Belajar jadi Guru

Handout

Posted on: September 2, 2010


PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN

HANDOUT DALAM PEMBELAJARAN

  1. A. Latar Belakang

Kebijaksanaan pemerintah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau yang disebut sebagai Kurikulum 2004 sesuai dengan PP Nomor 25 Tahun 2000 yang menyatakan bahwa wewenang pemerintah pusat diantaranya adalah menetapkan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar. Pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya, dan menetapkan standar materi pokok.

Menurut ketentuan ini memberi wewenang pemerintah pusat untuk menetapkan standar kompetensi dan melakukan penilaian hasil belajar secara nasional untuk setiap jenjang pendidikan. Tujuan dilakukan penetapan ini adalah untuk standar secara nasional tentang mutu pendidikan.

Berdasarkan undang-undang otonomi daerah, maka pemerintah pusat memberi keleluasaan kepada daerah, sekolah untuk mengatur sendiri penyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum 2004, termasuk penyusunan silabus, penilaian hasil belajar serta penyediaan bahan ajarnya dengan menggunakan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dianggap sesuai dengan karakteristik materi ajar, dan karakteristik si belajar.

Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran, karena melalui bahan ajar ini membantu siswa dalam mempelajari sesuatu. Di samping itu bahan ajar sebagai sarana untuk mencapai kompetensi dasar dan hasil belajar yang ditampilkan.

Materi pokok yang terdapat dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi belum merupakan bahan ajar. Untuk menjadi bahan ajar, materi pokok tersebut harus dirinci dan dijabarkan. Untuk menjabarkan materi pokok, tidak terlepas dari Kompetensi Dasar, hasil belajar dan indikator-indikator yang ada pada setiap Kompetensi Dasar. Demikian juga apabila materi yang menyertai setiap indikator masih memungkinkan untuk dijabarkan dan dirinci, para penyusun bahan ajar  dapat melakukannya.

Dalam menyusun bahan ajar, harus sudah mempertimbangkan media yang mungkin dapat disediakan, penilaian yang akan dilakukan, keberadaan sumber untuk menyusun bahan ajar.

Mengingat pentingnya bahan ajar tersebut, maka diperlukan pemilihan (selecting), penataran urutan (sequencing), dan mencari keterkaitannya (sinthyzising) antara materi dengan kompetensi dasar maupun indikator yang telah ditetapkan. Setiap bahan ajar yang akan disusun haruslah mengacu kepada ketercapaian kompetensi dasar.

Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai kompetensi secara utuh dan terpadu.

Jenis media cetak selain modul yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah handout. Handout merupaakan salah satu bentuk media cetak yang mudah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran.

Jika dibandingkan dengan modul, handout lebih sederhana. Hal ini sesuai dengan fungsi handout sebagai pelengkap materi ajar. Meskipun pelengkap, tidak berarti handout dapat dikembangkan begitu saja. Ada rambu-rambu yang harus diikuti jika kita ingin mendapatkan handout yang baik.

Manfaat utama handout adalah melengkapi kekurangan materi, baik materi yang diberikan dalam buku teks maupun materi yang diberikan secara lisan. Handout dapat berisi penjelasan singkat dan atau elaborasi tentang suatu materi bahasan, menjelaskan kaitan antartopik, memberi pertanyaan dan kegiatan pada para pembacanya, dan juga dapat memberikan umpan balik dan langkah tindak lanjut. Pendeknya, manfaat yang dimiliki modul juga dimiliki oleh handout hanya dengan keluasan materi yang lebih terbatas.

  1. B. Tahap-Tahap Pengembangan Handout

Tahapan pengembangan handout tidak jauh berbeda dengan tahapan pengembangan modul. Yang membedakan keduanya, bahwa handout tidak selengkap modul. Jika modul dikembangkan untuk mencapai target pembelajaran tertentu maka handout dikembangkan untuk menutup kelemahan atau sebagai komplemen dari modul/buku/sumber belajar lain yang digunakan.

