Belajar jadi Guru

Archive for July 2012


A. Pengantar

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang ditetapkan dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling luas mencakup satu KD yang terdiri atas sejumlah indikator untuk satu kali  pertemuan atau lebih (Petunjuk Teknik Pengembangan RPP, Ditjen Pembinaan SMA, 2010). RPP dikembangkan dari silabus, dan silabus dikembangkan dari standar isi (SI) yang terdapat di dalam Permendiknas Nomor 22/2006.

Tidak ada format baku yang disepakati untuk digunakan di sekolah secara nasional. Masing-masing sekolah dapat menggunakan format yang berbeda. Hal itu dimungkinkan karena dengan otonomi yang dimilikinya, yang tercermin dari diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), masing-masing sekolah dapat mengembangakan RPP dengan format yang dianggapnya cocok. Format RPP di atas merupakan salah satu contoh.

Komponen RPP adalah (1) identitas, (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (4) indikator, (5) materi ajar, (6) metode pembelajaran, (7) prosedur pembelajaran, (8) media pembelajaran, (9) sumber belajar, dan (10) penilaian.

 

B. Identitas

Identitas RPP meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, mata pela­jaran, keterampilan berbahasa, genre, topik, pertemun ke-, dan alokasi waktu. Pencantuman unsur keterampilan berbahasa, genre, dan topik adalah pilihan (optional) – boleh dicantumkan dan boleh tidak dicantumkan.

C. Standar Kompetensi

Standar kompetensi (SK) merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. SK diambil dari SI yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Jenis genre (report, narrative dan analytical exposition) dapat ditulis semua seperti dalam contoh RPP di atas karena pada bagian “identitas” sudah disebutkan jenis genre-nya, yaitu analytical exposition. Bila pada bagian “identitas” tidak disebutkan jenis genre-nya, pada bagian SK cukup ditulis salah satu jenis genre, yaitu analytical exposition agar pembaca tahu bahwa jenis genre yang dikembangkan adalah analytical exposition.

 

D. Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar (KD) adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran. Sebagaimana SK, KD juga diambil dari SI yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Jenis genre (report, narrative dan analytical exposition) dapat ditulis semua seperti dalam contoh RPP di atas karena pada bagian “identitas” sudah disebutkan jenis genre-nya, yaitu analytical exposition. Bila pada bagian “identitas” tidak disebutkan jenis genre-nya, pada bagian SK cukup ditulis salah satu jenis genre, yaitu analytical exposition agar pembaca tahu bahwa jenis genre yang dikembangkan adalah analytical exposition.

 

E. Indikator

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan pengembangan materi ajar dan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur. Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:

  1. Rumusan indikator harus relevan dengan KD-nya;
  2. Indikator harus dirumuskan dalam jumlah yang cukup untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi minimal dalam KD;
  3. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur;
  4. Setiap satu rumusan indikator hanya memuat satu perilaku;
  5. Rumusan indikator dibedakan dengan rumusan dalam penilaian.

Kesalahan umum yang sering dibuat oleh guru dalam merumuskan indikator (dari suatu kompetensi dasar) adalah sebagai berikut.

  1. Rumusan indikator tidak relevan dengan rumusan kompetensi dasarnya;
  2. Indikator dirumuskan secara tidak memadai dalam jumlah;
  3. Rumusan indikator tidak terkait dengan kegiatan pembelajaran bahasa;
  4. Terdapat lebih dari satu perilaku dalam satu rumusan indikator;
  5. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja yang tidak terukur;
  6. Guru tidak dapat membedakan antara rumusan indikator dan bahasa evaluasi.

Berikut ini diberikan beberapa contoh indikator yang kurang tepat, yang dirumuskan oleh guru.

  1. Memahami makna teks bacaan naratif (kata kerja yang tidak operasional dan tidak terukur);
  2. Mengisi titik-titik dengan kata atau frasa yang tepat (bahasa evaluasi);
  3. Menyebutkan dan menjelaskan makna ungkapan (mengandung dua perilaku);
  4. Menyebutkan langkah-langkah membuat nasi goreng (di luar kegiatan bahasa);
  5. Menjelaskan fungsi sosial teks deskriptif (kognitif teoretik).

Di bawah ini diberikan contoh rumusan indikator yang benar untuk empat keterampilan berbahasa, khususnya untuk teks monolog yang panjang (longer monologue texts). Untuk jenis teks lain, seperti teks interpersonal, teks transaksional, dan teks fngsional pendek, rumuan indikatornya (bisa) berbeda.

1. Listening

  1. Menunjukkan gagasan utama (main idea) suatu teks;
  2. Menentukan tujuan teks;
  3. Menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat;
  4. Menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks;
  5. Menunjukkan respons yang tepat sesuai dengan tuntutan dalam teks;
  6. Memanfaatkan peranti kohesi (cohesive devices) untuk menjelaskan hubungan antar elemen dalam teks.

2. Reading

  1. Menunjukkan gagasan utama (main idea) suatu teks;
  2. Menentukan tujuan teks atau penulis;
  3. Menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat;
  4. Menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks;
  5. Menjelaskan rujukan (reference) yang ada dalam teks;
  6. Memanfaatkan peranti kohesi (cohesive devices) untuk menjelaskan hubungan antar elemen dalam teks.

3. Speaking

  1. State the main idea of the speech;
  2. Provide supporting details of the topic/idea;
  3. Use appropriate words, phrases, or utterences to express the idea;
  4. Use certain language system (grammar) to make well-formed utterances;
  5. Make use of appropriate cohesive devices to cretae a well-organized speech;
  6. Use appropriate gestures to accomplish the purpose of the speech;
  7. Perform acceptable pronunciation to express understandable utterences.

4. Writing

  1. Express the main idea of the text;
  2. Provide supporting details of the topic/idea;
  3. Use appropriate words and phrases to express the idea;
  4. Use certain language system (grammar) to make well-formed sentences;
  5. Make use of appropriate cohesive devices to create a well-organized text;
  6. Use appropriate mechanics to accomplish the purpose of the speech.

Indikator-indikator di atas tidak disusun secara acak (randomly arranged) melainkan disusun secara logis dengan mengikuti hukum alam (sunnatullah) yang didasarkan pada psikologi gestalt. Oleh karena itu, tidak logis (dan tidak direkomendasikan) apa bila ada guru menempatkan indikator nomor 3.g (pronunciation pada speaking) pada urutan pertama, menggantikan butir 3.a. (main idea).

Indikator dapat dirumuskan dengan mempertimbangkan minimal dua sumber praktis, yaitu keterampilan mikro/makro berbahasa (Brown, H. Douglas. 2004. Language Assessment:Principles and Classroom Prctice. New York: Longman, halaman 121-122, 142-143, 187-188, dan 221) dan standar kompetensi lulusan (SKL) yang dikeluarkan oleh pemerintah menjelang ujian nasional (UN), di samping mematuhi hakikat berbahasa yang terdapat dalam teori berbahasa mutakhir (dengan pendekatan komunikatif).

 

F. Materi Ajar

Secara umum materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi. Khusus dalam pembelajaran bahasa Inggris, materi ajar untuk keterampilan reseptif (listening dan reading) berbentuk teks yang diikuti dengan sejumlah exercises yang relevan dengan rumusan indikator. Untuk materi ajar bahasa yang bersifat produktif (speaking dan writing), materi ajar berupa the expected texs yang dibuat oleh guru atau yang diambil dari sumber tertentu, yang diikuti dengan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan teks tersebut. Di samping itu, materi ajar juga memuat penjelasan teoretis secara singkat yang terkait dengan isi indikator kompetensi. Untuk reading comprehension, misalnya, materi juga memuat penjelasan tentang  bagaimana cara menemukan main idea dalam suatu teks atau paragraf, menunjukkan reference dalam suatu teks, dan menjelaskan makna ungkapan dalam teks. Materi ajar tersebut hendaknya diambil dari berbagai sumber pembelajaran yang variatif dan up to date.

Materi ajar dapat ditempatkan langsung pada bagian “Materi Ajar” (bila volumenya tidak terlalu besar), tapi dapat pula ditempatkan pada lampiran tersendiri (bila volumenya terlalu besar) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari RPP. Pada bagian “Materi Ajar” disebutkan bahwa materi terlampir.

Kesalahan umum yang dibuat oleh para guru adalah sebagai berikut, khususnya untuk RPP reading. Pada bagian “Materi Ajar” guru menuliskan: (1) lihat LKS, atau (2) teks (recount), tanpa menunjukkan teks-nya, atau (3) teks (recount), dengan menunjukkan teks-nya tetapi tidak menyertakan exercisenya, atau (4) teks (recount), dengan menunjukkan teks-nya yang diikuti dengan sejumlah exercise tetapi tidak ada penjelasan tentang bagaimana exercise tersebut diselesaikan (penjelasan teoretis).

 

G. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar melalui seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

Lepas dari berbagai istilah yang berbeda-beda yang ada dalam literatur, seperti approach, method, technique, strategy, model, dan lain sebagainya, disarankan agar pada bagian “Metode Pembelajaran” guru menuliskan nama metode yang jumlahnya hanya satu, yang tidak bersifat terlalu umum (pendekatan komunikatif, misalnya) dan terlalu spesifik (tanya jawab, misalnya). Pemilihan “metode pembelajaran” hendaknya yang mengandung langkah-langkah tertentu, yang akan direalisasikn dalam bagaian “Prosedur Pembelajaran”. Contoh nama metode yang dimaksud antara lain adalah inquiry-based teaching, role play, jig-saw, focus group discussion, problem-based learning, dan project-based learning.

Kesalahan umum yang dibuat oleh guru pada bagian ini adalah menuliskan (1) nama “metode” yang terlalu umum, yang tidak memiliki langkah-langkah yang konkret – seperti communicative approach, contextual teaching and learning, dan cooperative learning; atau (2) nama “metode” yang terlalu spesifik, yang juga tidak mengimplikasikan adanya langkah-langkah pembelajaran – seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, drilling, dan diskusi kelompok; atau (3) nama “metode” yang sebenarnya merupakan tahapan pembelajaran – seperti three phase technique.

 

H. Prosedur Pembelajaran

Pada bagian ini guru menuliskan prosedur pembelajaran yang pada umumnya terdiri atas tiga fase utama, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Fase pendahuluan dan penutup terdiri atas sejumlah langkah yang jenis dan jumlahnya relatif sama untuk hampir semua jenjang pendidikan dan mata pelajaran (lihat contoh RPP pada bagian 1 di atas). Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

Yang membedakan antara jenjang pendidikan satu dengan yang lain dan mata pelajaran satu dengan yang lain adalah pada kegiatan inti. Di dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dinyatakan bahwa “Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi”. Namun demikian, kegiatan inti harus mengakomodasi prinsip pembelajaran yang memberdayakan peserta didik. Dikatakan bahwa “Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.

Langkah-langkah dalam kegiatan inti hendaknya mencerminkan metode pembelajaran yang telah ditulis pada bagian “metode pembelajaran”. Sebagai ilustrasi, apabila metode yang dipilih adalah role play, langkah-langkah dalam kegiatan inti harus merupakan langkah-langkah dalam role play. Yang diperlukan oleh guru (juga oleh kita sebagai fasilitator) adalah memperkaya diri dengan pengetahuan tentang “metode-metode” pembelajaran tersebut.

Kesalahan umum yang terjadi saat ini adalah bahwa kegiatan inti terdiri atas tiga tahap pembelajaran yang disebut eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi tanpa memandang keterampilan berbahasa dan kompetensi yang hendak dikembangkan. Konon sumber kesalahan tersebut adalah “instruksi” para pengawas yang didasarkan pada Permendiknas No 41 Tahun 2007, yang sebenarnya tidak mewajibkan hal itu.

Dalam kaitannya dengan tahap-tahap pembelajaran dalam kegiatan inti (seperti eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), kita memiliki pengalaman, seperti “pre-reading, while-reading, dan post-reading”, “pattern, practice, production”, “exposure, generalization, reinforcement, application”. Bahkan saat ini kita juga memiliki “genre-based approach” yang terdiri atas tahapan “building knowledge of the field, modelling of the text, joint construction of the text, independent construction of the text”.

 

I. Media Pembelajaran

Media pembelajaran dipilih dan digunakan untuk memperlancar jalannya pembelajaran. Contoh media pembelajaran adalah LCD projector, layar, netbook, gambar, foto, dan lain sebagainya. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan.

 

J. Sumber Belajar

Sumber belajar berupa referensi atau sumber lain yang menjadi rujukan pengembangan RPP. Disarankan bahwa sumber belajar bersifat variatif dalam jenis (materi cetak, materi rekaman, materi audio-visual, realia, dll.) dan up to date. Pemilihan sumber belajar disesuaiakan dengan kebutuhan.

 

K. Penilaian

Dalam konteks ini, ada dua macam penilaian, yaitu penilaian formatif (assessment for learning) dan penilaian sumatif (assessment of learning). Penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Fungsinya adalah untuk (1) memonitor kemajuan belajar siswa, (2) memberikan feedback berdasarkan hasil monitoring tersebut, dan (3) mengoreksi kesalahan siswa, bila ada. Kegiatan-kegiatan pada butir (1) – (3) tersebut dipandu oleh “indikator” kompetensi pembelajaran. Teknik yang digunakan dapat berupa pengamatan, wawancara, unjuk kerja, portofolio, dan lain sebagainya. Penilaian formatif TIDAK HARUS menghasilkan angka/nilai. Bila guru menghendaki adanya angka/nilai, guru dapat melakukannya dengan menggunakan format anecdotal records. Pada pertemuan-pertemuan awal pembelajaran, sebaiknya guru menggunakan jenis penilaian formatif ini.

Penilaian sumatif adalah jenis penilaian yang dilaksanakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi pembelajaran oleh peserta didik, sebagaimana ditunjukkan dalam bagiaan “indikator”; dan oleh karena itu, target penilaian ini adalah diperolehnya indeks prestasi siswa yang berupa nilai. Teknik penilaian yang lazim digunakan adalah tes, yang diberikan paling tidak pada setiap akhir pembelajaran suatu KD.

Di dalam bagian “Penilaian”, guru hendaknya menuliskan butir-butir yang terkait dengan pelaksanaan penilaian, yang mencakupi minimal (1) jenis penilaian, (2) teknik penilaian, (3) alat penilaian – bila sumatif, (4) kunci jawaban – bila sumatif, dan (5) rubrik penilaian – bila sumatif.

 

 

REFERENSI

 

Brown, H. Douglas. 2004. Language Assessment:Principles and Classroom Prctice. New York: Longman.

Petunjuk Teknik Pengembangan RPP. 2010. Jakarta: Ditjen Pembinaan SMA, Ditjen Mandikdasmen, Kementrian Pendidikan nasional.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

 

Surakarta, 11 Agustus 2011

 

 Sumber data : Materi PLPG  Bahasa Inggris UMS tahun 2012


CONTOH RANCANGAN PEMBELAJARAN

PEMBELAJARAN READING COMPREHENSION DENGAN FORMAT “EXPLORATION, ELABORATION, AND CONFIRMATION”

 

Rancangan pembelajaran ini diambil dari “Bagian Prosedur Pembelajaran” yang terdapat dalam RPP di atas (Bagian 1).

 

I. Introduction (about 10 minutes)

1. Greeting

(Good morning class, how are you? …)

2. Praying

(Fadel, can you lead the prayer please? …)

3. Checking students’ attendance

(Who is missing today? … What’s the matter with Beta? …)

4. Reviewing the previous lesson

(What did we learn last week? … Where did we stop last time? …)

5. Stating a new topic

(Today we are going to read a text about “Traffic Jam in Big Cities”)

6. Stating the objectives of the lesson

(In this lesson you are supposed to be able to …)

7. Explaining the benefits of the lesson

(The benefit we can get from this lesson is ...)

 

II. Main Activities

A. Exploration

Task 1 (about 5 minutes)

Look at the picture, then answer the questions about it.

 

 

1. What picture is it?

2. What do you see in the picture?

3. What is in your mind when you see the picture?

4. Have you had any experience being in the situation shown in the picture?

 

 

Task 2 (about 5 minutes)

You are going to read a text about “Traffic Jam in big cities”. What information do you expect from the text?

  1. ____________________________________________________________________
  2. ___________________________________________________________________
  3. ___________________________________________________________________
  4. ___________________________________________________________________
  5. ____________________________________________________________________

 

Task 3 (about 5 minutes)

Read the text, then check whether you can find the information you expected (in task 2).

 

(1) In most big cities in the world, traffic has become a serious problem. (2) Traffic jam takes place, especially in rush hours. (3) There are simply too many cars. (4) This brings about some unexpected effects.

(5) Traffic in Hongkong can be so bad that a vehicle moves along at only 10 KPH, slower than bicycle speed. (6) In Manila, traffic often stops completely. (7) This generates so much exhaust that Manila is now one of the world’s most polluted cities. (8) In Bangkok, children get up at 4 or 5 AM to make it to school by 9:00. (9) They have breakfast in the car or bus.

(10) The number of cars in the world doubled between 1970 and 1990. (11) Currently, there are around 600 million vehicles on roads designed for half that many. (12) The number of cars is expected to double again over the next 20 – 40 years. (13) More roads are being built, but there is no way there can ever be enough roads to handle all these cars.

(14) The wasted fuel from the vehicles causes pollution. (15) The pollution destroys the environment in a number of ways. (16) It also affects personal health. (17) More and more people in large cities suffer from asthma and other breathing disorders than ever before. (18) It is not only humans who suffer. (19) A recent study in Britain repots that birds are losing their hearing because of the traffic noise; as a result, they are unable to sing properly.

(20) No one argues that traffic has become a big problem. (21) We need to find a solution to the world’s traffic jams; otherwise, we will still suffer from diseases.

 

 

B. Elaboration

Task 1 (about 30 minutes)

Make group of three (or five). Do execises 1 through 5 with your friends in the group.

 

Exercise 1

Answer the following questions based on the text.

1. What is the text about?

2. Why is the purpose of the text?

3. Why do traffic jams take place in big cities?

4. What is the effect of traffic jams in big cities?

5. What is the best way to solve traffic jams in big cities?

 

Exercise 2

What do the following pronouns refer to in the text?

1. this (sentence 4)             : _________________________________________________

2. it (sentence 16)               : _________________________________________________

3. they (sentence 19)          : _________________________________________________

 

Exercise 3

Match the words in column A (taken from the text) and their meanings in column B. Each word in column B is used only once.

A

B

1. rush (sentence 2)

2. bring about (sentence 4)

3. currently (sentence 11)

4. study (senteence 19)

5. argue (sentence 20)

a. cause

b. recently

c. investigation

d. hard

e. deny

f. busy

g. properly

 

Exercise 4

Read the text once again more intensively, then examine how the text is developed and organized.

  1. How many paragraphs are there in the text?
  2. What is the main idea of paragraphs 2, 3, and 4?
  3. What is the function of the first paragraph?
  4. What is the function of the last paragraph?
  5. Can you draw a diagram showing the relationship among the paragraphs in the text?

 

 

 

Task 2 (about 20 minutes)

Each group presents the result of group discussion. The other groups give their responses or comments.

 

 

C. Confirmation (about 15 menit)

(Pada fase ini guru memberi tanggapan atas apa yang telah dikerjakan dan dipresentasikan oleh siswa, baik melalui kelompok mereka maupun secara perorangan. Hal penting yang perlu dilakukan oleh guru pada tahap konfirmsi ini adalah (1) menyatakan bahwa jawaban siswa BENAR atau SALAH, (2) memberi penguatan terhadap alasan (reasoning) yang telah dikemukakan oleh siswa, dan (3) memberi penjelasan tambahan yang dapat memberikan pemahaman siswa lebih lanjut, seperti bagaimana cara menemukan main idea dalam suatu teks atau paragraf, menunjukkan reference dalam suatu teks, dan menjelaskan makna ungkapan dalam teks. Fase ini dapat dilakukan bersamaan dengan Task 2 Fase Elaboration. Setiap suatu exercise atau butir soal dalam suatu exercise selesai dipresentasikan dan dibahas, guru dapat memberi konfirmasi.

 

 

III. Closing (about 10 minutes)

(The time is almost up; we are going to end the lesson)

  1. Summarizing

(Can you state briefly what we have learnt? …)

  1. Reflection

(How do you feel? … What went well? … What went wrong? …)

  1. Preparing the forthcoming lesson (or giving homework)

(Next week we will learn more about … Please read your book, unit …)

  1. Leave-taking

(Thanks for your attention… Bye…)

Sumber data : Materi PLPG  Bahasa Inggris UMS tahun 2012


BUTIR-BUTIR KESEPAKATAN TENTANG RPP UNTUK PLPG

PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNS

 

Bagian 1:

CONTOH RPP (READING COMPREHENSION)

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah        : SMA Negeri 1 Surakarta

Mata Pelajaran        : Bahasa Inggris

Kelas/Semester       : XI/1

Keterampilan Bhs   : Membaca (Reading)

Genre                      : Analytical Exposition

Tema/Topik            : Traffic Jam in Big Cities

Pertemuan ke-        : 5

Alokasi Waktu       : 2 x 45 menit (1 pertemuan)

 

I.  Standar Kompetensi

Memahami makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk report, narrative dan analytical exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan

 

II. Kompetensi Dasar

Merespon makna dan langkah retorika dalam esei yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: report, narrative, dan analytical exposition

 

III. Indikator

Setelah menyelesaikan pelajaran membaca jenis teks analytical exposition ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menunjukkan gagasan utama (main idea) teks eksposisi;
  2. menjelaskan tujuan teks eksposisi;
  3. menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat;
  4. menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks eksposisi;
  5. menjelaskan rujukan (reference) yang ada dalam teks eksposisi.

 

IV. Materi Ajar

Terlampir (lampiran 1)

 

V. Metode Pembelajaran

Inquiry-Based Teaching (IBT)

 

VI. Prosedur Pembelajaran

            A.Pendahuluan

1. Memberi salam

2. Berdoa

3. Mengecek kehadiran siswa

4. Mereview palajaran sebelumnya

5. Mengetengahkan topik pelajaran

6. Menjelaskan tujuan pelajaran

7. Menjelaskan manfaat pelajaran

 

B.Kegiatan Inti

Tahap

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Eksplorasi

 

1. Menunjukkan gambar (atau video) tentang ke- macetan lalu lintas di kota besar dan menga- jukan beberapa pertanya- an, seperti What picture is it? What do you see in the picture? What is in your mind when you see the picture?

2. Menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan membaca sebuah teks dengan judul traffic jam in big cities, kemu- dian meminta siswa menebak informasi yang akan dijumpai dalam teks.

3. Mendistribusikan teks dan meminta siswa  mengecek apakah predik- si mereka tersebut benar.

1. Menjawab pertanyaan guru sesuai dengan persepsi dan pengalaman masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

2. Menuliskan beberapa informasi yang diharapkan muncul dalam topik traffic jam in big cities.

 

 

 

 

 

3. membaca teks secara cepat dan mengecek kebenaran dugaan mereka tentang isi teks.

Elaborasi 1. Meminta kelas mem- bentuk beberapa kelom pok kecil (3 sampai 5 orang), lalu mendistri- busikan lembaran tugas yang terkait dengan pemahaman isi bacaan.

2. Meminta masing-ma- sing kelompok mendis- kusikan tugas-tugas yang telah diterimanya.

 

 

3. Meminta masing-ma- sing kelompok melapor- kan hasil diskusinya.

4. Meminta kelompok lain  memberi tanggapan (pertanyaan, sanggahan, saran, dll) atas presentasi tersebut (butir 3).

5. Meminta kelompok penyaji memberi tang- gapan balik dari kelom- pok lain.

1. Kelas membentuk kelom- pok-kelompok kecil yang beranggotakan 3 sampai 5 orang.

 

 

 

2. Masing-masing kelompok mendiskusikan  tugas (tasks),  yang meliputi sejumlah pertanyaan yang terkait dengan indikator kompetensi membaca (tasks 1 – 4).

3. Setelah diskusi kelompok selesai, masing2 kelompok mempresentasikan hasilnya.

4. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap presentasi suatu kelompok.

 

 

5. Kelompok penyaji mem- beri tanggapan balik kepada para penanggap.

Konfirmasi 1. Memberikan penilaian terhadap hasil diskusi kelompok dan diskusi kelas.

2. Memberi penjelasan lebih lanjut kepada para siswa berkenaan dengan jawaban siswa, seperti bagaimana menemukan main idea suatu teks, menentukan referensi, dan menjelaskan makna ungkapan dalam teks.

1. Menyimak penilaian guru atas kinerja mereka, dan memberikan tanggapan seper- lunya.

2. Memperhatikan penjelasan guru, dan memberikan tang- gapan bila dianggap perlu.

 

C.Penutup

1. Meringkas pelajaran

2. Melakukan refleksi

3. Menyiapkan pelajaran yang akan datang

4. Memberi salam penutup

 

VII. Media Pembelajran

  1. LCD projector, screen, dan laptop
  2. Gambar kemacetan lalu lintas di kota besar
  3. Video singkat tentang kemacetan lalu lintas di kota besar

 

VIII. Sumber Belajar

1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

3. Sudarwati, Th., M. dan Grace, Eudia. 2005. Look Ahead: An English Course. Jakarta: Penerbit Erlangga.

 

IX. Penilaian

  1. Jenis Penilaian        : sumatif
  2. Teknik Penilaian     : tertulis, objektif, pilihan ganda
  3. Alat penilaian         : terlampir (lampiran 2)
  4. Kunci jawawan       : terlampir (lampiran 2)
    1. Rubrik Penilaian     : setiap butir soal memiliki bobot 1; dengan demikian, nilai siswa sama dengan jumlah jawaban benar (skala 0 – 10).

 

 

 

Surakarta, 11 Agustus 2011

Kepala Sekolah,                                                                      Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

­­­­­­­­­­­­­_______________________                                                              ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­____________________

NIP.                                                                                                    NIP.

 

 

 

LAMPIRAN 1: Materi Pembelajaran

Task 1

Read the text below, then answer the questions that follow.

 

(1) In most big cities in the world, traffic has become a serious problem. (2) Traffic jam takes place, especially in rush hours. (3) There are simply too many cars. (4) This brings about some unexpected effects.

(5) Traffic in Hongkong can be so bad that a vehicle moves along at only 10 KPH, slower than bicycle speed. (6) In Manila, traffic often stops completely. (7) This generates so much exhaust that Manila is now one of the world’s most polluted cities. (8) In Bangkok, children get up at 4 or 5 AM to make it to school by 9:00. (9) They have breakfast in the car or bus.

(10) The number of cars in the world doubled between 1970 and 1990. (11) Currently, there are around 600 million vehicles on roads designed for half that many. (12) The number of cars is expected to double again over the next 20 – 40 years. (13) More roads are being built, but there is no way there can ever be enough roads to handle all these cars.

(14) The wasted fuel from the vehicles causes pollution. (15) The pollution destroys the environment in a number of ways. (16) It also affects personal health. (17) More and more people in large cities suffer from asthma and other breathing disorders than ever before. (18) It is not only humans who suffer. (19) A recent study in Britain repots that birds are losing their hearing because of the traffic noise; as a result, they are unable to sing properly.

(20) No one argues that traffic has become a big problem. (21) We need to find a solution to the world’s traffic jams; otherwise, we will still suffer from diseases.

 

  1. What is the text about?
  2. What is the purpose of the text?
  3. Why do traffic jams take place in big cities?
  4. What is the effect of traffic jams in big cities?
  5. What is the best way to solve traffic jams in big cities?

 

Task 2

What do the following pronouns refer to in the text?

1. this (sentence 4)             : _________________________________________________

2. it (sentence 16)               : _________________________________________________

3. they (sentence 19)          : _________________________________________________

 

 

Task 3

Match the words in column A (taken from the text) and their meanings in column B. Each word in column B is used only once.

A

B

1. rush (sentence 2)

2. bring about (sentence 4)

3. currently (sentence 11)

4. study (senteence 19)

5. argue (sentence 20)

a. cause

b. recently

c. investigation

d. hard

e. deny

f. busy

g. properly

 

Task 4

Read the text once again more intensively, then examine how the text is developed and organized.

  1. How many paragraphs are there in the text?
  2. What is the main idea of paragraphs 2, 3, and 4?
  3. What is the function of the first paragraph?
  4. What is the function of the last paragraph?
  5. Can you draw a diagram showing the relationship among the paragraphs in the text?

 

*) Catatan bagi instruktur:

1. Mohon disampaikan kepada para peserta PLPG bahwa  materi ajar (yang terdapat dalam lampiran RPP) seharusnya juga berisi penjelasan singkat tentang teori membaca yang meliputi antara lain cara menemukan main idea dalam suatu teks atau paragraf, cara menentukan reference, dan cara menjelaskan makna ungkapan dalam teks.

2. RPP dalam contoh ini belum memuat penjelasan-penjelasan teoretis sebagaimana dimaksud.

 

 

LAMPIRAN 2: Alat Penilaian

Directions: Read the following texts, then answer the questions about them by choosing A, B, C, or D that best answers each question or completes each sentence.

Text 1 (Questions 1 – 6)

I think the Canterbury Council should construct more activity centers in most local areas.  There are some reasons for this.t

Firstly, during the school holidays, many children who don’t have much on their minds can attend their local activity centers. It will keep them busy and they can also learn to do lots of different things. Another reason is children can encourage others to attend the local activity centers. Children will not get bored because they can have lots of fun. Finally, it might stop children from vandalizing properties that don’t belong to them because they can go to the activity centers, have fun, and enjoy themselves.

These are the main reasons why I think we should have more activity centers. It will be educational and a very good experience for lots of children.

 

1. What is the text about?

A.   The importance of constructing more activity centers

B.    The need for making children busy and have fun

C.    A way of preventing children from getting bored

D.   The reasons for having educational experience

2. It can be inferred from the text that ….

A.   Canterbury Council has constructed many activity centers

B.    There are only few activity centers in most local areas

C.    Activity centers tend to make children hang around

D.   The construction of more activity centers is useless

3. How does the writer feel if more activity centers are constructed in most local areas?

A.   excited

B.    interested

C.    disappointed

D.   encouraged

4. The word “this” (sentence 2 paragraph 1) refers to ….

A.   Canterbury Council’s proposal to construct activity center

B.    Keeping children busy and have fun in the holidays

C.    The construction of more local activity centers

D.   Learning how to do certain things

5. The word “encourage” (sentence 3 paragraph 2) can be best replaced by the word …

A. explain

B. motivate

C. describe

D. prevent

 

Text 2 (question 6 – 10)

Solar energy has many uses. In many parts of the world, people are building solar houses with large numbers of windows to collect the heat of the sun. Solar collectors can make hot water from sun light. The rays of the sun heat water in a solar collector, and the hot water goes into storage tank. People can use the hot water for washing or for heating their houses. In the future, people may use the rays of the sun to make electricity for their homes. They will use photovoltaic cells to make electricity from sun light.

The sun is an important “new” source of energy. It is less expensive than oil or nuclear energy. Furthermore, it does not cause pollution and it is not as dangerous as nuclear power. Many people think that solar energy will be the answer to our future energy problems.

 

6. What is the best title for the text?

A. Energy Problems

B. Solar Houses

C. Sources of Power

D. Solar Energy

7.  The purpose of the text is …

A. to describe what solar energy is

B. to inform the writer’s view about the use of solar energy

C. to explain the procedure for developing solar energy

D. to persuade readers to make use of solar energy

 

8. What is called the new source of energy?

  1. the light
  2. the sun
  3. the oil
  4. the nucleus

9. What can a solar collector do?

  1. answering our future energy problems
  2. making electricity from sunlight
  3. using hot water for washing
  4. making hot water from sunlight

10.What problems may solar energy solve?

  1. Water storages
  2. Future energy problems
  3. Storage problems
  4. Oil or nuclear energy

 

 Sumber data: Materi PLPG Bahasa Inggris di UMS tahun 2012


Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 2,727,033 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 207 other followers