Belajar jadi Guru

Archive for January 2011



Anda mungkin akan kaget jika mengetahui bahwa Habibie Afsyah telah sukses menjadi pebisnis Online pada usianya 21 tahun (saat bukunya dibuat thn 2009). Di usia mudanya, Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya.

Habibie terlahir sebagai bayi montok dan sehat yg membuat orangtuanya tidak menaruh curiga terhadap keadaan fisik anaknya.
Baru pada Usia 8 bulan, orang tuanya mulai curiga karena Habibie kecil belum juga bisa merangkak seperti bayi normal lainnya.

Mulailah Habibie di bawa ke Dokter oleh Ibunya untuk mengetahui penyebab terlambatnya perkembangan fisik tsb.

Setelah dibawa ke berbagai Rumah Sakit dan bertemu dengan banyak dokter, diketahui ternyata Habibie menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe Backer.
Ada kelainan di otak kecil Habibie yg menyebabkan perkembangan syaraf motoriknya terganggu, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mengalami kelainan.

Bahkan ada Dokter yg memprediksi umurnya hanya sampai 25 tahun saja.

Habibie sering dibawa ke mana-mana oleh Sang Ibu untuk berobat, baik ke dokter spesialis, maupun ke pengobatan alternatif. Semua dilakukan Ibunya agar mendapatkan kesembuhan bagi Sang Anak. Bahkan Habibie sempat dibawa terapi khusus dengan memasukkan tubuhnya ke dalam semacam kotak. Kakinya dimasukkan sepatu khusus dengan penyangga besi.

Namun Habibie merasa proses terapinya sangat menyakitkan. Dalam setiap terapi sekitar 15-30 menit itu Habibie kecil selalu menangis ; “Sakit Ma, sakit. Udah ma, Dede ngak mau,” jeritnya. Karena terapi yg menurut Habibie menyakitkan tersebut, pangkal pahanya sempat terlepas dari tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat pertumbuhan kakinya menjadi tidak seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang sebelah.

Namun keadaan cacat telah mengajarkan Habibie untuk ikhlas menerima keadaan yg diberikan Tuhan. Hal itu bisa dia terima dengan apa adanya.

Yang membuat sangat berat adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan layak dari lingkungan sekitar.

Memang Beliau sangat merasakan diskriminasi ketika mau mendaftar ke sekolah, mau menikmati liburan di tmp wisata bersama keluarga, dan lain sebagainya.

Sebagian sekolah beralasan belum memiliki fasilitas untuk menampung Anak Cacat yg berkursi roda untuk belajar di sekolah normal.

Ibu Habibie lah yg berjuang keras ke sana-ke mari untuk mencari tempat pendidikan buat anaknya. Termasuk suatu ketika mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari dg pengajar dari Singapura, Mr. Fabian Lim.

Ceritanya setelah bergelut dengan perjuangan untuk bisa lulus sekolah hingga SMA, Habibi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dia didaftarkan ibunya ikut Kursus Dasar Internet Marketing. Biayanya lumayan besar, Rp. 5 juta. Usai Kursus Dasar Internet Marketing tsb, Habibie mengaku tidak tahu harus melakukan apa lagi karena dia merasa benar-benar buta tentang bidang yg baru dipelajarinya itu. Dia merasa nol besar untuk bidang internet marketing ini. Apalagi kursus yg diberikan dalam Bahasa Inggris dan memakai Alih bahasa (tanslator).

Habibie memang sering membuka internet, namun itu hanya untuk bermain game online sebagai pengisi kesibukannya di rumah. Katanya Komputer yg dipakai juga masih numpang di komputer kakaknya.

Belum habis kebingungan Habibie, Selang beberapa bulan kemudian, Habibie diikutkan kembali oleh ibunya untuk ikut Kursus tingkat lanjut (advanced) Internet Marketing dg pembicara yg sama dari Singapura,Fabian Liem.

Sebenarnya Habibie sempat menolak karena tidak enak melihat Ibunya
harus menjual Mobil sewaannya hanya agar dia bisa ikut pelatihan tsb.
Karena Biaya Kursus tingkat lanjut itu mencapai Rp. 15 Juta.

Dia sempat berdebat dengan ibunya, namun Ibunya tetap memberikan semangat kepada Habibie dan mendorongnya untuk bisa berhasil. “Anggap saja kamu kuliah”, begitu kata mamanya. Akhirnya dengan dorongan mamanya, Habibie mau juga ikut kursus mahal itu.

Di kursus advanced tsb, habibie mengikuti “kuliah” setiap 2 minggu selama 3 bulan. Di tmp kursus inilah pertama kalinya Habibie berkenalan dengan Suwandi Chow, alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Setelah belajar 3 minggu, Habibie berhasil mendapatkan penjualan pertama dari Amazon.com dg Produk Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie senangnya bukan kepalang karena baru kali ini bisa menghasilkan uang dari internet. Pada komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena biaya iklan lebih besar dari komisi.
Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi $124, $500, $1000, dan $2000 dari Amazon. Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.

Uang hasil penghasilan dari Amazon dipakai Habibie untuk mengikuti kursus-kursus internet marketing lain, seperti Eprofitmatrix, Dokterpim, dan I

Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix bersama Gurunya, Suwandi Chow. Itulah pertama kali Habibie menjadi Trainer seminar meskipun usianya masih 20 tahun.

Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, hingga diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie diundang pada acara Kick Andy di Metro TV pada episode “Kasih Tiada Bertepi”.

=======================================

Hikmah yg Bisa Kita Petik dari Profil Habibie

Berikut saya kutip 2 paragraf terakhir dari bukunya :

“Akhirnya, melalui buku ini,aku ingin mengajak Anda semua untuk mensyukuri apa pun yg telah dianugrahkan oleh Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Diri kita adalah anugrah yang sangat berharga. Bagaimanapun kondisi kita, kita selalu punya pilihan untuk melejitkan potensi diri kita atau menidurkannya. kelemahan diri, termasuk keterbatasan fisik, tidak harus selalu berujung pada pelumpuhan diri. Pergulatan sudah pasti ada,
tetapi kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan”.

“Kalau Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”.
——————————————————————–

Hampir saja Saya meneteskan air mata membaca 2 paragraf terakhir tersebut.
Kalimat-kalimat tsb bukan hanya identik dg perjuangan sang penulis sendiri,
tapi lebih ditujukan buat kita para pembaca yg mau mengambil hikmah.

Apapun keadaan diri kita saat ini ; normal atau cacat, tua atau muda, kaya atau miskin, banyak hutang atau tidak, jatuh atau bangun, sakit atau sehat, lelaki atau perempuan, dst, sesungguhnya “kitalah yg memilih jalan hidup untuk mau berhasil atau tidak!”.

Habibie dengan kursi rodanya mau belajar ke mana saja yg kebanyakan dilakukan orang normal. Habibie dengan kursi rodanya mau memanfaatkan pemberian Tuhan yg paling mahal, yaitu pikiran.

Di usia mudanya (21 thn), Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya. Kabarnya Modal Yayasan didapat dengan menyisihkan sebagian penghasilannya dari internet marketing (bisnis online).

Bahkan diri kita belum melakukan apa-apa di usia kita yg semakin tua. Belum memberikan manfaat yg banyak bagi orang lain…!

Sumber : www. Bisnisdavit.com


 

TATA TERTIB SPEECH CONTEST

  1. Peserta lomba adalah peserta yang telah mendaftarkan diri dan menyerahkan naskah sebelum technical meeting.
  2. Peserta wajib mengambil no undi untuk penentuan pelaksanaan lomba.
  3. Peserta mendapat giliran dengan cara dipanggil oleh panitia. Apabila panggilan pertama belum hadir diberi tenggang waktu 3 menit, kemudian dilanjutkan panggilan ke dua dan diberi tenggang waktu 2 menit dan apabila belum hadir dilanjutkan dengan panggilan ke 3 dengan tenggang waktu 1 menit. Apabila dalam waktu 1 menit setelah panggilan ke 3 tidak dapat hadir maka dinyatakan gugur.
  4. Peserta diberi waktu 6 menit untuk presentasi babak penyisihan untuk mendapatkan sepuluh besar.
  5. Peserta diberi waktu 6 menit untuk presentasi dan 4 menit untuk tanya jawab pada babak final.
  6. Peserta memulai pidato setelah Timer memberi tanda mulai dengan ketukan palu 1 kali.
  7. Timer mengingatkan peserta dengan 2 kali ketukan palu apabila waktu tinggal 1 menit.
  8. Timer mengetuk palu berturut-turut apabila waktu telah habis.
  9. Peserta diperkenankan membawa pointer pada saat menyampaikan pidato

      ( bukan naskah )

10.  peserta dilarang berhenti untuk menanyakan apapun kepada siapapun pada saat pidato kecuali pertanyaan pertanyaan retorika.

11.  Para pembimbing tidak diperkenankan membantu apapun pada saat peserta berpidato.

12.  Para pembimbing maupun supporter dilarang bertepuk tangan, pujian atau yel-yel pada saat peserta menyampaikan pidato.Tepuk tangan, pujian maupun yel – yel dapat dilakukan setelah waktu habis.

13.  Peserta dilarang mengaktifkan HP pada saat berpidato.

14.  Keputusan Dewan Yuri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

                                                       Panitia Speech Contest


Sumber : www.scribd.com

Download:

RPP Bahasa Indonesia SMP KELAS VIII Pola Eksplorasi Elaborasi dan Konfirmasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

NO  1 

Sekolah                       :  SMP  Negeri 1 Rembang

Mata Pelajaran          :  Bahasa Indonesia

Kelas  /  Semester     :  VIII  /  1

Alokasi Waktu           :  4  x  40 menit

 

  1. A.     Standar Kompetensi

1 Memahami wacana lisan berbentuk laporan. 

  1. B.     Kompetensi Dasar

1.1  Menganilis laporan. 

  1. C.     Indikator
    1. mampu menuliskan pokok-pokok laporan perjalanan yang diperdengarkan dengan kalimat singkat, jelas, dan santun.
    2. mampu  menganalisis urutan waktu dan ruang  dalam laporan yang diperdengarkan dengan baik dan santun. 
  2. D.    Tujuan Pembelajaran
  3. Siswa dapat menyimak laporan perjalanan dengan baik dan santun.
    1. Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan isi laporan yang diperdengarkan dengan baik dan santun.
  4. Siswa dapat menuliskan kembali pokok-pokok isi laporan yang didengarnya secara

singkat dan  benar.

  1. Siswa dapat menganalisis urutan waktu dan ruang dalam  laporan perjalanan dengan baik dan santun.
  2. E.     Materi Pembelajaran
    1. a.    Pengertian laporan

Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta,dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut.

Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan.

Menganalisis laporan berarti melakukan suatu kajian atau penelitian terhadap suatu laporan. Hal yang dianalisis dalam laporan dapat meliputi isi peristiwa, kronologi waktu, kelengkapan data,

kebahasaan, dan bentuk laporan.

Supaya dalam menganalisis laporan yang kalian simak dapat memberikan hasil yang maksimal, kalian perlu memerhatikan hal-hal berikut.

1. Menyimak laporan dengan saksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan  secara utuh dan lengkap serta terperinci.

2. Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.

3. Tidak mencampuradukkan antara fakta (yang bersifat objektif) dan opini atau pendapat (yang cenderung bersifat subjektif).

  1. b.     Langkah-langkah menganalisis laporan

 Beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses menganalisis laporan adalah berikut.

1. Memahami isi laporan dari bentuk, isi, maupun kebahasaan.

2. Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.

3. Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan berdasarkan suatu teori atau definisi (referensi).

  1. c.        Urutan  laporan perjalanan

Dalam sebuah laporan dapat dijumpai urutan waktu, urutan tempat, juga urutan kejadian.

Laporan  berisi hal-hal berikut ini.

a. Apa yang dilaporkan.

b. Siapa yang membuat laporan.

c. Kapan laporan itu dibuat.

d. Di mana hal yang dilaporkan itu terjadi.

e. Bagaimana bentuk laporan itu.

  1. F.      Skenario Pembelajaran

Pertemuan  Pertama 

No Kegiatan Waktu Metode/ Teknik
1.2.

3.

Pendahuluan

  1. Guru memeriksa kesiapan siswa.
  2. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.
  3. Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari siswa dengan pelajaran sebelumnya.

Kegiatan Inti

Eksplorasi

  1. 1.  Siswa dan guru bertanya jawab  mengenai laporan yang biasa dibacakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya laporan perjalanan.
  2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang urutan laporan perjalanan dengan baik dan santun.

Elaborasi

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
  2. Secara kelompok  siswa menyimak pembacaan laporan perjalanan.
  3. Guru memberikan tugas dan masing-masung kelompok memngerjakannya.
  4. Siswa secara kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompoknya mengerjakan dan mengetahui jawabannya.
  5. Guru memanggil salah satu nomor  siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka tentang pokok-pokok laporan dan pola urutan waktu atau ruang dalam laporan.
  6. Kelompok yang lain memberikan tanggapan .
  7. Guru menunjuk nomor yang lain dari kelompok yang berbeda.

Konfirmasi

1. Hasil presentasi disimpulkan bersama-sama dengan pengarahan guru.

Penutup

  1. Guru bersama siswa melakukan refleksi dengan menanyakan apa yang telah dipelajari dan kesulitan yang dihadapi siswa.
  2. Guru menjelaskan tugas-tugas pada pertemuan berikutnya, yaitu menanggapi isi laporan perjalanan.
10’60’

10’

Tanya jawabCeramah

Diskusi

Tanya jawab

Inkuiri

Tanya jawab

 

Pertemuan  Kedua

No Kegiatan Waktu Metode/ Teknik
1.2.

3.

Pendahuluan

  1. Guru memeriksa kesiapan siswa.
  2. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.
  3. Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari siswa dengan pelajaran sebelumnya.

Kegiatan Inti

Eksplorasi

a.  Siswa dan guru bertanya jawab tentang urutan laporan perjalanan dengan baik dan santun.

  1. Guru menjelaskan tentang menganalisis laporan dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menganalisis laporan perjalanan.

Elaborasi

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
  2. Secara kelompok  siswa menyimak pembacaan laporan perjalanan.
  3. Guru memberikan tugas dan masing-masung kelompok memngerjakannya.
  4. Siswa secara kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompoknya mengerjakan dan mengetahui jawabannya.
  5. Guru memanggil salah satu nomor  siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka tentang pokok-pokok laporan dan pola urutan waktu atau ruang dalam laporan.
  6. Kelompok yang lain memberikan tanggapan .
  7. Guru menunjuk nomor yang lain dari kelompok yang berbeda.

Konfirmasi

1. Hasil presentasi disimpulkan bersama-sama dengan pengarahan guru.

Penutup

  1. Guru bersama siswa melakukan refleksi dengan menanyakan apa yang telah dipelajari dan kesulitan yang dihadapi siswa.
  2. Guru menjelaskan tugas-tugas pada pertemuan berikutnya, yaitu menanggapi isi laporan perjalanan.
10’60’

10’

Tanya jawabCeramah

Diskusi

Tanya jawab

Inkuiri

Tanya jawab

 

  1. G.    Metode dan model pembelajaran

Metode

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Inkuiri
  4. Diskusi

 

Model Pembelajaran

  1. Kepala Bernomor
  2. H.    Media dan Sumber Belajar

H.1. Contoh Laporan Perjalanan

H.2. Rekaman Pembacaan Laporan

H.3. BSE Bahasa Indonesia

  1. I.       Penilaian

1.1.   Teknik              : Tes unjuk kerja.

1.2.   Bentuk instrumen          : Uji petik kerja produk

1.3.   Soal /Instrumen :

1.3.1.      Tulislah enam pokok laporan dari laporan perjalanan yang diperdengarkan !

1.3.2.      Tentukan pola urutan laporan dan buktikan dengan cara mencuplik isinya !

Rubrik Penilaian Menulis Pokok-pokok Laporan

Aspek Deskriptor skor skor maksimal
Pokok–pokok laporan ü      Menyebutkan enam pokok laporanü      Menyebutkan lima pokok laporan

ü      Menyebutkan empat pokok laporan

ü      Menyebutkan tiga pokok laporan

ü      Menyebutkan dua pokok laporan

ü      Menyebutkan satu pokok laporan

ü      Tidak  menyebutkan pokok laporan

65

4

3

2

1

0

6
Pola urutan laporan ü      Menentukan pola urutanlaporan dengan tepatü      Menentukan pola urutan laporan tidak tepat

ü      Tidak menentukan pola urutan laporan

42

0

4
  Jumlah skor maksimal   10

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

  Perolehan Skor      
Nilai akhir = ———————— X Skor Ideal (100)  
  Skor Maksimum (10)      

 Mengetahui,                                                                  Rembang,     12  Juli  2010

Kepala SMPN 1 Rembang                                           Guru Mata Pelajaran

     SUPARDI, S.Pd.                                                        SUTRISNO, S. Pd.

     NIP  19560218 197711 1 002                           NIP 19700605 199802 1 004


Bagi rekan-rekan guru (terutama bidang pendidikan dasar-SD dan SMP), kami memperoleh sebuah file power point tentang Grand Design Pendidikan Karakter. Semoga Bermanfaat.

Download:

Grand Desain Pendidikan Karakter


Silahkan didownload:

Permendiknas-no-2-th-2011


Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 4,207,899 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 231 other followers