Jika dilihat dari macamnya, handout dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu handout yang terlepas sama sekali dari buku utamanya dan bagian yang tak terpisahkan dari buku/modul yang digunakan untuk materi tertentu. Handout akan berisi materi baru jika dalam perkembangan pembelajaran ditemukan konsep/pemikiran atau masalah baru yang belum dibahas dalam modul/buku sumber yang digunakan. Sementara itu, handout akan berisi penjelasan yang lebih lengkap dari materi yang sudah di bahas dalam modul/buku atau diberikan dalam pembelajaran lisan.

Aspek yang harus diperhatikan pada saat mengembangkan handout adalah kedalaman dan banyaknya materi. Jika informasi yang diberikan terlalu sedikit, pembaca tidak akan memperoleh manfaat apa-apa dari handout. Sebaliknya, jika informasi dalam handout terlalu banyak, pembaca akan enggan untuk membacanya. Tantangannya adalah bagaimana mengisi dan menentukan informasi yang pas dalam suatu handout.

Tahapan pengembangan handout adalah sebagai berikut:

  1. Mengevaluasi bahan ajar yang digunakan dengan menggunakan kompetensi dasar.
  2. Berdasarkan evaluasi, putuskan materi yang harus dikembangkan dengan menggunakan handout, baru atau pengayaan.
  3. Memutuskan isi handout : overview atau ringkasan.
  4. Memutuskan cara penyajian: narasi, tabel, gambar, diagram, atau kombinasi semua ini.

Handout dapat dikembangkan dengan beragam isi, misalnya:

  1. Peta atau diagram konsep yang menghubungkan antar topik atau bagian dalam topik;
  2. Anotated bibliografi. Kumpulan abstrak dari sumber yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari akan sangat bermanfaat bagi peserta didik. Handout yang berisi anotated bibliografi ini akan membantu pembaca yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang materi ajar tertentu;
  3. Informasi tambahan untuk meluruskan kesalahan dan bias yang ada dalam bahan ajar;
  4. Memberikan contoh baru dan contoh tambahan untuk konsep yang sulit dipahami peserta didik. Contoh-contoh ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang peserta didik agar pemahaman dapat ditingkatkan; dan
  5. Memberikan kasus untuk dipelajari dan diselesaikan, baik secara individu maupun kelompok.

Handout dapat diisi dengan informasi dalam bentuk naratif deskriptif, tabel, diagram, gambar, dan foto. Pilihan penggunaan kata-kata, tabel, atau gambar ini tergantung dari materi yang akan disajikan. Sama seperti dalam pengembangan modul, diagram, grafis, gambar, foto dan yang sejenis lainnya digunakan jika penjelasan dengan kata-kata tidak atau kurang dapat mencerminkan konsep yang diinginkan.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan gambar banyak digunakan pada saat kita mencoba menyampaikan sesuatu, termasuk pada saat kita mengembangkan handout. Berikut ini sepuluh manfaat yang melatarbelakangi penggunaan gambar.

  1. Hiasan. Gambar yang berfungsi sebagai hiasan atau dekorasi dalam handout dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kebosanan.
  2. Alat motivasi. Gambar, jika dipilih dengan tepat, dapat dimanfaatkan untuk memotivasi peserta didik untuk terus menekuni materi yang ada dalam handout.
  3. Menyampaikan perasaan. Melalui gambar dapat dikirimkan pesan yang mencerminkan perasaan, misalnya gambar ini yang mencerminkan niat untuk mencapai target.
  4. Mempengaruhi. Gambar dapat mempengaruhi orang yang melihatnya.
  5. Ilustrasi. Gambar dapat membantu kita untuk membayangkan pesan yang ingin disampaikan.
  6. Deskripsi. Narasi saja kadang tidak mencukupi, dengan gambar informasi yang ingin disampaikan dapat lebih jelas dipahami.
  7. Menjelaskan. Satu gambar dapat menjelaskan bahwa cuaca berawan.
  8. Penyederhanaan. Melalui gambar dapat dilakukan penyederhanaan cara menyampaikan konsep tanpa mengurangi arti.
  9. Kuantifikasi. Ada orang yang kesulitan jika harus berhubungan dengan angka. Dengan bantuan gambar (pictogram, bar chart, pie chart, atau line graph) pesan akan lebih mudah diterima.

10.  Problem posing. Gambar juga dapat digunakan untuk memunculkan masalah. Gambar kebakaran hutan, misalnya, dapat menimbulkan polemik tentang perlunya menjaga kelestarian hutan.

Kesepuluh manfaat gambar ini tidak berdiri  sendiri. Satu gambar dapat memiliki beragam fungsi pada saat yang bersamaan. Yang perlu diperhatikan pada saat menggunakan gambar adalah bahwa manfaat yang kita inginkan dari satu gambar tertentu tidak dikalahkan oleh manfaat lain yang mungkin bertolak belakang dengan manfaat yang kita inginkan tersebut.

Untuk menghindari hal tersebut, ada enam faktor yang harus diperhatikan pada saat menggunakan gambar, yaitu:

  1. Jelaskan fungsinya. Gambar yang dimaksudkan untuk menjelaskan atau memunculkan masalah sebaiknya diinformasikan secara eksplisit sehingga peserta didik memperhatikan gambar tersebut.
  2. Seimbangkan fungsi. Jangan sampai fungsi gambar yang lebih minor berakibat negatif pada fungsi mayor yang sebenarnya kita tuju.
  3. Tentukan aktivitas. Jika menggunakan gambar, pastikan bahwa peserta didik membaca gambar tersebut. Informasi yang diberikan gambar jangan diulang dalam narasi sehingga peserta didik harus melihat gambar untuk dapat memahami materi.
  4. Konvensi. Pastikan bahwa peserta didik memahami konvensi yang digunakan dalam gambar. Jika perlu, jelaskan dalam teks sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam gambar dapat diterima dengan benar.
  5. Batasi informasi. Jangan memunculkan terlalu banyak informasi pada satu gambar. Meskipun secara teori satu gambar dapat memberikan banyak informasi, coba untuk membatasi informasi yang ingin disampaikan.
  6. Hindari SARA. Jangan gunakan gambar yang dapat memicu SARA.
  1. C. Pemanfaatan Medium Handout Dalam Proses Pembelajaran

Handout dapat dikembangkan untuk beragam alasan, tetapi alasan yang paling utama adalah melengkapi kekurangan yang ditemukan dalam bahan ajar (baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak). Melalui handout diharapkan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Dalam proses pembelajaran, handout dapat digunakan untuk tujuan berikut.

  1. Bahan rujukan. Handout berisi materi (baik baru maupun pedalaman) yang penting untuk diketahui dan dikuasai peserta didik. Keuntungan lain adalah materi handout relatif baru sehingga peserta didik dapat diekspose dengan isu mutakhir. Di samping itu, komunikasi antara peserta didik dan fasilitator dapat dikembangkan melalui handout.
  2. Pemberi motivasi. Melalui handout, fasilitator dapat menyelipkan pesan-pesan sebagai motivator.
  3. Pengingat. Materi dalam handout dapat digunakan sebagai pengingat yang dapat dimanfaatkan peserta didik untuk mempelajari materi sesuai urutan yang dianjurkan dan juga membantu peserta didik untuk melakukan kegiatan yang diminta.
  4. Memberi umpan balik. Umpan balik dapat diberikan dalam bentuk handout dan tidak berhenti hanya pemberian umpan balik tetapi dapat pula diikuti dengan langkah-langkah berikutnya.
  5. Menilai hasil belajar. Tes yang diberikan dalam handout dapat dijadikan alat mekanisme untuk mengukur pencapaian hasil belajar.

Penggunaan handout dalam proses pembelajaran ini akan lebih bermanfaat jika dibarengi dengan penggunaan cara dan media lain yang saling mendukung. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal diperlukan pemilihan pemanfaatan media belajar yang terintegrasi.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silahkan Anda mengerjakan latihan berikut ini!

1)      Apa manfaat handout? Jelaskan!

2)      Jelaskan mengapa handout memerlukan tahap tertentu untuk pengembangannya?

3)      Sebut dan jelaskan penggunaan handout dalam pembelajaran!

Petunjuk Jawaban Latihan

1)      Manfaat handout yang utama adalah memberikan kemudahan, baik guru/dosen/fasilitator dan peserta didik, untuk fokus pada materi yang penting. Dengan mengembangkan handout, guru/dosen/fasilitator dapat memusatkan penjelasan pada materi yang dianggap penting dan meminta peserta didik untuk mempelajari sendiri materi yang sudah dikembangkan dalam handout. Di lain pihak, dengan handout, peserta didik dapat dengan tenang memperhatikan penjelasan guru/dosen/fasilitator tanpa harus dengan terburu-buru menyalin/mencatat apa yang sedang dibahas.

2)      Sama seperti materi ajar yang lain, handout harus dikembangkan dengan memperhatikan aspek-aspek Kompetensi Dasar, materi, dan kejelasan tampilan. Tanpa ketiga hal tersebut, handout tidak akan berkontribusi pada pencapaian Kompetensi Dasar.

3)      Dalam pembelajaran handout dapat digunakan sebagai sumber materi dan rujukan, serta pengayaan pada saat mempelajari materi tertentu.

RANGKUMAN

1. Handout merupakan salah satu bentuk media cetak. Handout lebih bersifat ringkas daripada modul karena fungsi utamanya sebagai suplemen.
2. Pengembangan handout dilakukan dengan mengikuti tahapan tertentu, yaitu penentuan Kompetensi Dasar, pemilihan materi, dan tampilan fisik.
3. Dalam proses pembelajaran, handout dapat digunakan sebagai sumber materi dan pengayaan.

TES FORMATIF 2

Lingkarilah B jika pernyataan di bawah ini benar, dan S jika pernyataan di bawah itu salah.

1.   B – S      Langkah pengembangan handout lebih panjang daripada langkah pengembangan modul.

2.   B – S      Pengembangan handout lebih ditekankan untuk membantu guru/dosen pada saat mengajar tatap muka.

3.   B – S      Handout memuat informasi yang belum disajikan dalam bahan ajar yang lain.

4.   B – S      Salah satu isi handout adalah kumpulan abstrak.

5.   B – S      Cara membuat narasi pada handout lebih ruwet daripada narasi pada modul.

6.   B – S      Angka-angka dapat lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bentuk tabel.

7.   B – S      Menurut definisi, gambar memiliki multipesan sehingga sebagai konsekuensinya perlu diupayakan agar pesan yang timbul sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

8.   B – S      Gambar dapat digunakan untuk menyederhanakan suatu situasi.

9.   B – S      Membagi handout pada saat mengajar akan mengalihkan perhatian peserta didik.

10. B – S      Dua macam penggunaan handout dalam proses pembelajaran adalah sebagai bahan rujukan dan pemberi motivasi.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Rumus:

Tingkat penguasaan =

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:s

90 – 100%    = baik sekali

80 – 89%      = baik

70 – 79%      = cukup

< 70%           = kurang

Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Sumber :Materi Diklat Pengembangan Bahan Ajar

5 Responses to "Handout"

pak…. saya tertarik dengan pengembangan handout. sehingga saya gunakan dalam skripsi saya. tetapi saya mengalami kesulitan untuk menemukan pustaka mengenai handout.. apakah bapak bisa membantu saya? referensi apa yang bisa saya gunakan?

terimakasih

Waduh, …untuk referensi tentang handout saya sendiri juga minim mas. Apalagi yang berbentuk buku. Kami biasanya mendapatkan materi-materi berbentuk softcopy atau file dalam pelatihan guru,….jarang yang berbentuk buku. Maaf

owh begitu ya pak… memang referensi berbentuk buku minim pak. sulit untuk menemukannya. kalo begitu terimakasih pak. atas jawabannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Email:

rppguswur@gmail.com

Belajar Inggris

BelajarInggris.Net 250x250

Blog Stats

  • 2,587,829 hits

Pengunjung

free counters

blogstat

Alexa Certified Site Stats for www.aguswuryanto.wordpress.com

Incoming traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 198 other followers

%d bloggers like this: