Belajar jadi Guru

Archive for February 2011


Yang ini RPP Bahasa Mandari SD. Maaf belum berkarakter bangsa EEK

KLS I

KLS II

KLS III

KLS IV

KLS V

KLS VI


Yang ini RPP Muatan Lokal Bahasa  Sunda SD……tapi maaf belum Berkarakter Bangsa EEK.  Silahkan download.

1. Semester 1

RPP B. SUNDA KELAS 3 SMT 1

RPP B. SUNDA KELAS 4 SMT 1

RPP B. SUNDA KELAS 5 SMT 1

RPP B. SUNDA KELAS 6 SMT 1

 

2.  Semester 2

RPP B. Sunda 3-S2

RPP B.Sunda 4-S2

RPP B. Sunda 5-S2

RPP B. Sunda 6-S2


Maaf yang ini belum EEK, …..tapi kalau mau mengembangkan sendiri silahkan didownload:

JAWA 1

JAWA 2

JAWA 3

JAWA 4

JAWA 5

JAWA 6

 

Ditunggu komen nya


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran             :B. Inggris

Kelas/Semester            : X/1

Pertemuan ke               : 1

Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

Standar Kompetensi

Memahami makna dalam teks fungsional pendek dan teks monolog sedehana berbentuk recount, narrative dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mengakses ilmu pengetahuan populer.

  1. Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan teks monolog

berbentuk recount, narrative dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mengakses ilmu pengetahuan.

Kompetensi Dasar

  1. Merespon makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam teks berbentuk: recount.
  2. Mengungkapkan makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secar aakurat, lancar dan berterima dalam teks berbentuk: recount.

Indikator

  1. Merespon teks monolog berbentuk recount,
  2. Melakukan teks monolog berbentuk recount

Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat merespon teks monolog sederhana  berbentuk recount
  • Siswa dapat melakukan teks monolog lisan berbentuk recount


  • Materi Pokok

Teks monolog berbentuk recount contohnya:

THIS EVENING my brother and I went to Nurhaliza show. It was a great performance. I made my history. After Nurhaliza sang her last song my brother and I ran up to the stage to see her. She said “Hi” and shook my hand. Then, she shook my brother`s hand, too. We were very happy. After that, we hurried home to tell papa and mama.

All the way home we talked and talked about her great show and our great experience shaking my favourite singer`s hand. She was not only beautiful but also very kind.

Finally, we arrived home. Then we told mom and dad. They almost didn`t believe me.

I think I will never forget this in all my life. It was great. A great moment in my life!

Metode Pembelajaran/Teknik: Three-phase technique

Langkah-langkah Kegiatan

Kegiatan pendahuluan

–         Menyiapkan perlengkapan pembelajaran

–         Memberikan salam

–         Mengecek kehadiran siswa

–         Memberi motivasi siswa

    • Kegiatan Eksplorasi  (10’)
  • Tanya-jawab mengenai kesukaan siswa membaca komik
  • Kegiatan Elaborasi (115’)
    • Siswa membaca comic strip yang berbentuk teks recount
    • Siswa mempraktekkan dialog yang dilakukan pada comic strip dengan pasangannya
    • Siswa membuat dialog seperti model pada comic strip
    • Siswa mendengarkan dan melafalkan kata yang tersedia di buku
    • Siswa melengkapi kalimat dengan kata yang sesuai
    • Siswa mendengarkan teks monolog lisan berbentuk teks recount sambil melengkapi teks tersebut.
    • Siswa merespon isi teks dengan menjawab pertanyaan dan melafalkan beberapa kosakata.
    • Siswa menjawab pertanyaan mengenai teks monolog lisan berbentuk teks recount yang didengarnya
  • Kegiatan Konfirmasi (10’)
    • Siswa menyimpulkan kegiatan yang pembelajaran yang

Dilakukan

Kegiatan Penutup

–         Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan topik pembelajaran

–         Memberikan tugas tindak lanjut

  1. Sumber/Bahan/Alat
  • Buku Look Ahead 1 (hal 1-4)
  • BSE(Interlanguage English for Senior High School Students X)
  • Kaset/CD
  • Tape
  • Script dari Look Ahead 1

Penilaian

  • Teknik: Performance Assessment (responding)
  • Bentuk: Pertanyaan lisan

Mengetahui                                                         Sakkersane, 12 Juli 2010

Kepala Sekolah                                                  Guru Mata Pelajaran

Drs Sakkarepmu, M.Pd.                                 Sintenkemawon, S.Pd

NIP.                                                                       NIP.

Download

RPP Bahasa Inggris sem 1 2010 EEK

Terus terang terang terus RPP ini modifikasi dari RPP nya Look Ahead . Pertanyaannya?……kira- kira sudah pas belum yaaaaa? komen dunk


RPP dan Silabus yang kami tampilkan disini bukanlah yang terbaik. Sifatnya masih berupa DRAF, masih perlu dicermati, dikritisi dan direvisi.

 

Download:

 

Donasi seikhlasnya untuk membantu pengelolaan blog ini


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                             :     ………………………..

Kelas / Semester :     VII (tujuh)/Semester 1

Mata Pelajaran :     IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Alokasi waktu                   :     4 X 40’

Standar Kompetensi :     1.     Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.

Kompetensi Dasar :     1.1    Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuan-nya.

Tujuan Pembelajaran :     Peserta didik dapat:

1.     Menjelaskan pengertian besaran dan satuan.

2.     Mengelompokkan besaran pokok dan besaran turunan.

3.     Menggunakan Satuan Internasional sesuai dengan besaran yang diukur dalam pengukuran dengan Ketelitian ( carefulness).

4.     Mengkonversi satuan panjang, massa dan waktu terhadap hasil pengukuran.

5.     Memecahkan masalah yang berkaitan dengan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.

v      Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran :     Besaran dan Satuan

  1. Pengertian Besaran

Pengertian Besaran

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu

  1. dapat diukur atau dihitung
  2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
  3. mempunyai satuan

Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.

Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :

  1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
  2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2

  1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
  2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.

Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Pengertian Satuan

Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya. Untuk melihat berbagai rumus dalam bab besaran dan satuan silakan klik http://alljabbar.files.wordpress.com/2008/03/01-besaran-dan-satuan.pdf

Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam

  1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
  2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat.

Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Secara Langsung

Yaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaran yang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan.

2. Secara tidak langsung

Yaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.

Untuk mendaptkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan antara lain :

– alat ukur yang dipakai

– aturan angka penting

– posisi mata pengukuran (paralax)

Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi tiga golongan :

1. Keteledoran

Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yang kecil.

2. Kesalahan sistmatik

Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm

3. Kesalahan acak

Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bialangan (kualitatif),

Contoh :

– kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang

– pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana

– pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan hukum II Newton.

Ketidakpastian pada Pengukuran

Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0, melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang ditunjukkan alat ukur.

Beberapa istilah dalam pengukuran:

· Ketelitian (accuracy)

adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar X0

· Kepekaan

adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen, misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar daripada Amperemeter / Voltmeter

· Ketepatan (precision)

adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama.

· Presisi

berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.

· Akurasi

yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.

Ketelitian alat ukur panjang

1. Mistar : 1 mm

Mistar berskala terkecil memiliki memiliki ketelitian sampai 0,5 mm atau 0,05 cm. Ketelitian alat untuk satu kali adalah setengah skala terkecil.

Panjang benda melebihi 8,7 cm

Panjang kelebihan ditaksir 0,05 cm

Hasil pengukuran panjang 8,75 cm

Batas ketelitian ½ x 1 mm = 0,5 mm

2. Jangka Sorong : 0,1 mm

Jangka sorong memiliki ketelitian sampai 0,1 mm atau 0,1 cm. Jangka sorong terdiri dari rahang tetap yang berskala cm dan mm, dan rahang sorong (geser) yang dilengkapi dengan skala nonius yang panjangnya 9 mm dan dibagi dalam 10 m skala. Panjang 1 skala nonius adalah 0,9 mm.

Benda skala antara rahang utamadengan rahang sorong adalah 0,1mm sehingga ketidakpastian dari jangka sorong adalah ½ x 0,1 mm = 0,005 mm

Contoh:

Sebuah benda diukur dengan jangka sorong dengan kedudukan skala seperti pada gambar, maka panjang benda:

Skala Utama = 26 mm

Skala nonius 0,5 mm

Batas ketelitiannya ½ skala terkecil = ½ x 0,1 mm = 0,05 mm

3. Mikrometer sekrup 0,01 mm

Mikrometer skrup memiliki ketelitian sampai 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer skrup juga memiliki dua skala , yaitu skala utama yang berskala mm (0,5 mm) dan skala nonius yang terdapat pada selubung luar. Skala nonius memiliki 50 bagian skala yang sama. Bila diselubung luar berputar berputar satu kali, maka poros berulir (rahang geser) akan maju atau mundur 0,5 mm. Bila selubung luar berputar satu bagian skala, maka poros berulir akan maju atau mundur sejauh 0,02 x 0,5 mm = 0,01 mm, sehingga kepastian untuk mikrometer sekrup adalah ½ x 0,01 mm = 0,005 mm untuk pengukuran tungga. Pelaporan hasil pengukuran adalah (X ± DX).

Cara meningkatkan ketelitian antara lain:

1. Waktu membaca alat ukur posisi mata harus benar

2. Alat yang dipakai mempunyai ketelitian tinggi

3. Melakukan pengukuran berkali-kali

Pengukuran dengan jangka sorong

Cara menentukan / mebaca jangka sorong:

  1. Angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka 0 pada nonius adalah 2,1 cm dan 2,2 cm.
  2. Garis nonius yang tepat berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-5, jadi x = 2,1 cm + 5 x 0,01 cm = 2,15 cm (dua desimal)

Karena ketidakpastian jangka sorong = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm (tiga desimal), maka hasilpengukuran jangka sorong :

Cara menentukan / membaca Mikrometer Sekrup

  1. Garis skala utama yang berdekatan dengan tepi selubung luar 4,5 mm lebih.
  2. Garis mendatar pada selubung luar yang berhimpit dengan garis skala utama.

X = 4,5 mm + 47 x 0,01 mm = 4,97 mm (dua desimal)

Ketidakpastian mikrometer sekrup ½ x 0,01 mm = 0,005 mm

Jadi hasil pengukurannya

Metode Pembelajaran :     Model

–       Direct Instruction (DI)

–       Cooperative Learning

Metode

–       Diskusi kelompok

–       Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.   Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

–     Apakah semua gejala alam termasuk ke dalam besaran?

–     Apakah manfaat satuan dalam pengukuran yang kita lakukan?

. Prasyarat pengetahuan

–     Apakah yang dimaksud dengan besaran dan satuan?

–     Apakah Satuan Internasional?

. Pra eksperimen

–     Berhati-hatilah dalam membaca skala mistar.

b.   Kegiatan Inti

  • Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F     Menjelaskan pengertian besaran dan satuan

F     melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F     menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F     memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F     melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F     memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan secara Disiplin ( Discipline ) dan bertanggung jawab ( responsibility ) serta memiliki ketelitian ( carefulness)

F

  • Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F     membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

F     memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

F     Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

F     Secara kelompok, peserta didik mendiskusikan pengertian besaran dan klasifikasinya, kemudian membuat kesimpulan sementara dan anggota masing-masing kelompok meng-komunikasikannya.

F     Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

F     Setiap kelompok diberi tugas untuk mengukur panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.

F     Peserta didik secara berkelompok melakukan pengukuran panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.

F     memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

F     memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

F     memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

F     memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

F     memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

F     memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

F     memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F     memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

F     memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

F     memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

F     memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

  • berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
  • membantu menyelesaikan masalah;
  • memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  • memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  • memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F     bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F     melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F     memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F     merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA

a.   Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

Secara klasikal guru memberi pertanyaan; apakah manfaat Satuan Internasional?

. Prasyarat pengetahuan

Peserta didik diminta untuk menyebutkan satuan untuk besaran panjang, waktu dan massa.

b.   Kegiatan Inti

  • Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F     Guru memberikan informasi cara mengkonversikan satuan dengan memakai tangga konversi dimana setiap kali turun 1 anak tangga dikali 10, sedangkan jika naik dibagi 10.

F     melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F     menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F     memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F     melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F     memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

  • Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F     Melalui diskusi kelas, guru memberikan informasi tentang Satuan Internasional dari besaran pokok dan besaran turunan.

F     Melalui diskusi kelompok, peserta didik diberi tugas untuk menuliskan beberapa contoh penyajian hasil pengukuran, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.

F     Guru memberikan contoh soal latihan cara mengkonversi satuan panjang dengan menggunakan tangga konversi.

F     Peserta didik diminta untuk menyebutkan beberapa hasil pengukuran yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.

  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F     Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

F     Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F     Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

F     Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal tentang besaran dan satuan

Sumber Belajar

a.   Buku IPA Terpadu

b.   Buku kerja

c.   Lingkungan sekitar

d.   Alat ukur

Penilaian :

Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
  • Mengidenti-fikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompok-kannya dalam besaran pokok dan besaran turunan.
  • Mengguna-kan Satuan Internasio-nal dalam pengukuran.
  • Mengkon-versi satuan panjang, massa dan waktu secara sederhana.
  • Mengguna-kan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.
Tes tertulis Tes uraian a.   Berikan contoh Besaran Fisika dalam kehidupan 

b.   Jelaskan dengan singkat Apa yang dimaksud Satuan Internasional

c.   Konversikan macam macam satuan secara sederhana

Download:

RPP Berkarakter SMP IPA

Silabus Berkarakter SMP IPA



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah            :     ………………………..

Mata Pelajaran           :     Matematika

Kelas                         :    VII (Tujuh)

Semester                   :     1 (Satu)

Standar KompetensiALJABAR

  1. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan

Pertidaksamaan linear satu variabel.

Kompetensi Dasar :              2.1.Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya.

Alokasi Waktu :  2 jam pelajaran (1 pertemuan).

A.     Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik dapat menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku sejenis, dan suku tak sejenis.

v      Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

B.     Materi Ajar

Aljabar dan Aritmetika Sosial, yaitu mengenai:

  1. Mengenal bentuk aljabar.
  2. Memodelkan pernyataan menjadi bentuk aljabar.
  3. Menjelaskan pengertian suku, koefisien suku, dan suku sejenis.

C.     Metode Pembelajaran

Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.

D.     Langkah-langkah Kegiatan.

Pertemuan Pertama

Pendahuluan        :  –  Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.

–  Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.

Kegiatan Inti :

  • Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F     melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F     Peserta didik dapat menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku sejenis, dan suku tak sejenis

F     memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F     melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

  • Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F     memfasilitasi peserta didik Membaca teks puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat

F     memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

F     memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

F     memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

F     memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

F     memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F     memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

F     memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

F     memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

F     memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

  • berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
  • membantu menyelesaikan masalah;
  • memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  • memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  • memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Akhir

Dalam kegiatan penutup, guru:

F     bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F     melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F     memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F     merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

F     Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan” dalam buku paket yang belum terselesaikan/dibahas di kelas.

E.  Alat dan Sumber Belajar

Sumber :

–     Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,

–     Buku referensi lain.

Alat :

–    Laptop

–    LCD

–    OHP

F. Penilaian Hasil Belajar

Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
  • Menjelaskan pengertian, koefisien, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

 

Tes lisan Daftar pertanyaan 1. Dari bentuk aljabar  2x + 3, manakah yang merupakan koefisien, variabel dan manakah yang merupakan konstanta? 

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koefisien, variabel dan konstanta.

Mengetahui, 

Kepala SMP/MTs …………….

( ………………………………………………… )

NIP/NIK :…………..……………….

………, ……, …………… 20… 

Guru Mapel Matematika.

( …………………………………….. )

NIP/NIK :…….…………….

Download:

RPP Berkarakter SMP Matematika

Silabus Berkarakter SMP Matematika




Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 4,207,899 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 231 other followers