didik/peserta diklat sekaitan dengan merencanakan pengembangan bahan ajar modul?
  3. Mengapa penting menentukan tujuan pembelajaran dalam perencanaan pengembangan bahan ajar modul?
  4. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan ketika Anda menentukan isi dan urutan materi yang akan dibelajarkan dalam modul?
  5. Apa pentingnya menentukan strategi penilaian sejak dalam tahap perencanaan?

Pembelajaran 2

TAHAP PENULISAN MODUL

A. TUJUAN

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini diharapkan Anda dapat:

  1. menjelaskan langkah-langkah mempersiapkan outline penulisan modul.
  2. menjelaskan langkah-langkah menulis sebuah modul.
  3. mengidentifikasi faktor-faktor yang penting dalam menulis modul.

B. URAIAN

Sebagaimana telah dijelaskan pada pembelajaran sebelumnya, bahwa pada tahap perencanaan  harus dihasilkan rencana menulis modul yang diwujudkan dalam bentuk pola dasar kegiatan pembelajaran atau Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM yang dimaksud berisi tentang peserta didik/peserta diklat, tujuan umum dan tujuan khusus, materi/isi pelajaran, media yang digunakan dan strategi penilaian.

Langkah yang Anda tempuh dalam penulisan modul meliputi: (1) mempersiapkan outline/rancangan penulisan, dan (2) melaksanakan  penulisan.

1. Mempersiapkan outline/rancangan penulisan

Kegiatan yang ditempuh dalam mempersiapkan outline meliputi langkah-langkah:

a. Menentukan topik atau pokok bahaasan yang disajikan

Setelah selesai menganalisis GBIM, Anda harus melakukan pemilihan dan menilai pokok bahasan-pokok bahasan (topik) yang akan disajikan disesuaikan dengan kondisi sasaran belajarnya yaitu peserta didik/peserta latihan.

Dalam melakukan langkah tersebut ada dua pertimbangan yang harus diingat yaitu pertama, daftar tentang kebutuhan belajar peserta didik dan tujuan pembelajaran khusus. Materi yang akan disajikan harus terkait relevan dengan kebutuhan peserta didik/peserta diklat dan tujuan pembelajaran khusus. Kedua, fokus pada belajar secara aktif. Agar modul yang Anda tulis mengembangkan belajar aktif, materi yang dikembangkan diarahkan pada pengembangan bahan belajar aktif, jangan terlalu mengarahkan fokus pikiran mengenai aktivitas belajar setelah uraian materi pelejaran. Oleh sebab itu  untuk mendukung pada pembelajaran aktif Anda harus meilih dan memilah materi-materi atau topik-topik apa yang akan disajikan dalam modul Anda.

  1. b. Mengatur urutan materi sesuai dengan urutan tujuan

Anda perlu mengatur urutan materi/topik secara logis dalam upaya membantu peserta didik menyerap materi pelajaran disajikan. Pikirkan pengalaman peserta didik sebagai titik awal, dan didasarkan pada kebutuhan peserta didik/peserta pelatihan, bukan didasarkan pada  gagasan Anda semata.

Penguraian materi bergerak dari yang sederhana menuju pada yang lebih kompleks, pada setiap unit atau penggalan materi (kegiatan per unit materi pelajaran) berikan aktivitas, dan kesempatan mempraktekkan sebelum peserta didik melangkah pada pembelajaran materi selanjutnya.

Jika diperlukan, pertimbangkan kemungkinan penggunaan media lain sebagai media pendukung, misalnya jika memang pada setiap akhir unit pembelajaran diharapkan siswa mendengarkan kaset audio, maka isi kaset tersebut jangan mengulang materi cetak , uraikan materi itu dari sudut pandang yang berbeda.

Ketika Anda mengatur urutan materi, coba perhatikan pertimbangan berikut:

  • Apakah tingkat kesulitan materi yang akan disajikan sesuai dengan kemampuan peserta didik/peserta diklat?
  • Apakah materi-materi baru disampaikan secara hati-hati dan cermat?
  • Apakah aktivitas pekerjaan yang akan dilakukan peserta didik sudah jelas?
  • Apakah penggunaan media pendukung sudah sesuai?

c.  Mempersiapkan rancangan/outline penulisan

Untuk mempersiapkan rancangan penulisan modul, coba Anda simak bagan contoh rancangan/outline sebagai dasar untuk memulai menulis modul.

Bagan 1 (contoh 1)

Dari contoh yang tergambar dalam bagan 1 di atas, dapat Anda cermati bahwa, sebuah modul terdiri dari:

  • Adanya pendahuluan, bagian ini umumnya berisi uraian singkat mengenai informasi materi yang akan diuraikan dalam modul, hubungan dengan materi sebelumnya, menguraikan tujuan, media (jika diperlukan) dan waktu yang dibutuhkan dalam mempelajari modul, motivasi/dorongan belajar dan lain sebagainya.
  • Adanya bagian utama/inti modul, pada umumnya bagian utama sebuah modul terdiri dari beberapa penggalan/kegiatan pembelajaran. Pada setiap penggalan/kegiatan pembelajaran berisikan tentang tujuan pembelajaran khusus, uraian materi, contoh-contoh, ilustrasi, tabel, diagram, adanya latihan, dan umpan balik.
  • Adanya bagian penutup, bagian ini biasanya berisi rangkuman atu kesimpulan, penjelasan terkait dengan materi selanjutnya, serta tes yang harus dikerjakan oleh peserta didik/peserta diklat. Jadi bagian ini merupakan bagian akhir dari sebuah modul.

Jika dirinci lebih lanjut, bagan 1 yang dijelaskan tadi, dapat digambarkan lagi lebih rinci sebagai berikut:

Selanjutnya diharapkan Anda akan dapat membuat outline untuk menulis sebuah modul, karena itu coba simak contoh outline yang lebih rinci di bawah ini. Namun  sebelum menyimak contoh yang dimaksud coba pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Uraian tentang apa? Tuliskanlah dalam rancanngan/ooutline modul yang akan Anda tulis.
  • Contoh-contohnya apa? Ilustrasinya apa?
  • Umpan baliknya bagaimana?

Untuk lebih jelasnya coba Anda simak contoh outline modul yang lebih rinci di bawah ini ( Suhardjono, 1995).

Mata pelajaran          : Fisika

Sasaran belajar         :  Diklat penyegaran guru SMK

2.  Memulai penulisan

Outline yang telah selesai Anda siapkan, selanjutnya dijadikan patokan untuk memulai menulis modul Anda. Bagaimana penulisan modul tersebut? Coba ikuti petunjuk berikut ini.

ü            Tulislah draft  modul dengan menggunakan bahasa (Bahasa Indonesia) yang umum digunakan, gunakan bahasa yang akrab, bayangkan ketika Anda berdiri sedang mengajar.

ü            Dalam uraian biasakan gunakan pertanyaan-pertanyaan retorik, maksudnya untuk menanamkan pemahaman dan kecermatan.

ü            Hindari penggunaan sebuah kata terlalu sering, gunakan kata-kata penggantinya.

ü            Upayakan menggunakan bahasa yang jelas (precise), hindari penggunaan bahasa abstrak dan tidak jelas.

ü            Gunakanlah kalimat-kalimat aktif dalam uraian yang Anda sajikan.

ü            Gunakanlah kalimat-kalimat yang jelas, cukup pendek dan sederhana.

ü            Gunakan pada setiap satu paragraf berisi satu gagasan/ide yang Anda jelaskan.

ü            Upayakan penggunaan paragraf secara jelas dan tepat mengandung satu gagasan/ide yang Anda tuangkan.

ü            Berikanlah contoh-contoh secara tepat dalam uraian yang Anda ungkapkan.

ü            Tampilkan gambar/diagram jika diperlukan secara tepat sesuai dengan isi dan konteks dari penjelasan yang Anda ungkapkan.

Silahkan Anda coba menulis modul sebagai draft 1 (draft awal) untuk selanjutnya draft tersebut dikaji dan dilengkapi lagi.

Setelah Anda selesai menulis draf 1 modul tersebut, selanjutnya lakukan review /tinjau ulang sendiri untuk  diperbaiki, dilengkapi sehingga Anda akan menghasil modul yang lebih sempurna sebagai draft 2, dan siap diuji cobakan (jika dipandang perlu).

Apa yang harus Anda cermati dalam mengoreksi modul draft 1 itu? Telitilah hal-hal berikut untuk menyempurnakan modul draft 1 yang telah selesai Anda tulis.

ü            Bacalah tulisan Anda, apakah tulisan Anda cukup jelas bagi peserta didik tentang apa yang mereka  inginkan.

ü            Baca setiap paragraf dalam uraian, apakah masih terdapat bahasa yang membingungkan.

ü            Cermati, apakah semua uraian Anda anggap sudah cukup jelas bagi peserta didik/pembecanya.

ü            Amati tata letak, contoh, gambar/diagram yang Anda sajikan dibuat dalam efek yang menarik.

ü            Lihat pada bagian latihan/evaluasi diri (self assessment), apakah cukup memadai dan relevan dengan tujuan pembelajaran.

ü             Cermati, apakah Anda telah menetapkan waktu yang cukup bagi peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan/aktivitas yang Anda sarankan pada setiap pembelajaran.

Silahkan Anda gunakan kegiatan-kegiatan tersebut untuk mengoreksi modul draft 1 dan menghasilkan draft modul 2 (hasil perbaikan draft 1).

2.  Menulis penilaian hasil belajar

Penulisan tes atau penilaian hasil belajar bagi peserta didik/peserta diklat yang belajar dengan modul, pada prinsipnya tidak terlepas dari proses pengembangan modul bahan ajar  yang dilakukan. Tentunya bagi seorang penulis modul harus mampu memilih metode, teknik dan instrumen penilaian yang sesuai untuk dapat mengukur tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Pada dasarnya penggunaan penilaian digunakan dua jenis penilaian, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif dimaksudkan untuk membantu dan memperbaiki peserta didik belajar. Sedangkan penilaian sumatif dimaksudkan untuk menginformasikan pencapaian hasil belajar.

C. LATIHAN 2

  1. Coba Anda jelaskan langkah-langkah yang ditempuh dalam mempersiapkan outline/rancangan penulisan sebuah modul!
  2. Jelaskan pula bagaimana langkah-langkah dalam menulis sebuah modul!
  3. Sebut dan jelaskan faktor-faktor apa yang perlu diperhatikan  bila Anda diminta menulis sebuah modul!

Pembelajaran 3

KETERBACAAN MODUL

A. TUJUAN

Setelah mempelajari pembelajaran ini, diharapkan Anda dapat memahami pengertian tentang “keterbacaan modul”

B. URAIAN

Keterbacaan (readability) dari suatu modul diindikasikan oleh  beberapa aspek, diantaranya:

q       Pemahaman yang tepat mengenai isi modul

q       Tingkat kemampuan pembaca atau kelompok sasaran

q       Penggunaan bahasa modul

Ketika Anda membaca sebuah modul misalnya, tentu akan berusaha untuk memahami modul tersebut. Dalam proses demikian sebenarnya secara tidak langsung Anda telah melakukan penilaian terhadap isi modul yang Anda baca. Dalam mempelajari modul tersebut, mungkin Anda akan menilai sukar, tidak begitu sukar, mudah atau mungkin terlalu mudah untuk dipahami. Hal penting sekarang adalah bagaimana Anda bisa menulis modul dan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik/sasaran pembacanya.

Jika Anda menulis  modul, maka Anda harus berusaha agar modul yang ditulis mendorong pembacanya untuk memperoleh kesan bahwa modul yang dibaca sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian berarti keterbacaan modul yang Anda tulis memenuhi keterbacaan.

Untuk terpenuhinya unsur keterbacaan modul ada beberapa aspek yang harus Anda kuasai, yaitu: (1) faktor bahasa; (2) gaya penyajian yang akrab; (3) relevansi waktu belajarnya; (4) tingkat kemampuan pembacanya/peserta didik; (5) menarik tidaknya materi yang disajikan; (6) pengorganisasian dari penyajian, dan (7) pendekatan penulisan yang digunakan, dan seterusnya.

Apabila  Anda menulis modul dengan memenuhi unsur-unsur tersebut di atas, modul yang Anda tulis akan mudah dimengerti, dan berarti modul tersebut sudah memenuhi persyaratan keterbacaan.

Bagaimanakah kita dapat menilai keterbacaan sebuah modul?

Faktor-faktor seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu keakraban, daya tarik, penggunaan bahasa kesesuaian dengan kemampuan pembaca dan sebagainya, sangat berpengaruh terhadap keterbacaan modul. Faktor-faktor tersebut biasanya  oleh para ahli digunakan untuk mengukur keterbacaan suatu modul. Tes yang digunakan untuk mengukur keterbacaan modul, diantaranya adalah Fog Index.

Faktor lain yang penting diperhatikan dalam upaya menilai keterbacaan modul, adalah analisis sasaran. Analisis sasaran yang dimaksud di sini adalah pendalaman atau kajian untuk mengetahui tingkat kemampuan sasaran pembacanya/peserta didik. dengan kata lain bahwa analisis sasaran adalah sejauh mana kira-kira kemampuan yang dimiliki  oleh sasaran pembaca agar modul yang Anda tulis dapat mudah dipahami.

Tentunya masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi daya serap sasaran pembaca/peserta didik terhadap modul yang kita tulis. Faktor-faktor itu misalnya, faktor motivasi, pengalaman, sosial ekonomi dan budaya. Dalam penulisan modul yang Anda lakukan, paling tidak yang Anda pertimbangkan adalah memperkirakan atau mempertimbangkan tingkat kemampuan pembaca/peserta didik yang Anda tuju.

Dengan demikian ketika Anda menulis modul telah dapat menyesuaikannya, setidaknya memenuhi faktor pemahaman isi modul dan kemampuan daya serap.

C. LATIHAN 3

Petunjuk Pengerjaan

Di bawah ini disajikan bacaan yang sengaja dikutip dari bagian uraian yang telah diungkapkan di atas (pembelajaran 3) yang sudah tentu telah Anda baca. Dalam bacaan tersebut, setiap jarak lima kata, kata yang ke lima sengaja disembunyikan. Namun kalimat pertama dan terakhir tetapp utuh, tidak ada kata yang dihilangkan. Kata-kata yang disembunyikan diganti dengan dengan titik-titik (……….) sebagai ruang kosong. Tugas Anda sekarang adalah menemukan kembali semua kata yang disembunyikan/dihilangkan itu, dan mengisikannya kembali ke dalam ruang  kosong  tersebut. Tugas ini kerjakan sejujurnya, jangan mengutip atau menyontek teks aslinya dalam pembelajaran 3, sebelum Anda mencocokan hasil isian yang Anda kerjakan.

Akan lebih baik jika Anda menuliskannya pada kertas lain, tidak langsung pada bacaan yang disediakan. Setelah selesai, silahkan  cocokkan jawaban Anda dengan bacaan yang sebenarnya.

Silahkan mulai kerjakan latihan 3 berikut ini.

Uraian Nomor Ruang  yang harus diisi

Keterbacaan (readability) dari suatu modul diidentifikasikan oleh  beberapa aspek, diantaranya:

q       Pemahaman yang ………. mengenai isi modul

q       Tingkat kemampuan ………. atau kelompok sasaran

q       Penggunaan ………. modul

Ketika Anda membaca ……… modul misalnya, tentu akan …… untuk memahami modul tersebut. ……. proses demikian sebenarnya secara …… langsung Anda telah melakukan …… terhadap isi modul yang Anda …… Dalam mempelajari modul tersebut, …….. Anda akan menilai sukar, ……. begitu sukar, mudah atau ………. terlalu mudah untuk dipahami. …… penting sekarang adalah bagaimana ……. bisa menulis modul dan …….. dipahami dengan mudah oleh peserta ………..  pembacanya.

Jika Anda menulis  modul, ……. Anda harus berusaha agar modul ……… ditulis mendorong pembacanya untuk ……….. kesan bahwa modul yang …….. sesuai dengan kemampuannya. Dengan …….. berarti keterbacaan modul yang …….. tulis memenuhi keterbacaan.

Untuk ………. unsur keterbacaan modul ada ……… aspek yang harus Anda …….., yaitu: (1) faktor bahasa; (2) gaya ……… yang akrab; (3) relevansi waktu ………..; (4) tingkat kemampuan pembacanya/peserta didik; (5) ………. tidaknya materi yang disajikan; (6) …………. dari penyajian, dan (7) pendekatan penulisan yang digunakan, dan seterusnya.

Apabila  Anda menulis modul dengan memenuhi unsur-unsur tersebut di atas, modul yang Anda tulis akan mudah dimengerti, dan berarti modul tersebut sudah memenuhi persyaratan keterbacaan.

Diadaptasi dari  Anung Haryono, (2000)

1

2

3

4, 5

6

7, 8

9

10, 11

12, 13

14, 15

16

17

18, 19

20, 21

22

23, 24

25, 26

27

28

29

Selamat bekerja!

Bagaimana, dapatkah Anda menyelesaikannya? Jika sudah selesai, hitung berapa nomor yang tepat jawabannya!

Selanjutnya hitunglah persentase skor yang diperoleh, dengan ketentuan:

Bila hasilnya :  86% – 100%     Anda memahami sangat baik

71% – 85%      Anda memahami dengan baik

56% – 70%         Anda cukup memahami

41% – 55%      Anda masih kurang memahami

0 %  –  40%     Anda sangat kurang memahami

Pembelajaran 4

BAHASA DALAM PENULISAN MODUL

A. TUJUAN

Setelah selesai mempelajari pembelajaran ini, diharapkan anda dapat:

  1. menggunakan gaya bahasa yang sesuai dalam penulisan modul
  2. menggunakan tata bahasa sederha dalam penulisan modul
  3. memahami penggunaan  paragraf dalam penulisan modul

B. URAIAN

Dalam pembelajaran ini dibahas tentang bahasa dalam penulisan modul. Bahasa modul tentunya sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam buku teks. Sebagaimana kita tahu bahwa modul sebagai bahan ajar digunakan untuk belajar mandiri, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa percakapan yang mengkondisikan seolah-olah pembacanya melakukan percakapan ketika membacanya.

1. Gaya bahasa percakapan

Gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan modul, dapat dibayangkan seperti gaya bahasa seseorang sedang bercakkap-cakap dengan orang lain yang belum saling mengenal secara baik. Dengan demikian gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan modul gunakanlah gaya bahasa percakapan. Pikirkan pula ketika Anda sedang menulis modul bayangkan seolah-olah Anda sedang berhadapan dengan pembaca, sehingga akan menimbulkan suasan akrab, karena seakan-akan terjadi komunikasi dua arah.

Gaya bahasa percakapan yang dituangkan dalam penulisan modul biasanya sering menggunakan pertanyaan-pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak perlu dijawab langsung setelah diungkapkan. Anda bertanya pada pembaca/sasaran belajar, sebelum ia mencawab, Anda sendiri menjawabnya secara langsung. Pertanyaan demikian dimaksudkan hanya sebagai pemicu terjadinya persepsi pembecanya. Contohnya: bukankah keterampilan menulis modul telah Anda kuasai?

2. Tata bahasa sederhana

Struktur kalimat yangdigunakan dalam uraian penyajian dalam modul, tidak menggunakan tata bahhasa secara ilmiah dan ketat seperti menentukan subyek, predikat, imbuhan, awalan ber, awalan per dan sebagainya, akan tetapi cukup gunakan kalimat-kalimat sederhana, kalimat tunggal, pendek-pendek tidak beranak bercucu. Mari kita simak contoh berikut ini.

Ginjal kita berfungsi untuk menyyaring darah. Zat racun sisa metabolisme akan dikeluarkan oleh ginjal lewat  air seni, sedangkan zat yang masih berguna akan diedarkan kembali di dalam darah. Begitu seterusnya selama kita hidup. Bila fungsi ginjal rusak, tubuh kita akan sakit dan akhirnya kehidupan kita berakhir.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan kalimat-kalimat panjang, namun dalam konteks tertentu kalimat panjang tetap diperlukan. Yang penting kalimat-kalimat yang digunakan harus dirakit secara logis, teratur, dan mencerminkan pikiran yang teratur pula.

3.  Penyusunan paragraf

sebuah paragraf berisikan kumpulan beberapa kalimat yang disusun secara logis, sehingga membentuk satu kesatuan utuh dari sebuah ide/pokok pikiran. Paragraf yang Anda tulis hendaknya mengarah pada suatu uraian, menuju pada suatu pokok pikiran yang dikandung oleh kalimat utama. Kalimat utama yang dimaksudkan di sini, adalah kalimat inti pada suatu paragraf, dan mengandung kunci gagasan atau ide..

Agar dapat memahami ide secara jelas, maka kalimat-kalimat yang membangun paragraf itu harus dibuat jelas, padat dan pendek-pendek.

Coba kita perhatikan contoh sebuah paragraf berikut:

Modul hendaknya ditulis dengan menggunakan kalimat-kalimat pendek. Pada setiap kalimat memuat sebuah gagasan atau ide. Bila Anda secara tidak sadar membuat kalimat panjang, usahakan memenggal kalimat tersebut menjadi dua atau lebih kalimat. Pemenggalan kalimat itu dilakukan pada kata-kata hubung. Oleh sebab itu setiap paragraph yang ditulis dalam modul Anda, gunakanlah kalimat yang dirakit secara logis dan teratur.

C. LATIHAN

  1. Apakah yang dimaksud dengan pertanyaan retorik, jelaskan apa maksud digunakannya pertanyaan-pertanyaan retorik dalam tulisan modul?
  2. Apa manfaatnya menggunakan gaya bahasa sederhana ketika kita menyusun modul?
  3. Apakah yang dimaksud dengan paragraf?
  4. Apa karakteristik paragraf yang baik dan cocok dalam penulisan modul?

Pembelajaran 5

REVIEW DAN UJI COBA MODUL

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah selesai mempelajari uraian dalam pembelajaran ini, diharapkan Anda dapat:

  1. menjelaskan  proses yang ditempuh dalam kegiatan review modul.
  2. menjelaskan langkah  dan proses   pelaksanaan uji coba modul.
  3. menjelaskan proses melaksanakan revisi/perbaikan modul.

B. URAIAN

Suatu modul yang telah selesai disusun, sekalipun penyusunannya sudah menempuh langkah-langkah yang baik (penyusunan draft 1, dan draft 2), namun tetap diperlukan perbaikan baik yang menyangkut isi maupun efektivitasnya. Kegiatan perbaikan yang dimaksud adalah melalui review dan uji coba. Proses review dan uji coba dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan dari beberapa orang terhadap modul yang Anda susun, sehingga akan diperoleh masukan dalam upaya perbaikan modul yang telah selesai disusun.

Mari kita simak kegiatan tersebut sebagai berikut:

  1. Review, dilakukan dengan cara mintalah beberapa orang untuk membaca draft modul Anda, mintalah mereka mengkritisi dan memberikan komentar terhadap draft modul itu. Orang terkait untuk mereview draft modul tersebut, biasanya adalah, ahli materi bidang studi, ahli pembelajaran, tutor/guru sebagai teman sejawat. Apa yang harus dikomentari oleh mereka? Sesuai dengan tujuannya untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan draft  modul, maka komentar yang harus mereka sampaikan pada dasarnya meliputi, isi materi yang disajikan, dan  teknik penyajian atau efektivitas pembelajaran. Masalah yang menyangkut tentang isi materi sajian yang perlu Anda pikirkan ketika anda sebagai reviewer, meliputi:
  • Apakah tujuan yang diungkapkan sudah tergambarkan secara jelas?
  • Apakah tujuan-tujuan itu relevan dengan kebutuhan peserta didik/sasaran pembacanya?
  • Apakah masih diperlukan adanya tambahan tujuan?
  • Apakah materi yangdisajikan sudah memadai dan cukup sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan?
  • Apakah materi yang disajiakan masih sesuai dengan perkembangan (up to-date)?
  • Apakah antara materi yang satu dengan materi lainnya dalam pembelajaran saling terkait secara logis?
  • Apakah sajian materi sudah didukung dengan contoh, analogi, dan ilustrasi yang sesuai?

Sedangkan masukan yang menyangkut penyajian/efektivitas pembelajaran dalam modul itu, Anda pikirkan:

  • Apakah dalam meodul itu sudah ada petunjuk belajar yang jelas?
  • Apakah menurut Anda peserta diklat/sasaran belajar akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  • Apakah materi yang disajikan memiliki tingkat kesukaran yang sesuai dengan kemampuan peserta diklat/sasaran pembeca?
  • Adakah istilah-istilah baru dijelaskan sejelas mungkin?
  • Apakah aktivitas yang disarankan bermanfaat dan dapat dilaksanakan?
  • Apakah tugas-tugas yang diberikan saling terkait dengan aktivitas pembelajaran dengan modul itu?

2. Uji coba modul

Uji coba modul yang dimaksudkan di sini adalah mencobakan  draft modul kepada beberapa orang sampel sasaran belajar calon peserta diklat, caranya:

  • mintalah mereka mempelajari draft modul yang  telah diperbaiki berdasarkan hasil review.
  • Mereka diminta mempelajari selama satu sampai dua jam, amati selama kegiatan pembelajaran mereka.
  • Teliti apakah mereka memiliki pengetahuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari  modul yang Anda tulis.
  • Jelaskan tujuannya, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan uji coba modul.
  • Mintalah mereka untuk mengerjakannya secara wajar.
  • Amati bagaimana mereka mempelajari modul itu.
  • Amati dari mana mereka memulainya, bagaimana reaksi mereka terhadap aktivitas dalam modul.
  • Amati apakah ada hal-hal yang membuat mereka  bbosan/jenuh atau mengalami kesulitan.
  • Jika diantara mereka ada yang telah selesai, berilah tes untuk mengaktifkan apakah mereka telah belajar.
  • Hasil uji coba yang Anda lakukan hendaknya dijadikan dasar untuk merevisi modul Anda.

Demikian uji coba terbatas ini, namun jika hasil uji coba demikian masih kurang memberikan informasi untuk menyempurnakan modul tersebut seperti yang diperlukan, maka dapat anda lanjutkan untuk melakukan uji coba secara empirik realistik di lapangan.

C. LATIHAN

  1. Dalam melakukan review draft modul yang menyangkut isi, faktor-faktor apa yang perlu diperhatikan?
  2. Coba jelaskan bagaimana Anda melakukan ujicoba terbatas modul Anda?

DAFTAR PUSTAKA

Mukajat D. Brotowidjojo (1985). Dasar-dasar penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: akademika Pressindo.

———-. (1996). Program Applied Approach , Jakarta: Directorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Suharto Lasmono. (2000). Prosedur Pengembangan Bahan Belajar Mandiri. Jakarta: Pustekom Depdiknas.

Tian Belawati. (2004). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wayan Inten. (2000). Bahasa Modul. Jakarta Pustekom Depdiknas.

Zaenal Arifin. (2003). Dasar-dasar Penulisan karangan Ilmiah. Jakarta: PT Grasindo.

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN …………………………………………………………………………….  1

Pembelajaran 1: Tahap Perencanaan Penulisan Modul ……………………….  2

Pembelajaran 2: Tahap penulisan Modul ……………………………………………  9

Pembelajaran 3: Keterbacaan Modul ………………………………………………… 17

Pembelajaran 4: Bahasa Dalam Penulisan Modul ………………………………. 22

Pembelajaran 5: Review danUji Coba Modul ……………………………………..  24

KELENGKAPAN MODUL

1. Sampul luar, berisi:

  • Judul Modul
  • Nama Penulis, jika lebih dari satu orang sebutkan penulis utama, dan penulis anggota
  • Nama instansi tempat  penulis bekerja

2. Sampul dalam, terdiri:

  • Lembar persetujuan/pengantar pimpinan lembaga
  • Kata pengantar
  • Daftar isi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 2,587,829 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 198 other followers

%d bloggers like this: